Tampilkan postingan dengan label morimoto shintaro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label morimoto shintaro. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

Shintaro Morimoto

Janjiku sama Ucii chan. mau upload pikkunya Shin chan.




(aku suki pikku diatas, keliatan anak remaja yang gahol gimana gitu, kalo mau dapet yang gede, klik kanan pikkunya, buka ditab baru)


(Romantisme Ryu to Shin. aku nga tau ini pikku gedenya semana, mungkin bisa ikutin cara diatas)



Atas : Pikku yang ku bilang dia bawa bento kesekolah, dan jadi anak sepak bola. (Gomen agak pecah, udah ku perbesar)

Bawah : with seragam SMP. gak ketinggalan bola harus dibawa. (gomen terbolak harusnya yang step 1 diatas) hahahaha





Pikku Shin chan, tangannya dilukis loh. Kawaii banget menurutku. *mimisan



Kyaaaaaa ini beneran Shin loohhh *pegang otot Shin chan.

Beneran looohhhh. Ini nyata. aku kan kakaknya



*Mimisan. Watashi no otouto hontoo ni kawaii desu.

Yang lain nyusul ya~


aku udah ngantuk.com


Masih ada kekawaiian Shintaro.


Tapi akunya ngatuk. Jaaa


Shintaro Morimoto

Janjiku sama Ucii chan. mau upload pikkunya Shin chan.




(aku suki pikku diatas, keliatan anak remaja yang gahol gimana gitu, kalo mau dapet yang gede, klik kanan pikkunya, buka ditab baru)


(Romantisme Ryu to Shin. aku nga tau ini pikku gedenya semana, mungkin bisa ikutin cara diatas)



Atas : Pikku yang ku bilang dia bawa bento kesekolah, dan jadi anak sepak bola. (Gomen agak pecah, udah ku perbesar)

Bawah : with seragam SMP. gak ketinggalan bola harus dibawa. (gomen terbolak harusnya yang step 1 diatas) hahahaha





Pikku Shin chan, tangannya dilukis loh. Kawaii banget menurutku. *mimisan



Kyaaaaaa ini beneran Shin loohhh *pegang otot Shin chan.

Beneran looohhhh. Ini nyata. aku kan kakaknya



*Mimisan. Watashi no otouto hontoo ni kawaii desu.

Yang lain nyusul ya~


aku udah ngantuk.com


Masih ada kekawaiian Shintaro.


Tapi akunya ngatuk. Jaaa


Minggu, 05 Juni 2011

Fanfiction 'Love Story'

Fanfiction

Title : Love Story

Genre : Romantis

Pemain : Morimoto Ryutaro

Morimoto Shintaro

 

Musim semi yang indah ini Ryu tetap menutup diri, padahal cuaca diluar sangat indah sekali.

“Nii-chan, ayolah keluar. Mau sampai kapan?” Shin menarik-narik selimut yang menutupi wajah Ryu.

“Ah. Baka yo Shintaro, sana pergi!” Ryu menarik lagi selimutnya. Sedikit menampis Shin.

“Nii-chan” Shin malah naik keatas kasur, lalu membenamkan diri dibalik selimut Ryu. Manjanya shin terlihat sudah.

“Uhhhh” Ryu membuka selimutnya. Lalu beranjak dari kasur. “Mandi sana, cium itu badanmu, bau sekali” Ryu meninggalkan Shin menuju kamar mandi. Sementara Shin mencium satu-persatu sisi badannya.

“Aku tidak bau ko Nii-chan”

Ku rasa semuanya berubah, tangan yang biasa ku genggam, kini tidak lagi menjadi peganganku.

“Ryu chan, lihat deh. Mu chan menunjuk kearah kerumunan orang di taman.

“Eh? Ada apa ya? Ramai sekali” Ryu menggandeng  tangan Mu chan menuju keramaian di taman kota.

“Oh, ku kira ada apa, ternyata takoyaki keliling. Tapi ko ramai sekali ya?” Mu chan mencoba berjinjit mencari tahua ada apa dibalik kerumunan orang yang menutupi mobil takoyaki it.

“Aaa Itaiii. Sakit Mu chan” Ryu meringis kesakitan, kakinya terinjak oleh Mu.
“Eh? Wajahmu lucu Ryu chan” Mu tertawa, disusul dengan tawa dari bibir Ryu. “Ah ayolah pulang saja. Ryu menggandeng tangan Mu.

Sepanjang jalan, aku ingin terus bersama dengan Mu chan, aku ingin terus menggandeng tangan Mu chan, Mu chan manis sekali.

***

“Dia, memang hanya dia, ku selalu memikirkannya, tak pernah ada habisnya. Benar dia benar hanya dia ku slalu menginginkannya, genggaman dari tangannya. Mungkin hanya dia harta yang paling indah diperjalanan hidupku.” Ryu bergeming dalam hati menusuri indahnya jalanan dimusim semi. Sakura gugur diatas kepalanya, indah sekali. Tapi tidak seindah hatinya.

“Ryu, kau disini nak?” Sensei Angi duduk dibangku jalan tepat disamping Ryu yang tengah terdiam. Ryu hanya mengangguk. Sesekali dia menatap keatas.

“Daijobuka Ryu chan?” Sensei Angi menatap Ryu lekat. Ryu hanya terdiam.

“Okaasama, ini ubi bakarnya” Seorang gadis muda menghampiri Sensei Angi.

“Ryu chan, kenalkan ini Yuki, anakku” Mata Ryu terbelalak melihat Yuki.

“Morimoto Ryutaro desu. Yoroshiku onegaishimasu” Ryu bangkit dan melakukan ojigi.

“Ryu, kami harus pulang. Jaa” Sensei Anri melambaikan tangan disusul dengan senyuman manis dari Yuki.

Dia, apa dia yang dikirim Tuhan untuk ku? Wajahnya mirip dengan Mu chan .Ah, tidak mungkin. Dulu Mu chan juga bilang seperti itu, tapi kenyataannya?

“Aku pesan takoyaki satu dan cream soda” Ryu duduk disebuah kedai takoyaki. Mencoba menenangkan pikirannya yang kacau.

“Ini, silakan” Penjaga kedai yang tidak lain adalah teman sekelas sekaligus sahabat Ryu, Ryosuke.

“Tumben Ryu chan, kau kemari” Ryo mencoba ramah pada Ryu, meski bersahabat mereka sering sekali bertengkar.

“Sudah sana kau kerja saja” Ryu malah mengusir Ryo.

“Aku sudah tidak ada pekerjaan. Wajahmu murung, kenapa? Ceritalah” Ryo merangkul bahu Ryu.

“Aku teringat pada” Ryu menggantungkan ucapannya.

“Mu chan ne? mau sampai kapan Ryutaro? Dia bukan ditakdirkan untukmu. Sadarlah , lagi pula bukan hanya dia wanita didunia ini. Kau ini tampan Ryu chan, pasti banyak wanita yang suka padamu.

Semilir angin dikedai ini mengingatkan aku padamu Mu chan, dulu kita sering sekali makan disini, meski tidak tahan dengan ejekan Ryo, namun bila bersama Mu chan hidupku menjadi indah, ejakan dari Ryo pun berubah menjadi ejekan yang indah. Namun kini tidak lagi.

***

“Ryo, aku pesan takoyaki dan cream soda 2 ya” Mu langsung menghampiri Ryo yang sedang membereskan meja lain.

“Gadis Ryu, apa tidak ada pelayan lain? Sampai harus aku yang melayani, kalian memang pasangan aneh.

“Kami hanya mau dilayanin oleh Ryo chan, agar kau menjadi sibuk” Ucapan usil Ryu membuat bibir manis Ryo maju tiga cm.

“Silakan tuan dan nyonya” Ryo mengantarkan dengan senyum yang terlihat dipaksa. Ryu dan Mu hanya bisa tertawa melihat tingkah Ryo yang lucu.

“Mu chan, Suki deshita yo” Ryu mengenggam tangan Mu.

“Atashi mo, kita akan selalu bersama kan Ryu chan?” Wajah polos dengan senyum itu membuat  hati Ryu berbunga-bunga. Gadis  yang dia kenal saat masuk sekolah di SMU itu kini telah menjadi pacarnya. Ryu dan MU selalu bersama.

“Sumimasen” Ryu mengetuk pintu rumah Mu.

“Maaf, Mu chan sedang ada dirumah sakit” Mata Ryu terbelalak. Dengan penuh tenaga dia berlari menuju rumah sakit.

“Mu chan, kau?” Mu chan sudah sadar, kata dokter dan Okaasama dia terjatuh dan tak sadarkan diri.

“Iya Ryu chan, aku menidap kanker tulang belakang stadium akhir. Aku bisa hidup sampai sekarang saja itu sudah merupakan mukzijad yang sangat luar biasa.aku pun bisa bertahan ini semua karena mu. Aku tak mau merusak kebahagiaan mu.” Cairan  bening menetes dari mata Mu. Wajah Ryu seperti tak sanggup melihtanya. Ryu mendekap Mu, tak terasa air mata Ryu juga menetes. Dua bulan setelah kejadian itu, Mu pergi untuk selama-lamanya dan menyisahkan luka yang amat dalam bagi Ryu.

***

“Kau bilang kita akan selalu bersama Mu chan, tapi mengapa kau pergi meninggalkan ku? Mu chan kimi ga daisuki” Ryu berteriak dipinggir jembatan dekat sekolah.

“Ano, sumimasen. Kau murid ibuku bukan?” Yuki menghampiri Ryu.

“Eh? Hai” Ryu mengagguk.

“Kenapa kau berteriak disini?” Ucapan Yuki membuat wajah Ryu memerah. Ryu membalikkan badannya, lalu menceritakan semuanya pda Yuki.

“Ah, aku ingin menagis mendengarnya. Aku yakin, seseorang pasti ditakdirkan untukmu Ryu chan. Aku tak pernah sedih meski aku tidak mempunyai pacar. Ehehehe” Yuki tersenyu manis pada Ryu sembari memainkan rambutnya yang ikal.

“Eh? Kenapa kau tidak pacaran? Kau kan cantik?” Ryu terbata mengucapkannya. Wajah Yuki memerah.

“Entahlah, aku hanya ingin menikmati bersama temanku” lagi-lagi Yuki tertawa. Yuki sosok yang periang.

“Kalau ada lelaki yang menyatakan perasaanya padamu, apa kau akan menerimanya?” Wajah Ryu semakin memerah.

“Jika aku juga menyukainya, mungkin. Tapi kalau aku tidak menyukainya ya tidak mungkin” Yuki membuat Ryu sedikit bingung.

“Aku bingung oleh jawabanmu” Yuki tertawa mendengar ucapn Ryu. Ryu hanya tertunduk lesu.

“Initnya sih ya begitu” Yuki tertawa lagi. Kali ini Ryu juga tertawa.

Untuk pertama kalinya aku bisa merasakan rasanya tertawa lepas setelah kehilanganmu Mu chan, apakah kau marah jika aku bermain dengan gadis lain? Aku hanya bermain dan bercerita padanya ko Mu chan.

***

“Nii-chan, lihat sudah jam berapa” Shin menunjukan jam beker kecil miliknya. Ryu terlonjak kaget melihat jam yang duah menunjukan puku 7.45.

“Kenapa kau tidak membagunkan ku Shin?” Ryu segera berlari menuju kamr mandi.

“Kau kan memang susah dibangunkan, aku sudah membangunkanmu berkali-kali. Malah Okaasama menyuruhku menyirammu” Shin mengejek Ryu yang sedang panik.

“Ah Bagero!” Ryu menggedor pintu kamar mandi dari dalam untuk mengusir Shin.

“Ohayoo, Itte kimasu” Ryu selonong boy dari rumah, meninggalkan Shin, padahal sekolah mereka satu arah, namun Ryu lebih jauh dari rumah.

“Itte rasshai” Suara Okaasama terdengar ditelinga Ryu. Namun Ryu tidak memperdulikannya. Entah mengapa hari ini Ryu bersemangat sekali untuk pergi sekolah. Dia berharap dapat bertemu dengan Yuki lagi.

“Ohayo Ryu chan, Ini ada titpan dari Yuki” Sensei Angi memberi sebuah surat.

“Ohayou gozaimasu. Ah, sankyu sensei” Ryu mengambil surat itu, berjalan menuju kelasnya.

Ryu chan ini alamat e-mail ku. yuki.suetsugu

“Apa? Isi suratnya hanya seperti itu?” Ryu mengambil ponselnya. Ryu mulai mengetik.

From : ryu-moriro

To : yuki.suetsugu

Subject : sankyu

Sankyu emailmu. Mulai kemarin kita berteman ya.

Ryu menekan tombol send. Terkirim.

Mu chan, apa kau marah melihat aku mendekati gadis lain? Aku rasa aku menyukainya Mu chan. Hontoo ni gomen nasai Mu chan

From : yuki.suetsugu

To : ryu-moriro

Subject : Re:sankyu

Hai Ryu chan, nanti sepulang sekolah kita bermain di tempat kemarin ya. Ku tunggu.

Hati Ryu serasa berbunga-bunga, namun ia tidak mau mengatakannya terlalu cepat. Memang Yuki lebih tomboy dibanding dengan Mu chan yang feminim. Namun keceriaan dan wajah Yuki sama percis dengan Mu chan.

“Konichiwa” Ryu menghampiri Yuki yang sudah duduk dibawah jembatan.

“Aku membawa bento. Makanlah” Yuki menyodorkan bento yang telah dia siapkan. Wajah Yuki tampak manis.

Mu chan, aku ingat bento pertamamu, rasanya enak sekali dapat disuapi makan bento olehmu.

“Ryu chan? Daijobu ka? Kau melamun?” Yuki sedikit mengguncang tubuh Ryu.

“Eh? Daijobu, bentomu enak” Ryu terus mengunyah sambil menatap ke atas langit.

“Cuaca cerah ya, aku teringat pada Mu chan” Ryu bergeming. Kini wajah Yuki berubah menjadi sedikit murung.

“Hmm, Mu chan ya? Ku rasa dia akan lebih bahagia jika melihatmu bahagia dan tidak murung karena memikirkannya” Yuki mencoba mengalihkan perhatian dan membuat Ryu tersenyum.

“Eh? Kau benar Yuki chan, kau hebat ya. Mengerti sekali. Hahahaha” Ryu tertawa disusul dengan tawaan malu dari Yuki.

“Lihat, awanya indah” Ryu menunjuk keatas.

“Hai. Indah” Ryu tersenyum dan memejamkan matanya sebentar.

“Ryu, bayangkanlah jika Mu chan sedang memperhatikanmu dan dia berkata ‘Aku senang sekali melihat Ryu bahagia dan tersenyum. Ku mohon Ryu chan selalulah bahagia dan selalulah terseyum wakalu tanpaku, ku yakin kau bisa’” Yuki mencoba menghipnotis Ryu.

“Hai Yuki chan, kau benar sekali. Baiklah aku berjanji aku akan selalu bahagia dan tersenyum” Ryu bangkit dan langsung memeluk Yuki. “Sankyu Yuki chan” Wajah Yuki berubah menjadi merah. “Gomen na” Ryu tertawa atas aksinya yang tadi. Yuki hanya tersenyum manis.

***

“Yuki chan, Chuuuuuu” Ryu mengecup pipi Yuki.

“Ryu, aku malu” Yuki hanya tertunduk.

“Jadi, kau akan menerimaku kan? Kau juga menyukaiku kan? Ajo jawab” Ryu memeluk Yuki dari belakang. Yuki hanya tertunduk, wajahnya memerah.

“Tanpa harus mengatakannya pun kau sudag tau jawabannya kan?” Yuki tersenyum dan melepaskan pelukan Ryu.

“Tapi aku mau mendengarnya. Ku mohon” Ryu menggenggam tangan Yuki.

“Hmmm, Kimi ga daisuki yo” Yuki tertunduk lagi, wajahnya semaikn memerah.

“Yeeeeessssss” Ryu loncat kegirangan lalu memeluk Yuki erat.

“Kimi ga daisuki mo Yuki chan” Ryu berbisik ditelinga Yuki.

“Ryu chan, aku boleh meminta sesuatu?” Yuki melepas pelukannya dari Ryu, namuan Ryu tetap memeluknya.

“Lepaskanlah pelukan ini, kau bisa membunuhku” Ryu melepaskan pelukannya lalu tersenyum manis pada Yuki.

Cerita cinta memang selalu mewarnai kehidupan umat manusia dibumi ini.

 

(FF pesenan tadi pagi dari Mi chan, gomen kalo banyak salah-salah ketik atau kata-kata yang nyeleneh, ya namanya juga penulis FF amatir) hahahaha.

Sekian ~Terima Kasih~

Fanfiction 'Love Story'

Fanfiction

Title : Love Story

Genre : Romantis

Pemain : Morimoto Ryutaro

Morimoto Shintaro

 

Musim semi yang indah ini Ryu tetap menutup diri, padahal cuaca diluar sangat indah sekali.

“Nii-chan, ayolah keluar. Mau sampai kapan?” Shin menarik-narik selimut yang menutupi wajah Ryu.

“Ah. Baka yo Shintaro, sana pergi!” Ryu menarik lagi selimutnya. Sedikit menampis Shin.

“Nii-chan” Shin malah naik keatas kasur, lalu membenamkan diri dibalik selimut Ryu. Manjanya shin terlihat sudah.

“Uhhhh” Ryu membuka selimutnya. Lalu beranjak dari kasur. “Mandi sana, cium itu badanmu, bau sekali” Ryu meninggalkan Shin menuju kamar mandi. Sementara Shin mencium satu-persatu sisi badannya.

“Aku tidak bau ko Nii-chan”

Ku rasa semuanya berubah, tangan yang biasa ku genggam, kini tidak lagi menjadi peganganku.

“Ryu chan, lihat deh. Mu chan menunjuk kearah kerumunan orang di taman.

“Eh? Ada apa ya? Ramai sekali” Ryu menggandeng  tangan Mu chan menuju keramaian di taman kota.

“Oh, ku kira ada apa, ternyata takoyaki keliling. Tapi ko ramai sekali ya?” Mu chan mencoba berjinjit mencari tahua ada apa dibalik kerumunan orang yang menutupi mobil takoyaki it.

“Aaa Itaiii. Sakit Mu chan” Ryu meringis kesakitan, kakinya terinjak oleh Mu.
“Eh? Wajahmu lucu Ryu chan” Mu tertawa, disusul dengan tawa dari bibir Ryu. “Ah ayolah pulang saja. Ryu menggandeng tangan Mu.

Sepanjang jalan, aku ingin terus bersama dengan Mu chan, aku ingin terus menggandeng tangan Mu chan, Mu chan manis sekali.

***

“Dia, memang hanya dia, ku selalu memikirkannya, tak pernah ada habisnya. Benar dia benar hanya dia ku slalu menginginkannya, genggaman dari tangannya. Mungkin hanya dia harta yang paling indah diperjalanan hidupku.” Ryu bergeming dalam hati menusuri indahnya jalanan dimusim semi. Sakura gugur diatas kepalanya, indah sekali. Tapi tidak seindah hatinya.

“Ryu, kau disini nak?” Sensei Angi duduk dibangku jalan tepat disamping Ryu yang tengah terdiam. Ryu hanya mengangguk. Sesekali dia menatap keatas.

“Daijobuka Ryu chan?” Sensei Angi menatap Ryu lekat. Ryu hanya terdiam.

“Okaasama, ini ubi bakarnya” Seorang gadis muda menghampiri Sensei Angi.

“Ryu chan, kenalkan ini Yuki, anakku” Mata Ryu terbelalak melihat Yuki.

“Morimoto Ryutaro desu. Yoroshiku onegaishimasu” Ryu bangkit dan melakukan ojigi.

“Ryu, kami harus pulang. Jaa” Sensei Anri melambaikan tangan disusul dengan senyuman manis dari Yuki.

Dia, apa dia yang dikirim Tuhan untuk ku? Wajahnya mirip dengan Mu chan .Ah, tidak mungkin. Dulu Mu chan juga bilang seperti itu, tapi kenyataannya?

“Aku pesan takoyaki satu dan cream soda” Ryu duduk disebuah kedai takoyaki. Mencoba menenangkan pikirannya yang kacau.

“Ini, silakan” Penjaga kedai yang tidak lain adalah teman sekelas sekaligus sahabat Ryu, Ryosuke.

“Tumben Ryu chan, kau kemari” Ryo mencoba ramah pada Ryu, meski bersahabat mereka sering sekali bertengkar.

“Sudah sana kau kerja saja” Ryu malah mengusir Ryo.

“Aku sudah tidak ada pekerjaan. Wajahmu murung, kenapa? Ceritalah” Ryo merangkul bahu Ryu.

“Aku teringat pada” Ryu menggantungkan ucapannya.

“Mu chan ne? mau sampai kapan Ryutaro? Dia bukan ditakdirkan untukmu. Sadarlah , lagi pula bukan hanya dia wanita didunia ini. Kau ini tampan Ryu chan, pasti banyak wanita yang suka padamu.

Semilir angin dikedai ini mengingatkan aku padamu Mu chan, dulu kita sering sekali makan disini, meski tidak tahan dengan ejekan Ryo, namun bila bersama Mu chan hidupku menjadi indah, ejakan dari Ryo pun berubah menjadi ejekan yang indah. Namun kini tidak lagi.

***

“Ryo, aku pesan takoyaki dan cream soda 2 ya” Mu langsung menghampiri Ryo yang sedang membereskan meja lain.

“Gadis Ryu, apa tidak ada pelayan lain? Sampai harus aku yang melayani, kalian memang pasangan aneh.

“Kami hanya mau dilayanin oleh Ryo chan, agar kau menjadi sibuk” Ucapan usil Ryu membuat bibir manis Ryo maju tiga cm.

“Silakan tuan dan nyonya” Ryo mengantarkan dengan senyum yang terlihat dipaksa. Ryu dan Mu hanya bisa tertawa melihat tingkah Ryo yang lucu.

“Mu chan, Suki deshita yo” Ryu mengenggam tangan Mu.

“Atashi mo, kita akan selalu bersama kan Ryu chan?” Wajah polos dengan senyum itu membuat  hati Ryu berbunga-bunga. Gadis  yang dia kenal saat masuk sekolah di SMU itu kini telah menjadi pacarnya. Ryu dan MU selalu bersama.

“Sumimasen” Ryu mengetuk pintu rumah Mu.

“Maaf, Mu chan sedang ada dirumah sakit” Mata Ryu terbelalak. Dengan penuh tenaga dia berlari menuju rumah sakit.

“Mu chan, kau?” Mu chan sudah sadar, kata dokter dan Okaasama dia terjatuh dan tak sadarkan diri.

“Iya Ryu chan, aku menidap kanker tulang belakang stadium akhir. Aku bisa hidup sampai sekarang saja itu sudah merupakan mukzijad yang sangat luar biasa.aku pun bisa bertahan ini semua karena mu. Aku tak mau merusak kebahagiaan mu.” Cairan  bening menetes dari mata Mu. Wajah Ryu seperti tak sanggup melihtanya. Ryu mendekap Mu, tak terasa air mata Ryu juga menetes. Dua bulan setelah kejadian itu, Mu pergi untuk selama-lamanya dan menyisahkan luka yang amat dalam bagi Ryu.

***

“Kau bilang kita akan selalu bersama Mu chan, tapi mengapa kau pergi meninggalkan ku? Mu chan kimi ga daisuki” Ryu berteriak dipinggir jembatan dekat sekolah.

“Ano, sumimasen. Kau murid ibuku bukan?” Yuki menghampiri Ryu.

“Eh? Hai” Ryu mengagguk.

“Kenapa kau berteriak disini?” Ucapan Yuki membuat wajah Ryu memerah. Ryu membalikkan badannya, lalu menceritakan semuanya pda Yuki.

“Ah, aku ingin menagis mendengarnya. Aku yakin, seseorang pasti ditakdirkan untukmu Ryu chan. Aku tak pernah sedih meski aku tidak mempunyai pacar. Ehehehe” Yuki tersenyu manis pada Ryu sembari memainkan rambutnya yang ikal.

“Eh? Kenapa kau tidak pacaran? Kau kan cantik?” Ryu terbata mengucapkannya. Wajah Yuki memerah.

“Entahlah, aku hanya ingin menikmati bersama temanku” lagi-lagi Yuki tertawa. Yuki sosok yang periang.

“Kalau ada lelaki yang menyatakan perasaanya padamu, apa kau akan menerimanya?” Wajah Ryu semakin memerah.

“Jika aku juga menyukainya, mungkin. Tapi kalau aku tidak menyukainya ya tidak mungkin” Yuki membuat Ryu sedikit bingung.

“Aku bingung oleh jawabanmu” Yuki tertawa mendengar ucapn Ryu. Ryu hanya tertunduk lesu.

“Initnya sih ya begitu” Yuki tertawa lagi. Kali ini Ryu juga tertawa.

Untuk pertama kalinya aku bisa merasakan rasanya tertawa lepas setelah kehilanganmu Mu chan, apakah kau marah jika aku bermain dengan gadis lain? Aku hanya bermain dan bercerita padanya ko Mu chan.

***

“Nii-chan, lihat sudah jam berapa” Shin menunjukan jam beker kecil miliknya. Ryu terlonjak kaget melihat jam yang duah menunjukan puku 7.45.

“Kenapa kau tidak membagunkan ku Shin?” Ryu segera berlari menuju kamr mandi.

“Kau kan memang susah dibangunkan, aku sudah membangunkanmu berkali-kali. Malah Okaasama menyuruhku menyirammu” Shin mengejek Ryu yang sedang panik.

“Ah Bagero!” Ryu menggedor pintu kamar mandi dari dalam untuk mengusir Shin.

“Ohayoo, Itte kimasu” Ryu selonong boy dari rumah, meninggalkan Shin, padahal sekolah mereka satu arah, namun Ryu lebih jauh dari rumah.

“Itte rasshai” Suara Okaasama terdengar ditelinga Ryu. Namun Ryu tidak memperdulikannya. Entah mengapa hari ini Ryu bersemangat sekali untuk pergi sekolah. Dia berharap dapat bertemu dengan Yuki lagi.

“Ohayo Ryu chan, Ini ada titpan dari Yuki” Sensei Angi memberi sebuah surat.

“Ohayou gozaimasu. Ah, sankyu sensei” Ryu mengambil surat itu, berjalan menuju kelasnya.

Ryu chan ini alamat e-mail ku. yuki.suetsugu

“Apa? Isi suratnya hanya seperti itu?” Ryu mengambil ponselnya. Ryu mulai mengetik.

From : ryu-moriro

To : yuki.suetsugu

Subject : sankyu

Sankyu emailmu. Mulai kemarin kita berteman ya.

Ryu menekan tombol send. Terkirim.

Mu chan, apa kau marah melihat aku mendekati gadis lain? Aku rasa aku menyukainya Mu chan. Hontoo ni gomen nasai Mu chan

From : yuki.suetsugu

To : ryu-moriro

Subject : Re:sankyu

Hai Ryu chan, nanti sepulang sekolah kita bermain di tempat kemarin ya. Ku tunggu.

Hati Ryu serasa berbunga-bunga, namun ia tidak mau mengatakannya terlalu cepat. Memang Yuki lebih tomboy dibanding dengan Mu chan yang feminim. Namun keceriaan dan wajah Yuki sama percis dengan Mu chan.

“Konichiwa” Ryu menghampiri Yuki yang sudah duduk dibawah jembatan.

“Aku membawa bento. Makanlah” Yuki menyodorkan bento yang telah dia siapkan. Wajah Yuki tampak manis.

Mu chan, aku ingat bento pertamamu, rasanya enak sekali dapat disuapi makan bento olehmu.

“Ryu chan? Daijobu ka? Kau melamun?” Yuki sedikit mengguncang tubuh Ryu.

“Eh? Daijobu, bentomu enak” Ryu terus mengunyah sambil menatap ke atas langit.

“Cuaca cerah ya, aku teringat pada Mu chan” Ryu bergeming. Kini wajah Yuki berubah menjadi sedikit murung.

“Hmm, Mu chan ya? Ku rasa dia akan lebih bahagia jika melihatmu bahagia dan tidak murung karena memikirkannya” Yuki mencoba mengalihkan perhatian dan membuat Ryu tersenyum.

“Eh? Kau benar Yuki chan, kau hebat ya. Mengerti sekali. Hahahaha” Ryu tertawa disusul dengan tawaan malu dari Yuki.

“Lihat, awanya indah” Ryu menunjuk keatas.

“Hai. Indah” Ryu tersenyum dan memejamkan matanya sebentar.

“Ryu, bayangkanlah jika Mu chan sedang memperhatikanmu dan dia berkata ‘Aku senang sekali melihat Ryu bahagia dan tersenyum. Ku mohon Ryu chan selalulah bahagia dan selalulah terseyum wakalu tanpaku, ku yakin kau bisa’” Yuki mencoba menghipnotis Ryu.

“Hai Yuki chan, kau benar sekali. Baiklah aku berjanji aku akan selalu bahagia dan tersenyum” Ryu bangkit dan langsung memeluk Yuki. “Sankyu Yuki chan” Wajah Yuki berubah menjadi merah. “Gomen na” Ryu tertawa atas aksinya yang tadi. Yuki hanya tersenyum manis.

***

“Yuki chan, Chuuuuuu” Ryu mengecup pipi Yuki.

“Ryu, aku malu” Yuki hanya tertunduk.

“Jadi, kau akan menerimaku kan? Kau juga menyukaiku kan? Ajo jawab” Ryu memeluk Yuki dari belakang. Yuki hanya tertunduk, wajahnya memerah.

“Tanpa harus mengatakannya pun kau sudag tau jawabannya kan?” Yuki tersenyum dan melepaskan pelukan Ryu.

“Tapi aku mau mendengarnya. Ku mohon” Ryu menggenggam tangan Yuki.

“Hmmm, Kimi ga daisuki yo” Yuki tertunduk lagi, wajahnya semaikn memerah.

“Yeeeeessssss” Ryu loncat kegirangan lalu memeluk Yuki erat.

“Kimi ga daisuki mo Yuki chan” Ryu berbisik ditelinga Yuki.

“Ryu chan, aku boleh meminta sesuatu?” Yuki melepas pelukannya dari Ryu, namuan Ryu tetap memeluknya.

“Lepaskanlah pelukan ini, kau bisa membunuhku” Ryu melepaskan pelukannya lalu tersenyum manis pada Yuki.

Cerita cinta memang selalu mewarnai kehidupan umat manusia dibumi ini.

 

(FF pesenan tadi pagi dari Mi chan, gomen kalo banyak salah-salah ketik atau kata-kata yang nyeleneh, ya namanya juga penulis FF amatir) hahahaha.

Sekian ~Terima Kasih~

Sabtu, 04 Juni 2011

Fanfiction 'Makan Sendirian'

Mini Fanfiction
Judul : Makan Sendirian
Genre : Romantis atau apalah terserah yang baca


“Risa, capat bangun, kau harus kekolam berenang sekolah kan jam 10? Ayo cepat sarapan” Suara Okaasama terdegar kencang dimension kecil keluarga Morimotot itu. “Huaaaaammmm” Risa keluar dari kamarnya dengan tampang lusuh tak berdaya. “Ayo cepat makan, Okaasama harus beres-beres, Okaasama sudah harus pergi” Lagi-lagi Okaasama berbicara dengan cepat. “Aku selesai” Ryu sianak tengah telah selesai dengan sarapannya. “Aku bisa beres-beres sendiri ko” Risa bergeming malas menatap meja makan. “Aku pergi” Ryu melambaikan tangan setelah membenarkan posisi tas selempangnya. “Mau kemana kau Ryutaro?” Risa masih dengan tatapan malasnya encoba menyapa adiknya. “Aku sudah ada janji dengan Natsune chan dan mamanya, kami akan menonton bioskop dan Shin ada latihan baseball disekolahnya” Ryu berlalu sambil menggandeng tangan Shin. “Otoosan, tolong bereskan perlengkapan” Okaasama sibuk dengan dandanannya. “Risa, sarapan ya! Dikulkas ada yogurt jangan lupa kunci pintu kalau mau pergi. Kami berangkat” Seiring tutupan pintu karena sekarang semua penghuni mansion kecil itu telah lenyap bagai detelan bumi. “Huaaaammm, aku makan” Cluuurr Risa menuangkan susu kedalam gelasnya. “Coba aku bangun lebih pagi dan sarapan bersama” Risa melirik jam yang ada tepat didepan ruang makan. “Masih jam 8.15, tidur sebentar lagi, ah” Risa pun membaringkan dirinya di sofa ruang tamu. “Wuaaaaaahhhh! Jam 9.40 menit! Makan secuil roti aja deh, sudah harus pergi sekarang!” Dengan paniknya Risa pun berangkat kekolam renang sekolah. “Ohayou Morimoto kun” Disebrang kolam sudah ada Ryosuke dan Yuma yang sedang pemanasan. “Ohayou. Hari ini yang ikut sedikit ya?” Risa memasang topi dan kaca mata renagnya. “Iya, yang lain pergi, dan yang lainnya lagi les” Priiittttttttt peluit pa Ono terdengar tanda berkumpul. “Hari ini kita belajar berenang gaya dada!” Semua siswa dan siswipun masuk kedalam kolam dan mulai berenang. “Paaannnaaasss, aku lapar” Risa berpegangan dipinggiran kolam. “Eh? Morimoto kun wajahmu pucat!” Risa naik dari atas kolam, ukh, bruuuuuuuukk. “Morimoto kun” Semua murid serentak berteriak.
“Kau tak sarapan? Berenang itu menghabiskan banayk energi” Bu Akane adalah guru kesehatan disekolah, beliau member Risa susu sebagai pengganti makanan. “Pulang nanti, kau harus makan lalu istirahat”. “Kau nga apa-apa?” Yuma menunggu didepan pintu ruang kesehatan. “Yuma, kami dulan ya!” Ryosuke mengejek Yuma, begitulah sikap Ryosuke, sering sekali menegjek Yuma dan Risa. “Kau nga sarapan? Ko bisa nga sarapan? Kau kan gembul!” Ditengah jalan Yuma mengejek Risa. “Siapa yang gembul” Suara nyaring Risa terdengar melengking di telinga Yuma. “Habis aku sendirian, jadi nga enak makan” Wajah Risa berubah menjadi murung. “Sendirian? Oh, ibumu bekerja, ya?”. “Iya, Ryu lagi kencan, dan Shin lagi latihan baseball. Sudah sampai rumahmu. Jaa” Risa melambaikan tangan. “Jangan lupa makan” Wajah Yuma memerah entah karena malu atau karena apa. “Iya dadah” Risa terus berjalan melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. “Tadaima” Diiringi bel toko klontong milik orang tua Yuma, Yuma masuk kedalam rumah tokonya itu. “Okaeri, Yuma, ada sandwich untukmu” Okaa sama menyuruh Yuma memakan sesuatu yang sudah ia belikan untuk Yuma. “Iya” Yuma menuju meja makan, rupanya dia senasib dengan Risa, harus makan sendirian. “Ah lapar, eh ada kare. Aku harus makan nih” Risa mengambil sisa sarapannya tadi pagi. Aku harus masak kare dengan api yang kecil. Nah, selamat makan” krrriiiikkkkk *hening* “Malas ah kalau sendirian” Risa menggambil tumpukan boneka dikamarnya, lalu menaruhnya disekeliling meja makan. Tingtooong. “Uh siapa sih?” Risa menaikan dahinya. “Ini aku Nakayama” Risa membuka pintu untuk Yuma. “Ada apa?” Risa bertanya sebelum mempersihlakan Yuma masuk. “Makan siang, aku juga sendirian, kita makan bareng yuk?” wajah Risa berubah menjadi berseri “Silakan masuk” Risa langsung menuju meja makan. “Permisi” Yuma melepas sepatunya. “Makan siangmu apa Yuma chan?” Risa menyalahkan kompor. “Sandwich”. “Ku buatkan teh ya? Mau cicipi kare buatan mamaku?” Risa menaruh teko diatas kompor. “Boleh sedikit saja, apa ini?” Yuma menunjuk pada boneka yang terjejer dimeja makan. “Bukan apa-apa ko” Risa membereskan semua bonekannya, mengembalikannya kekamar. “Kau ini kan sudah kelas dua SMU, tingkahmu masih seperti anak-anak saja” Yuma memprotes Risa yang kembali kemeja makan. “Kau mau sandiwchku?” Yuma menyodorkan sandwich buatannya. “Makan berdua rasanya lebih enak ya?” Yuma tersenyum manias pad Risa. “Jam dua nanti ada film bagus”
***
“Hahahahaha” Mereka berdu asik melihat film kartun ditv, mesi sudah besar mereka tetap suka dengan kartun. “Eh? Risa tertidur dipengkuanku, hihihihi wajahnya lucu belepotan kare” Yuma mengelap wajah Risa dengan tissue. “Tadaima. Apa? Kenapa ini? Sejak kapan? Niichan Yuma dan Risa kenapa bisa begini sih?”
“Hihihihi kalian manis sekali” Yuma terkaget melihat Okaasama (ibu dari Risa) berdiri tepat disampingnya sambil tersenyum manis, sementara Risa masih saja tertidur dipangkuan Yuma. Memang Risa gebluk.
~End~

Story : Ono Eriko (Hai Miiko!)

Fanfiction 'Makan Sendirian'

Mini Fanfiction
Judul : Makan Sendirian
Genre : Romantis atau apalah terserah yang baca


“Risa, capat bangun, kau harus kekolam berenang sekolah kan jam 10? Ayo cepat sarapan” Suara Okaasama terdegar kencang dimension kecil keluarga Morimotot itu. “Huaaaaammmm” Risa keluar dari kamarnya dengan tampang lusuh tak berdaya. “Ayo cepat makan, Okaasama harus beres-beres, Okaasama sudah harus pergi” Lagi-lagi Okaasama berbicara dengan cepat. “Aku selesai” Ryu sianak tengah telah selesai dengan sarapannya. “Aku bisa beres-beres sendiri ko” Risa bergeming malas menatap meja makan. “Aku pergi” Ryu melambaikan tangan setelah membenarkan posisi tas selempangnya. “Mau kemana kau Ryutaro?” Risa masih dengan tatapan malasnya encoba menyapa adiknya. “Aku sudah ada janji dengan Natsune chan dan mamanya, kami akan menonton bioskop dan Shin ada latihan baseball disekolahnya” Ryu berlalu sambil menggandeng tangan Shin. “Otoosan, tolong bereskan perlengkapan” Okaasama sibuk dengan dandanannya. “Risa, sarapan ya! Dikulkas ada yogurt jangan lupa kunci pintu kalau mau pergi. Kami berangkat” Seiring tutupan pintu karena sekarang semua penghuni mansion kecil itu telah lenyap bagai detelan bumi. “Huaaaammm, aku makan” Cluuurr Risa menuangkan susu kedalam gelasnya. “Coba aku bangun lebih pagi dan sarapan bersama” Risa melirik jam yang ada tepat didepan ruang makan. “Masih jam 8.15, tidur sebentar lagi, ah” Risa pun membaringkan dirinya di sofa ruang tamu. “Wuaaaaaahhhh! Jam 9.40 menit! Makan secuil roti aja deh, sudah harus pergi sekarang!” Dengan paniknya Risa pun berangkat kekolam renang sekolah. “Ohayou Morimoto kun” Disebrang kolam sudah ada Ryosuke dan Yuma yang sedang pemanasan. “Ohayou. Hari ini yang ikut sedikit ya?” Risa memasang topi dan kaca mata renagnya. “Iya, yang lain pergi, dan yang lainnya lagi les” Priiittttttttt peluit pa Ono terdengar tanda berkumpul. “Hari ini kita belajar berenang gaya dada!” Semua siswa dan siswipun masuk kedalam kolam dan mulai berenang. “Paaannnaaasss, aku lapar” Risa berpegangan dipinggiran kolam. “Eh? Morimoto kun wajahmu pucat!” Risa naik dari atas kolam, ukh, bruuuuuuuukk. “Morimoto kun” Semua murid serentak berteriak.
“Kau tak sarapan? Berenang itu menghabiskan banayk energi” Bu Akane adalah guru kesehatan disekolah, beliau member Risa susu sebagai pengganti makanan. “Pulang nanti, kau harus makan lalu istirahat”. “Kau nga apa-apa?” Yuma menunggu didepan pintu ruang kesehatan. “Yuma, kami dulan ya!” Ryosuke mengejek Yuma, begitulah sikap Ryosuke, sering sekali menegjek Yuma dan Risa. “Kau nga sarapan? Ko bisa nga sarapan? Kau kan gembul!” Ditengah jalan Yuma mengejek Risa. “Siapa yang gembul” Suara nyaring Risa terdengar melengking di telinga Yuma. “Habis aku sendirian, jadi nga enak makan” Wajah Risa berubah menjadi murung. “Sendirian? Oh, ibumu bekerja, ya?”. “Iya, Ryu lagi kencan, dan Shin lagi latihan baseball. Sudah sampai rumahmu. Jaa” Risa melambaikan tangan. “Jangan lupa makan” Wajah Yuma memerah entah karena malu atau karena apa. “Iya dadah” Risa terus berjalan melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. “Tadaima” Diiringi bel toko klontong milik orang tua Yuma, Yuma masuk kedalam rumah tokonya itu. “Okaeri, Yuma, ada sandwich untukmu” Okaa sama menyuruh Yuma memakan sesuatu yang sudah ia belikan untuk Yuma. “Iya” Yuma menuju meja makan, rupanya dia senasib dengan Risa, harus makan sendirian. “Ah lapar, eh ada kare. Aku harus makan nih” Risa mengambil sisa sarapannya tadi pagi. Aku harus masak kare dengan api yang kecil. Nah, selamat makan” krrriiiikkkkk *hening* “Malas ah kalau sendirian” Risa menggambil tumpukan boneka dikamarnya, lalu menaruhnya disekeliling meja makan. Tingtooong. “Uh siapa sih?” Risa menaikan dahinya. “Ini aku Nakayama” Risa membuka pintu untuk Yuma. “Ada apa?” Risa bertanya sebelum mempersihlakan Yuma masuk. “Makan siang, aku juga sendirian, kita makan bareng yuk?” wajah Risa berubah menjadi berseri “Silakan masuk” Risa langsung menuju meja makan. “Permisi” Yuma melepas sepatunya. “Makan siangmu apa Yuma chan?” Risa menyalahkan kompor. “Sandwich”. “Ku buatkan teh ya? Mau cicipi kare buatan mamaku?” Risa menaruh teko diatas kompor. “Boleh sedikit saja, apa ini?” Yuma menunjuk pada boneka yang terjejer dimeja makan. “Bukan apa-apa ko” Risa membereskan semua bonekannya, mengembalikannya kekamar. “Kau ini kan sudah kelas dua SMU, tingkahmu masih seperti anak-anak saja” Yuma memprotes Risa yang kembali kemeja makan. “Kau mau sandiwchku?” Yuma menyodorkan sandwich buatannya. “Makan berdua rasanya lebih enak ya?” Yuma tersenyum manias pad Risa. “Jam dua nanti ada film bagus”
***
“Hahahahaha” Mereka berdu asik melihat film kartun ditv, mesi sudah besar mereka tetap suka dengan kartun. “Eh? Risa tertidur dipengkuanku, hihihihi wajahnya lucu belepotan kare” Yuma mengelap wajah Risa dengan tissue. “Tadaima. Apa? Kenapa ini? Sejak kapan? Niichan Yuma dan Risa kenapa bisa begini sih?”
“Hihihihi kalian manis sekali” Yuma terkaget melihat Okaasama (ibu dari Risa) berdiri tepat disampingnya sambil tersenyum manis, sementara Risa masih saja tertidur dipangkuan Yuma. Memang Risa gebluk.
~End~

Story : Ono Eriko (Hai Miiko!)

Rabu, 25 Mei 2011

Hangat Ditengah Dingin

Pagi ini dingin sekali.


R : *keluar kamar. Ohayooouuu. Bergidik sambil terus ngebalut diri dibawah selimut.

S : Hachuu *ambil tissue bersihin ingus yang muncrat.

M : Ohayo. dingin skali. pake jaket tiga lapis.

Okaasama : cepat sarapan, nanti alian telat.

Kami makan sarapan yang suadah dibuatkan okaasama.

Berrrrrrrrr begitu buka pintu, angin langsung nyapa kita bertiga.

Ryu : aku mau ambil jaket lagi.

Yua datang dengan jaket kesayangannya, pemberian dariku.

Yuma : Ohayou.

Me : *senyum. dingin sekali.

Ryu : ayo.

Kami semua berjalan beriringan.

Yuma : *gandeng tanganku. Hnagat kan? atau mau kupeluk?

Me : iya. hmmm, aku malu dengan Ryu dan Shin.

Yuma : *meluk badanku.

Aku bisa merasakan hangatnya tubuh Yuma, aku mendengar detak jantungnya. aku merasakan aliran darahnya. darah seseorang yang mencintaiku. Nakayama Yuma.

Hangat Ditengah Dingin

Pagi ini dingin sekali.


R : *keluar kamar. Ohayooouuu. Bergidik sambil terus ngebalut diri dibawah selimut.

S : Hachuu *ambil tissue bersihin ingus yang muncrat.

M : Ohayo. dingin skali. pake jaket tiga lapis.

Okaasama : cepat sarapan, nanti alian telat.

Kami makan sarapan yang suadah dibuatkan okaasama.

Berrrrrrrrr begitu buka pintu, angin langsung nyapa kita bertiga.

Ryu : aku mau ambil jaket lagi.

Yua datang dengan jaket kesayangannya, pemberian dariku.

Yuma : Ohayou.

Me : *senyum. dingin sekali.

Ryu : ayo.

Kami semua berjalan beriringan.

Yuma : *gandeng tanganku. Hnagat kan? atau mau kupeluk?

Me : iya. hmmm, aku malu dengan Ryu dan Shin.

Yuma : *meluk badanku.

Aku bisa merasakan hangatnya tubuh Yuma, aku mendengar detak jantungnya. aku merasakan aliran darahnya. darah seseorang yang mencintaiku. Nakayama Yuma.

Senin, 23 Mei 2011

Kami Mau Tahu

I want you

I need you.

Yo'r so cool.

Take it true. Ganbaretsugo !!

*yeyeyeye narinari ala ganbaretsugo.

Abis karokean bareng 2 adik gila yay siapa lagi Morimoto Ryuaro n Morimoto Shintaro. ditengah jalan si Ryu bisikbisik ama shin tautau

S : neechan, kalau pacaran sama Yuma chan ngapain aja sih?

M : *mata jadi belo. Eh? Nande?

R : Aku dan SHin hanya mau tahu Neechan.

M : *mata makin belo,jitak kepala Ryu. ini psti kerjaan mu BAKA!

S : ayolah Neechan, kami kan sudah seharusnya tahu tentang hal itu.

M : *gak bisa nolak ajakan mereka. Oke, frist time I wanna know why you want know?

S n R : Gak Ngerti.

M : kenapa kalian mau tahu?

S : kan sudah ku jelaskan tadi.

R : apa yang kau lakukan selama bersama dengan Yuma chan?

M : Aku melakukan... *liatin muka Ryu n Shin yang gak nahan ekspresinya.

1. Saling menyayangi.

2. Salig mengasihi.

3. Saling mengasihi.

R : cuapeee dehhhh. bukan itu maksud kami Neecha, Hug, Kissu, Hentai? *Ryu memajukan bibirnya seperti ingin mencium.

S : *nutup mulut pake tangan. Hentai?

M : Hugu, Kissu adalah bukti rasa sayang kami Otousama. hentai? belum saatnya ne.

Kedua anak itupun menarik nafas lega.

S : Yuma chan adalah lelaki pertamamu ne? apa dia menjadi yang terakhir?

M : I hope. Sudah jangan banyak tanya. kulaporkan pada Okaasama ne?

Anak kecil yang udah mulai dewasa itupun bergidik waktu nyebut kata 'okaasama'. dasar anakanak aneh.

Kami Mau Tahu

I want you

I need you.

Yo'r so cool.

Take it true. Ganbaretsugo !!

*yeyeyeye narinari ala ganbaretsugo.

Abis karokean bareng 2 adik gila yay siapa lagi Morimoto Ryuaro n Morimoto Shintaro. ditengah jalan si Ryu bisikbisik ama shin tautau

S : neechan, kalau pacaran sama Yuma chan ngapain aja sih?

M : *mata jadi belo. Eh? Nande?

R : Aku dan SHin hanya mau tahu Neechan.

M : *mata makin belo,jitak kepala Ryu. ini psti kerjaan mu BAKA!

S : ayolah Neechan, kami kan sudah seharusnya tahu tentang hal itu.

M : *gak bisa nolak ajakan mereka. Oke, frist time I wanna know why you want know?

S n R : Gak Ngerti.

M : kenapa kalian mau tahu?

S : kan sudah ku jelaskan tadi.

R : apa yang kau lakukan selama bersama dengan Yuma chan?

M : Aku melakukan... *liatin muka Ryu n Shin yang gak nahan ekspresinya.

1. Saling menyayangi.

2. Salig mengasihi.

3. Saling mengasihi.

R : cuapeee dehhhh. bukan itu maksud kami Neecha, Hug, Kissu, Hentai? *Ryu memajukan bibirnya seperti ingin mencium.

S : *nutup mulut pake tangan. Hentai?

M : Hugu, Kissu adalah bukti rasa sayang kami Otousama. hentai? belum saatnya ne.

Kedua anak itupun menarik nafas lega.

S : Yuma chan adalah lelaki pertamamu ne? apa dia menjadi yang terakhir?

M : I hope. Sudah jangan banyak tanya. kulaporkan pada Okaasama ne?

Anak kecil yang udah mulai dewasa itupun bergidik waktu nyebut kata 'okaasama'. dasar anakanak aneh.

Sabtu, 21 Mei 2011

Pangeranku

Again.Posting Penyalur kegilaan.


Sabtu siang.

Me : Say want you.take of me. knokknokknok. *lagi asik nyanyi Ganbaretsugonya HS7.

Ryu : *nyodorin telepon. Untuk Neechan.

Me : *ngusir Ryu dari kamar. Moshimoshi. Dareka?

Suara seorang perempuan terdengar disebrang sana.

Perempuan : Moshimoshi. ini Morimoto Lisa desuka?

Me : Hai. Nande yo?

Perempuan : *kedengeran suara tangis. Ku kohon izinkan aku mencintai Nakayama kun.

Me : eh? kenapa tanyakan hal itu padaku?

perempuan : karena aku tidak mungkin menanyakan kepada Nakayama Kun, dia adalah pengeran ku. Ku mohon

Me : *muka BT. bibir maju 10 cm. hubungi aku lagi nanti. bye. Tutup telepon dan langung nelepon Yuma. Moshi.moshi. kau sedang sibuk?

Yuma : Nande? tidak, bicaralah.

Me : seseorang meneleponku, dia hanya bilang "izinkan aku mencintai Nakayama Kun. dia adalah pangeran ku" *pake nada bt.

Yuma : *ketawa bikin kuping pengeng. Hahahaha. *LOL abis. Aku sungguh tak mengerti. Aku tak akan pernah bisa mencintai wanita lain selain dirimu.

Me : lalu apa yang harus aku katakan?

Yuma : katakan dengan jujur, ku tahu kau cemburu. percayalah aku hanya bisa mencintaimu.

Me : entahlah. mungin ada sejuta wanita yang menyukaimu.

Yuma : namun yang kusukai hanya satu ne. dirimu.

Me : hai. Sankyu. Bye.

Nga lama Shin dateng masuk kekamar.

Shin : Neechan ada telepon. *dengan gaya imutnya Shin duduk diatas kasurku.

Me : moshimoshi.

Perempuan : Bagaimana? apa jawab Nakayama Kun?

Me : Entah, dia hanya berkata pada ku  "Aku tak akan pernah bisa mencintai wanita lain selain dirimu" Hontou ni gomen nasai.

Perempuan : *suara tangisnya makin jadi.

Me : Ano? daijobuka?

Tuuuuttttt suara telepon kedengeran kaya diputus gitu aja.

Shin : memang susah Neechan berpacaran dengan Nakayama Kun, diakan kakkoi ne Neechan? pasti banyak wanita yang menyukainya.

Me : Nyenderin dibahu Shin.netesin air mata

Shin : elus-elus rambut

***


Udah benerbener gila ini saya. jangan dipikirkan ne.

Pangeranku

Again.Posting Penyalur kegilaan.


Sabtu siang.

Me : Say want you.take of me. knokknokknok. *lagi asik nyanyi Ganbaretsugonya HS7.

Ryu : *nyodorin telepon. Untuk Neechan.

Me : *ngusir Ryu dari kamar. Moshimoshi. Dareka?

Suara seorang perempuan terdengar disebrang sana.

Perempuan : Moshimoshi. ini Morimoto Lisa desuka?

Me : Hai. Nande yo?

Perempuan : *kedengeran suara tangis. Ku kohon izinkan aku mencintai Nakayama kun.

Me : eh? kenapa tanyakan hal itu padaku?

perempuan : karena aku tidak mungkin menanyakan kepada Nakayama Kun, dia adalah pengeran ku. Ku mohon

Me : *muka BT. bibir maju 10 cm. hubungi aku lagi nanti. bye. Tutup telepon dan langung nelepon Yuma. Moshi.moshi. kau sedang sibuk?

Yuma : Nande? tidak, bicaralah.

Me : seseorang meneleponku, dia hanya bilang "izinkan aku mencintai Nakayama Kun. dia adalah pangeran ku" *pake nada bt.

Yuma : *ketawa bikin kuping pengeng. Hahahaha. *LOL abis. Aku sungguh tak mengerti. Aku tak akan pernah bisa mencintai wanita lain selain dirimu.

Me : lalu apa yang harus aku katakan?

Yuma : katakan dengan jujur, ku tahu kau cemburu. percayalah aku hanya bisa mencintaimu.

Me : entahlah. mungin ada sejuta wanita yang menyukaimu.

Yuma : namun yang kusukai hanya satu ne. dirimu.

Me : hai. Sankyu. Bye.

Nga lama Shin dateng masuk kekamar.

Shin : Neechan ada telepon. *dengan gaya imutnya Shin duduk diatas kasurku.

Me : moshimoshi.

Perempuan : Bagaimana? apa jawab Nakayama Kun?

Me : Entah, dia hanya berkata pada ku  "Aku tak akan pernah bisa mencintai wanita lain selain dirimu" Hontou ni gomen nasai.

Perempuan : *suara tangisnya makin jadi.

Me : Ano? daijobuka?

Tuuuuttttt suara telepon kedengeran kaya diputus gitu aja.

Shin : memang susah Neechan berpacaran dengan Nakayama Kun, diakan kakkoi ne Neechan? pasti banyak wanita yang menyukainya.

Me : Nyenderin dibahu Shin.netesin air mata

Shin : elus-elus rambut

***


Udah benerbener gila ini saya. jangan dipikirkan ne.

Jumat, 20 Mei 2011

KUALAT

POSTING GAZE PENYALUR KEGILAAN


Pagi ini ada yang beda sama dua orang adik gila yup, Ryu dan Shin. siapa lagi coba? biar kata tu anak dua pada kawaii setengah mati, tapi bakanya gak ketolongan.

Me : abis mandi, langsung keluar kamar n stay di meja makan.

Shin : Neechan *pasang muka ngeri

Ryu : *ketawa ampe ngakak

Me : Nani? *sambil benerin dasi yang mencong.

Ryu : *geret aku ke depan kaca.

Me : Astaga *kaget nganga langsung. apa ini? jerawat ku besar sekali. ihhh *panik gak karuan

Shin : Neechan sih. *pasang tampang bersalah. Jadi gini Niichan, semalam. belom selesai Shin ngomong si Ryu udah nyamber.

Ryu : Udah tau Shin, semalam kalian baca ff tentang penyebab jerawatku ne? ketawa ampa Neechan nagis ne? *senyum licik

Shin : *nganguk ngerasa bersalah.

Me : *pasang tampang super kesel. bibir maju tiga senti.

Ryu : Neechan, rasakanlah.

Me : ngejar Ryu ampe bikin gaduh seisi rumah.

Begitu deh kejaian aneh. tapi sumpah minna. ini tuh kejaian nyata. kemarin malem aku emang baca ff itu. ketawa ampe nagis juga. pas bangun pagi udah ada jerawat dipipi kanan. gede lagi. padahal udah mati-matian buat ngejaga supaya gak jerawatan (lagi).

Huuaaahhh.. gomen nasai ne Ryutaro. gak ada maksud ko ^^

KUALAT

POSTING GAZE PENYALUR KEGILAAN


Pagi ini ada yang beda sama dua orang adik gila yup, Ryu dan Shin. siapa lagi coba? biar kata tu anak dua pada kawaii setengah mati, tapi bakanya gak ketolongan.

Me : abis mandi, langsung keluar kamar n stay di meja makan.

Shin : Neechan *pasang muka ngeri

Ryu : *ketawa ampe ngakak

Me : Nani? *sambil benerin dasi yang mencong.

Ryu : *geret aku ke depan kaca.

Me : Astaga *kaget nganga langsung. apa ini? jerawat ku besar sekali. ihhh *panik gak karuan

Shin : Neechan sih. *pasang tampang bersalah. Jadi gini Niichan, semalam. belom selesai Shin ngomong si Ryu udah nyamber.

Ryu : Udah tau Shin, semalam kalian baca ff tentang penyebab jerawatku ne? ketawa ampa Neechan nagis ne? *senyum licik

Shin : *nganguk ngerasa bersalah.

Me : *pasang tampang super kesel. bibir maju tiga senti.

Ryu : Neechan, rasakanlah.

Me : ngejar Ryu ampe bikin gaduh seisi rumah.

Begitu deh kejaian aneh. tapi sumpah minna. ini tuh kejaian nyata. kemarin malem aku emang baca ff itu. ketawa ampe nagis juga. pas bangun pagi udah ada jerawat dipipi kanan. gede lagi. padahal udah mati-matian buat ngejaga supaya gak jerawatan (lagi).

Huuaaahhh.. gomen nasai ne Ryutaro. gak ada maksud ko ^^