Fanfiction
Title : Oretachi Wa Kaze Ni Aeta Toki
Genre : Romance -______-
Ratting : PG, nyerempet NC dikit.
Author : Lisa Wulan Novianti
Char : Daiki Shigeoka (7WEST) x Fujii Yuuki (OC) , Ryusei Fujii (7WEST) x Kyouya Kenichi (OC),Nozomu Kotaki (7WEST) X Yanagi Riisa (OC) dan segelintir orang lewat lebih tepatnya anak 7WEST

SEBELUMNYA HARAP DIMENGERTI YA~ INI FF ALURNYA MAJU MUNDUR GITU YAAAA~
============== (garis pembatas antar alur) +++++++++++ (garis pembatas antar POV) :ngakak
Oretachi Wa Kaze Ni Aeta Toki
Yuuki mengeluarkan kameranya dari dalam poket itu. Lalu mengatur lensanya agar pas dengan sesosok objek yang sedang dia bidik disebrang sana. Wajah Yuuki yang memang Photograper lepas itu sangat serius. Dia memang begitu mencintai hobbi sekaligus pekerjaannya itu. Button itu dia tekan berkali-kali. Objeknya masih sama. Sesosok orang disebrang sana.
“Yuuki chan. Sedang apa?” Tanya Ottosannya, Ryusei. Ryusei bukanlah ayah kandung Yuuki, dia hanya seorang yang mengangkat Yuuki sebagai anaknya.
Yuuki menggeleng dengan cepat, lalu menyembunyikan kamera dari ayahnya itu. Yuuki diam, lalu tersenyum ketus pada ayahnya.
“Ottosan, boleh aku melanjutkan sekolah disana?” Tanyanya sambil menatap universitas didepannya. Pandangan Yuuki pun tak luput dari bebrapa orang pria yang sedang asik berbincang-bincang didepan universitas itu.
Wajah Ryusei sedikit bingung. Lalu tersenyum pada Yuuki. Tapi sesaat ada tatapan tidak percaya akan keinginan Yuuki. “Tidak, kau harus melanjutkan ke universitas pilihan ku Yuuki” Jelas Ryusei.
Yuuki membuang pandangannya dari ayahnya yang umurnya pun tidak terlalu jauh dengan Yuuki itu. Harusnya Ryusei tidak dipanggil ayah oleh Yuuki, selain Yuuki bukan anak kandung Ryusei, Ryusei juga masih sangat muda untuk dipanggil seorang ayah.
Yuuki melangkahkan kakinya menjauhi Ryusei. Sontak Ryusei pun mengejarnya.
“Yuuki, kau ini sama sekali tidak seperti ibumu ya” Ucap Ryusei sambil berjalan disebelah Yuuki.
“Hah? Ibu? Aku tidak tau apa itu ibu, memangnya aku punya ibu? Selama belasan tahun aku tidak pernah melihat sosok seorang ibu!” Bentak Yuuki dihadapan Ryusei.
Ryusei membalasnya dengan senyuman. Lalu menggelengkan kepalanya. Semenjak lahir, Yuuki diurus oleh obaachan, ibu dari Ryusei.
Yuuki masih berjalan terus, menuju universitas tadi. “Kau suka pada lelaki disana ya?” Tanya Ryusei menebak.
“Nani? Baka Janai! Sama sekali tidak. Lagi pula lelaki konyol seperti dia mana pantas disukai” Jawab Yuuki ketus.
Lagi-lagi Ryusei hanya tersenyum. Mana mungkin Yuuki bisa berbohong padanya. Sejak dulu sifat Yuuki yang tidak pernah mengenal sosok ibu itu selalu dingin, mirip dengan sifat Ryusei dulu.
=====================================================================================
“Ryusei. Aku boleh berkata sesuatu?” Tanya Kenichi yang tiba-tiba menghampiri Ryusei yang sedang asik membaca buku dibawah pohon. Kenichi sejak dulu memang sudah menyukai Ryusei. Namun sikap Ryusei yang selalu dingin dan ketus membuatnya takut untuk menyatakan perasaannya.
“Nani?” Tanya Ryusei, tatapannya masih tidak teralihkan dari buku yang dibacanya.
“Etto. Apakah kau menyukaiku?” Tanya Kenichi sambil menunduk, wajahnya tampak merah.
Ryusei menatap tajam pada Kenichi, lalu menggeleng dengan yakin. Sekejap, hati Kenichi bagai terkena bom atom, hancur berkeping-keping. Sebenarnya Ryusei menyukai Kenichi, namun dia masih tidak mau mencintai seorang perempuan, trauma beberapa tahun lalu membuatnya tidak ingin mengenal perempuan lagi. Ryusei sadar apa yang dia lakukan itu salah, sangat salah. Tidak membiarkan cinta menghampirinya untuk yang kedua kalinya. Padahal hampir satu sekolah tahu kalau Kenichi sangat menyukai Ryusei.