Tampilkan postingan dengan label Keito Okamoto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keito Okamoto. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2011

Fanfiction 'Who Are You?'

Fanfiction

Title                 : Who Are You?

Genre              : Romance Fantasi

Ratting            : PG *masih puasa

Author            : Lisa Wulan Novianti

Cast                   : Keito Okamoto (HSJ),



Morimoto Lisa (OC)

WHO ARE YOU?


Ohayou. Ohayou. Ohayou. Ohayoooooooooooouuuuuuuuuuuuu.

Aku membuka mata ku yang rasanya masih ingin merapat, aku mencari dimana ponselku yang sedari tadi berbunyi dengan nyaringnya, menngucapkan kata “ohayou” berkali-kali. Aku tahu ini bukan hari libur, dan aku harus pergi sekolah. Tapi harusnya ada sedikit waktu

Sabtu, 13 Agustus 2011

Keito Okamoto My Honey Baka

 
Keito?
Om My god.
Keito. kenapa dia begini sih?
Heh? Lu mau ngapain hah?
Mau nyoba karobatan apa mau bunuh diri hah?
Buseddd ini anak dah~

Senin, 08 Agustus 2011

Fanfiction 'Belive'

Fanfiction

Title                 : BELIVE

Genre              : Romance

Ratting             : PG

Author             : Morimoto Lisa

Cast                 : Keito Okamoto (HSJ)



Fanfiction 'Belive'

Fanfiction

Title                 : BELIVE

Genre              : Romance

Ratting             : PG

Author             : Morimoto Lisa

Cast                 : Keito Okamoto (HSJ)



Jumat, 29 Juli 2011

Fanfiction 'I Am Stupid Boy'

Fanfiction

Title                 : I’am Stupid Boy

Genre              : Romance and a little bit of friendship

Rating              : PG

Author             : Morimoto Lisa

Cast                 :

Morimoto Ryutaro (HSJ),



Fanfiction 'I Am Stupid Boy'

Fanfiction

Title                 : I’am Stupid Boy

Genre              : Romance and a little bit of friendship

Rating              : PG

Author             : Morimoto Lisa

Cast                 :

Morimoto Ryutaro (HSJ),



Sabtu, 02 Juli 2011

Fanfiction 'More Love For You 3-end"

“Tadaima” Keito dan Keisha membuka pintu yang cukup besar dirumah yang memang cukup besar itu.

“Dari mana kalian? Keisha chan, sini” Otosama menarik kasar lengan Keisha.

“What wrong?” Keisha heran.

Fanfiction 'More Love For You 3-end"

“Tadaima” Keito dan Keisha membuka pintu yang cukup besar dirumah yang memang cukup besar itu.

“Dari mana kalian? Keisha chan, sini” Otosama menarik kasar lengan Keisha.

“What wrong?” Keisha heran.

Fanfiction 'More Love For You 3-end"

“Tadaima” Keito dan Keisha membuka pintu yang cukup besar dirumah yang memang cukup besar itu.

“Dari mana kalian? Keisha chan, sini” Otosama menarik kasar lengan Keisha.

“What wrong?” Keisha heran.

Kamis, 23 Juni 2011

Fanfiction 'More Love For You'

Fanfiction

Title : More Love For You

Cast : Kenichi Okamoto



Keito Okamoto



Kento Nakajima



Genre : Family,Romantis, (iya begitulah)

Author : Morimoto Lisa

“Eh? Jadi kau yang telah merebut Otoo sama?” Nada bicara Keisha sangat ketus didepan perempuan yang baru saja ia temui beberapa menit yang lalu. Otoosama sedang menelepon kliennya yang pasti sangat lama. Kebiasaan Otoosama yang membuat Okaasama tidak betah. Mementingkan pekerjaan.

Plaaaakkkk. Tamparan keras itu mendarat dipipi mulus Keisha.

“Kau? Setelah Ayahmu menjadi milikku, kau akan tunduk denganku” Perempuan yang manis didepan Otoosama, berebuah menjadi srigala enerkam manusia.

“Ha? Coba saja!” Keisha berlalu meninggalkan perempuan itu, calon ibu barunya.

“Dimana Keisha?” setelah sekian menit berlalu Otoosama menghampiri wanita tersebut. “Chotto matte ne” Otoo sama keluar dari restoran tempat pertemuan itu. Dan mendapati Keicha disebrang stasiun. “Nande Keisha chan?” Otoosama merangkul Keisha. Keisha hanya diam, telinganya masih tertutup dengan headset. Otoosama melepaskan headsetnya perlahan. “Dengarkan Otoosama. Minggu depan pernikahan akan dilaksanakan. Jadi kau tidak boleh bertingkah aneh. Sekarang masuklah kemobil. Kita akan segera pulang. Keisha menuruti perkataan otoosama.

“Dengar ya, aku tidak akan datang dihari pernikahan itu” Seru Keisha sembari merebahkan dirinya dibangku belakang mobil mewah itu.

WEDDING DAY

Dengan muka datar Keisha menggandeng seorang lelaki bermata sipit. “Are you Keisha? Ku dengar ibumu dari Inggris?” Lelaki sipit itu berbisik ditelinga Keisha. Keisha hanya diam. “Okamoto Keito desu. Aku akan menjadi kakakmu”. Keito masih tetap menggandeng Keisha dengan gandengan  ala kerajaan. Mereka berjalan dibelakang mempelai.

“Jangan seenaknya memakai marga Otoosama. Kau bukan anaknya!” Keisha masih tetap dengan wajah datar.

“Tapi sekarang sudah” Keito berbisik terlalu dekat, bibirnya nyaris menyentuh telinga Keisha.

“Tidak!” Keisha melepaskan gandengan tangan Keito, membuat semua tamu mengalihkan perhatiannya kepada Keisha.

Acara tidak akan batal, janji suci tetap terucap. Kini Keito pun berhak menggunakan marga ‘Okamoto’.

***

“Apa yang kau lakukan?” Otoosama masuk dengan sedikit marah pada Keisha. Otoosama memang seseorang yang tegas.

Keisha masih tetap datar dan pandangannya tidak berpindah dari komik yang sedang diabacanya.

“Keisha, kau mendegarkan Otoosama?” Otoosama sedikit membantak. Lagi-lagi Keisah hanya diam. Otoosama melepaskan headsetnya.

“Eh? Nande Otoosama?” Dengan datar dan pandangannya masih pada komik yang dibacanya.

“Apa yang kau lakukan tadi?” Otoosama merangkul Keisah yang masih dengan wajah datarnya.

Tiba-tiba seorang wanita masuk. “Otoosan, ayo tidur” Perempuan itu merangkul pundak Otoosan.

“Chotto. Pergihlah kekamar duluan, aku akan menyusul” Perempuan itu lalu tersenyum, namun senyumnya berubah saat menatap Keisha.

“Hei. Are you listen me?” Otoosama menatap dalam pada satu-satunya anak kandungnya.

“Yes, Now I wanna sleep. Please go out” Keisha mematikan lampu baca yang tepat ada dimeja sebelah kamarnya. Membenamkan badannya dibalik selimut. Otoosama mengecup kening Keisha. Lalu meninggalkannya. Dibalik selimut air mata Keisha mengalir.

“Ohayou Keisha” Perempuan itu, yang sekarang dipanggil Okaasama oleh Otoosama menyapa manis Keisah yang baru saja turun, dan siap dengan seragamnya. “Makan lah, kau pasti lapar” Perempuan itu menyuruhnya untuk makan.

“Jadi Otoosama, dia akan satu sekolah dengan ku?” Keisha mengambil sepotong roti, bukan makanan dipiring yang sudah disediakan oleh perempuan itu.

“Iya sayang, Keito Niichan akan satu sekolah dengan mu” Perempuan itu mencoba manis didepan Keisha.

“Shut Up Bitch! Aku tak bertanya padamu!” Mendengar ucapan Keisha Otoosama sedikit marah.dan hendak manampar Kesha

“Nani? Tampar saja!” Otoosama menahan tamparannya. Lalu menurunkan tangannya. Tanpa pamit Keisha pergi.

***

Dikelas, Keisha memperkenalkan diri, Menyebutkan nama dan asal sekolahnya. Keisha berasal dari Inggris, dulu, Ibunya orang inggris, namun kini sosok yang biasa Keisha panggil Mom, kini tiada dihadapannya. Mom, memilih untuk berpisah dengen Otoosama.

“jadi kau dari Inggris?” Kento menyapa Keisha yang sedang meminum susu saat makan siang, Kento adalah ketua kelas dikelas Kesha yang baru.

“Lalu apa urusannya denganmu?” Nadanya datar. Sedatar wajahnya yang tanpa ekspresi.

“Eh? Aku kan ketua kelasmu. Ku dengar Niichan mu juga disini ya? Keito Okamoto. Wajah kalian mirip. Hanya Keito Niichan sedikit lebih wajah Jepang, kalau kau lebih kebarat” Kento terus berbicra, tanpa sepatah katapun yang terlontar dari mulut Keisha.

Braaaakkkk. Keisha menggebrak meja. “Dengarkan aku baik-baik dia bukan kakakku!” Kesha lalu meninggalkan Kento yang masih tercengang dengan mulut menganga atas apa yang baru saja terjadi.

“Chotto Keisha chan. Meski aku bukan siapa-siapa, tapi aku ini adalah ketua kelas dan aku tidak akan lupa akan tanggung jawabku” Kento berteriak, namun Keisha hanya tetap berjalan tidak memperdulikan Kento.

Keisha berjalan, semua mata tertuju padanya. Entah karena kecantikannya atau karena Keito berjalan dibelakangnya.

“Pergi kau” Keisha mengeluarkan kata. Keito malah mempercepat lajunya lalu berhenti didepan Keisha.

“Nani? Kau kan adikku” Keito tersenyum manis.

Semua mata masih tertuju pada Keisha dan Keito, Banyak yang tau kalau mereka adik kakak, namun pernyataan itu hanya keluar dari bibir Keito, tidak dari Keisha.

“Cihhh. Aku tidak akan pernah sudi mempunyai kakak seperti mu. Awas!” Keisha menabrak sedikit tubuh Keito. Keito hanya bisa diam. Ditengah berpuluh pasang mata yang metatapnya. Keito menjatuhkan airmata.

***

“Jadi disini rupanya rumahmu?” Kento diam-diam menguntiti Keisha yang pulang sendiri. Kento masih sangat ingin tahu. Bagaimana keadaan Keisha, Kento merasa Keisha adalah tanggung jawabnya saat dikelas. “Besar sekali rumah mu Keisha chan”.

“Sumimasen, Kimi wa Kento desu?” Kento tersentak kaget dibalik tiang listrik tempat dia menguntut. “Apa yang kau lakukan disini?” Kento masih terdiam kaget. Dia tau percis siapa lelaki ini.

“Keito Senpai. Etto.” Kento menggantungkan kalimatnya.

“eh? Kau menguntit ya?” Keito mencoba menebak. Kento semakin panic, tubuhnya berkeringat.

“Etto, aku. Aa. Aku. Hanya ingin tahu bagaimana keluarga Keisha. Gomen” Kento tertunduk dalam malu.

“Ah, ikut aku” Keito menyuruh Kento mengikutinya.

Sepanjang jalan, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka.

“Kita bicara disini saja, biar aku yang traktir” Keito duduk dibangku disebuah café kecil didekat sekolah.

“Aa. Etto Senpai, akuu” Kento menggantungkan kalimatnya lagi.

“Aku dan Keisha memang bukan soudara kandung” Keito memberikan daftar pesanan kepada pelayan.

“Maksud Keito Senpai?” Wajah Kento penasaran.

“Eh, sebelumnya aku ingin kau mengaku, kalau kau suka pada adikku. Sampai kau menguntiti adikku” Keito tersenyum menggoda Kento. Wajah kento malu. Tertunduk lagi, kini wajahnya memerah.

“Ah. Keito Senpai. Baka Janai” Kento semakin tertunduk dalam malu. Dia tidak dapat berkutik.

“Souka, ibuku dan ayahnya menikah, lalu kami menjadi soudara. End” Keito meneguk kopi yang diapesan. “Minumlah, jangan sungkan”

“Ahh, tapi, nama kalian, wajah kalian, meski memang Keisha lebih mirip orang barat, sedangkan Keito Senpai lebih mirip orang jepang, tapi kalian seperti soudara kandung” Kento memasukkan gula kedalam minumannya. Rasa minuman yang diapesan seperti air got pikir Kento dalam hati.

Keito hanya mengangguk dengan pasti. “Demo” Keito tersenyum, “Keisha tidak pernah menganggapku sebagai kakaknya kan?” Wajah Keito kini seperti orang yang tidak pernah makan semalam tujuh hari. Lemas dan lesu.

“Nande Senpai?” Kento mengaduk minuman yang rasanya seperti air got itu. Itu adalah kopi asal Russia.

“Nande monai. Entahlah. Padahal aku ingin sekali punya adik perempuan”.

***

“Tadaima” Otoosama datang membawa beberapa jinjingan. “Dimana Keisha dan Keito?” Otoosama memberikan jinjingan itu pada perempuan yang sekarang dipanggil Okaasama itu. Otoosama bergegas menuju kamar Keisha.

“Ahhh~ Sugeeee. Kalung ini untukku? Gelang ini? Perhiasan ini? Baju ini? Astaga~” Perempuan itu bergeming.

“Okaasama. Harusnya kau mencintai Otoosama apa adanya. Sesuai dengan janjimu padaku dulu.” Keito merebut semua barang yanga da ditangan perempuan itu.

“Nani? Ini adalah milikku. Yang penting sekarang kita hidup senang Kei chan” Perempuan itu merebut lagi barangnya. Keito hanya diam dan tidak bisa berkutik.

#KEISHA ROOM#

“Sayang, ayo cepat turun, makanan sudah siap” Otoosama menyalahkan lampu kamar Keisha.

“Aku tidak lapar” Keisha bergeming dibalik selimutnya.

Keisah sungguh tidak ingin bertemu dengan perempuan yang harusnya ia panggil Okaasama itu. Menurut Keisha perempuan itutidak lebih dari SAMPAH.

“Cepatlah, Okaasama sudah memasak makanan kesukaanmu.Sushi” Otoosama menyibakkan selimut yang menutupi seluruh tubuh putrinya itu.

Keisha menarik selimutnya lagi. “Aku tidak akan memakan sushi buatan siapapun kecuali buatan Mom. Sudah sana. Aku tidak lapar” Keisha menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.

***

“Moom, Wait” Keisha kecil berteriak desebrang jalan. Mom menghampiri Keisah.

“You will be okay with me” Mom memeluk tubuh kecil Keisha.

Mom adalah ibu kandung Keisha. Mom orang yang snagat dekat dengan Keisha, di Inggris, Keisah belajar disekolah khusus orang Jepang. Dia banyak belajar bahasa Jepang dari sana.

“Mom, can I buy it?” Keisha kecil menunjuk es krim rasa stroberi. Mom menyuruh Keisha untuk menunggu.

“For you honey” Mom memberikan double scope s krim stroberi.

“Love you mom” Keisah kecil mencium mom dengan mulut yang belepotan eskrim.

“Too hoey, wait ne” Mom mengangkat telepon. Dari Otoosama rupanya.

“Nani? Kau tidak bisa hadir dihari ualng tahun Keisha sekali gus ulang tahun pernikahan kita?” Nada bicara Mom tampak sedih. Wajah mom murung. Perlahan air mata mom mengalir dari mata biru besarnya yang cantik. Keisha kecil hanya bisa diam, tidak mengerti apa-apa.

“Are you okay Mom?” Mom memeluk Keisha kecil yang masih sibuk dengan es krimnya.

“Let’s we go home” Mom menuntun Keisha kecil. Keisha hanya menurut

Dia benar-benar tidak datang dihari spesial ini. Seisi rumah sudah penuh dengan dekorasi, tamu yang hadirpun sudah banyak. Sampai acara selesaipun dia tidak datang.

Keisha kecil menagis dihari ulang tahunnya.

“Kenapa?” Mom memeluk tubuh kecil anak kesayangannya itu.

“Dimana dad?” Keisha kecil memang memanggil Otoosama dengan panggilan Dad.

Mom tersenyum, ada kilau bening dimatanya. “Dad sedang sibuk, sebaiknya kau tidur, ini sudah malam. Pesta sudah usai” Mom menuntun anak satu-satunya itu menuju kamar.

***

“Apa? Kau berhasil membuat Keisha menagis dihari ulang tahunnya. Kau ini kejam sekali!” Mom mencoba tenang, namun sikap Dad selalu saja membuat Mom tegang.

“Tapi aku banyak kerjaan” Dad mulai naik darah.

“Sampai kapan kau harus mementingkan pekerjaan?” Mom mambanting pintu, tanpa sadat mom membagunkan Keisha. Diam-diam Keisha mendengarkan semuanya. Air mata Keisha kecil menetes, mambasahi kepala Dori, boneka doraemon sahabanya.

#2 minggu kemudian#

“Keisha, kau ikut sama dad ya, mom harus pergi” mom memeluk erat Keisha, seperti enggan melepaskan hartanya yang paling berharga. Airmata mom membasahi pipinya. Keisha kecil hanya sibuk dengan es krimnya.

“memang Mom mau kemana?” Keisha bertanya pada Dad, Dad hanya diam, menuntun Keisha masuk kedalam mobil.

Semenjak saat itu, Keisha tidak lagi pernah bertemu dengan Mom.

***

Bersambung yaa...sekali lagi saya mau bikin beberapa part. hahahah. Jyaa. Mata ne.

Fanfiction 'More Love For You'

Fanfiction

Title : More Love For You

Cast : Kenichi Okamoto



Keito Okamoto



Kento Nakajima



Genre : Family,Romantis, (iya begitulah)

Author : Morimoto Lisa

“Eh? Jadi kau yang telah merebut Otoo sama?” Nada bicara Keisha sangat ketus didepan perempuan yang baru saja ia temui beberapa menit yang lalu. Otoosama sedang menelepon kliennya yang pasti sangat lama. Kebiasaan Otoosama yang membuat Okaasama tidak betah. Mementingkan pekerjaan.

Plaaaakkkk. Tamparan keras itu mendarat dipipi mulus Keisha.

“Kau? Setelah Ayahmu menjadi milikku, kau akan tunduk denganku” Perempuan yang manis didepan Otoosama, berebuah menjadi srigala enerkam manusia.

“Ha? Coba saja!” Keisha berlalu meninggalkan perempuan itu, calon ibu barunya.

“Dimana Keisha?” setelah sekian menit berlalu Otoosama menghampiri wanita tersebut. “Chotto matte ne” Otoo sama keluar dari restoran tempat pertemuan itu. Dan mendapati Keicha disebrang stasiun. “Nande Keisha chan?” Otoosama merangkul Keisha. Keisha hanya diam, telinganya masih tertutup dengan headset. Otoosama melepaskan headsetnya perlahan. “Dengarkan Otoosama. Minggu depan pernikahan akan dilaksanakan. Jadi kau tidak boleh bertingkah aneh. Sekarang masuklah kemobil. Kita akan segera pulang. Keisha menuruti perkataan otoosama.

“Dengar ya, aku tidak akan datang dihari pernikahan itu” Seru Keisha sembari merebahkan dirinya dibangku belakang mobil mewah itu.

WEDDING DAY

Dengan muka datar Keisha menggandeng seorang lelaki bermata sipit. “Are you Keisha? Ku dengar ibumu dari Inggris?” Lelaki sipit itu berbisik ditelinga Keisha. Keisha hanya diam. “Okamoto Keito desu. Aku akan menjadi kakakmu”. Keito masih tetap menggandeng Keisha dengan gandengan  ala kerajaan. Mereka berjalan dibelakang mempelai.

“Jangan seenaknya memakai marga Otoosama. Kau bukan anaknya!” Keisha masih tetap dengan wajah datar.

“Tapi sekarang sudah” Keito berbisik terlalu dekat, bibirnya nyaris menyentuh telinga Keisha.

“Tidak!” Keisha melepaskan gandengan tangan Keito, membuat semua tamu mengalihkan perhatiannya kepada Keisha.

Acara tidak akan batal, janji suci tetap terucap. Kini Keito pun berhak menggunakan marga ‘Okamoto’.

***

“Apa yang kau lakukan?” Otoosama masuk dengan sedikit marah pada Keisha. Otoosama memang seseorang yang tegas.

Keisha masih tetap datar dan pandangannya tidak berpindah dari komik yang sedang diabacanya.

“Keisha, kau mendegarkan Otoosama?” Otoosama sedikit membantak. Lagi-lagi Keisah hanya diam. Otoosama melepaskan headsetnya.

“Eh? Nande Otoosama?” Dengan datar dan pandangannya masih pada komik yang dibacanya.

“Apa yang kau lakukan tadi?” Otoosama merangkul Keisah yang masih dengan wajah datarnya.

Tiba-tiba seorang wanita masuk. “Otoosan, ayo tidur” Perempuan itu merangkul pundak Otoosan.

“Chotto. Pergihlah kekamar duluan, aku akan menyusul” Perempuan itu lalu tersenyum, namun senyumnya berubah saat menatap Keisha.

“Hei. Are you listen me?” Otoosama menatap dalam pada satu-satunya anak kandungnya.

“Yes, Now I wanna sleep. Please go out” Keisha mematikan lampu baca yang tepat ada dimeja sebelah kamarnya. Membenamkan badannya dibalik selimut. Otoosama mengecup kening Keisha. Lalu meninggalkannya. Dibalik selimut air mata Keisha mengalir.

“Ohayou Keisha” Perempuan itu, yang sekarang dipanggil Okaasama oleh Otoosama menyapa manis Keisah yang baru saja turun, dan siap dengan seragamnya. “Makan lah, kau pasti lapar” Perempuan itu menyuruhnya untuk makan.

“Jadi Otoosama, dia akan satu sekolah dengan ku?” Keisha mengambil sepotong roti, bukan makanan dipiring yang sudah disediakan oleh perempuan itu.

“Iya sayang, Keito Niichan akan satu sekolah dengan mu” Perempuan itu mencoba manis didepan Keisha.

“Shut Up Bitch! Aku tak bertanya padamu!” Mendengar ucapan Keisha Otoosama sedikit marah.dan hendak manampar Kesha

“Nani? Tampar saja!” Otoosama menahan tamparannya. Lalu menurunkan tangannya. Tanpa pamit Keisha pergi.

***

Dikelas, Keisha memperkenalkan diri, Menyebutkan nama dan asal sekolahnya. Keisha berasal dari Inggris, dulu, Ibunya orang inggris, namun kini sosok yang biasa Keisha panggil Mom, kini tiada dihadapannya. Mom, memilih untuk berpisah dengen Otoosama.

“jadi kau dari Inggris?” Kento menyapa Keisha yang sedang meminum susu saat makan siang, Kento adalah ketua kelas dikelas Kesha yang baru.

“Lalu apa urusannya denganmu?” Nadanya datar. Sedatar wajahnya yang tanpa ekspresi.

“Eh? Aku kan ketua kelasmu. Ku dengar Niichan mu juga disini ya? Keito Okamoto. Wajah kalian mirip. Hanya Keito Niichan sedikit lebih wajah Jepang, kalau kau lebih kebarat” Kento terus berbicra, tanpa sepatah katapun yang terlontar dari mulut Keisha.

Braaaakkkk. Keisha menggebrak meja. “Dengarkan aku baik-baik dia bukan kakakku!” Kesha lalu meninggalkan Kento yang masih tercengang dengan mulut menganga atas apa yang baru saja terjadi.

“Chotto Keisha chan. Meski aku bukan siapa-siapa, tapi aku ini adalah ketua kelas dan aku tidak akan lupa akan tanggung jawabku” Kento berteriak, namun Keisha hanya tetap berjalan tidak memperdulikan Kento.

Keisha berjalan, semua mata tertuju padanya. Entah karena kecantikannya atau karena Keito berjalan dibelakangnya.

“Pergi kau” Keisha mengeluarkan kata. Keito malah mempercepat lajunya lalu berhenti didepan Keisha.

“Nani? Kau kan adikku” Keito tersenyum manis.

Semua mata masih tertuju pada Keisha dan Keito, Banyak yang tau kalau mereka adik kakak, namun pernyataan itu hanya keluar dari bibir Keito, tidak dari Keisha.

“Cihhh. Aku tidak akan pernah sudi mempunyai kakak seperti mu. Awas!” Keisha menabrak sedikit tubuh Keito. Keito hanya bisa diam. Ditengah berpuluh pasang mata yang metatapnya. Keito menjatuhkan airmata.

***

“Jadi disini rupanya rumahmu?” Kento diam-diam menguntiti Keisha yang pulang sendiri. Kento masih sangat ingin tahu. Bagaimana keadaan Keisha, Kento merasa Keisha adalah tanggung jawabnya saat dikelas. “Besar sekali rumah mu Keisha chan”.

“Sumimasen, Kimi wa Kento desu?” Kento tersentak kaget dibalik tiang listrik tempat dia menguntut. “Apa yang kau lakukan disini?” Kento masih terdiam kaget. Dia tau percis siapa lelaki ini.

“Keito Senpai. Etto.” Kento menggantungkan kalimatnya.

“eh? Kau menguntit ya?” Keito mencoba menebak. Kento semakin panic, tubuhnya berkeringat.

“Etto, aku. Aa. Aku. Hanya ingin tahu bagaimana keluarga Keisha. Gomen” Kento tertunduk dalam malu.

“Ah, ikut aku” Keito menyuruh Kento mengikutinya.

Sepanjang jalan, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka.

“Kita bicara disini saja, biar aku yang traktir” Keito duduk dibangku disebuah café kecil didekat sekolah.

“Aa. Etto Senpai, akuu” Kento menggantungkan kalimatnya lagi.

“Aku dan Keisha memang bukan soudara kandung” Keito memberikan daftar pesanan kepada pelayan.

“Maksud Keito Senpai?” Wajah Kento penasaran.

“Eh, sebelumnya aku ingin kau mengaku, kalau kau suka pada adikku. Sampai kau menguntiti adikku” Keito tersenyum menggoda Kento. Wajah kento malu. Tertunduk lagi, kini wajahnya memerah.

“Ah. Keito Senpai. Baka Janai” Kento semakin tertunduk dalam malu. Dia tidak dapat berkutik.

“Souka, ibuku dan ayahnya menikah, lalu kami menjadi soudara. End” Keito meneguk kopi yang diapesan. “Minumlah, jangan sungkan”

“Ahh, tapi, nama kalian, wajah kalian, meski memang Keisha lebih mirip orang barat, sedangkan Keito Senpai lebih mirip orang jepang, tapi kalian seperti soudara kandung” Kento memasukkan gula kedalam minumannya. Rasa minuman yang diapesan seperti air got pikir Kento dalam hati.

Keito hanya mengangguk dengan pasti. “Demo” Keito tersenyum, “Keisha tidak pernah menganggapku sebagai kakaknya kan?” Wajah Keito kini seperti orang yang tidak pernah makan semalam tujuh hari. Lemas dan lesu.

“Nande Senpai?” Kento mengaduk minuman yang rasanya seperti air got itu. Itu adalah kopi asal Russia.

“Nande monai. Entahlah. Padahal aku ingin sekali punya adik perempuan”.

***

“Tadaima” Otoosama datang membawa beberapa jinjingan. “Dimana Keisha dan Keito?” Otoosama memberikan jinjingan itu pada perempuan yang sekarang dipanggil Okaasama itu. Otoosama bergegas menuju kamar Keisha.

“Ahhh~ Sugeeee. Kalung ini untukku? Gelang ini? Perhiasan ini? Baju ini? Astaga~” Perempuan itu bergeming.

“Okaasama. Harusnya kau mencintai Otoosama apa adanya. Sesuai dengan janjimu padaku dulu.” Keito merebut semua barang yanga da ditangan perempuan itu.

“Nani? Ini adalah milikku. Yang penting sekarang kita hidup senang Kei chan” Perempuan itu merebut lagi barangnya. Keito hanya diam dan tidak bisa berkutik.

#KEISHA ROOM#

“Sayang, ayo cepat turun, makanan sudah siap” Otoosama menyalahkan lampu kamar Keisha.

“Aku tidak lapar” Keisha bergeming dibalik selimutnya.

Keisah sungguh tidak ingin bertemu dengan perempuan yang harusnya ia panggil Okaasama itu. Menurut Keisha perempuan itutidak lebih dari SAMPAH.

“Cepatlah, Okaasama sudah memasak makanan kesukaanmu.Sushi” Otoosama menyibakkan selimut yang menutupi seluruh tubuh putrinya itu.

Keisha menarik selimutnya lagi. “Aku tidak akan memakan sushi buatan siapapun kecuali buatan Mom. Sudah sana. Aku tidak lapar” Keisha menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.

***

“Moom, Wait” Keisha kecil berteriak desebrang jalan. Mom menghampiri Keisah.

“You will be okay with me” Mom memeluk tubuh kecil Keisha.

Mom adalah ibu kandung Keisha. Mom orang yang snagat dekat dengan Keisha, di Inggris, Keisah belajar disekolah khusus orang Jepang. Dia banyak belajar bahasa Jepang dari sana.

“Mom, can I buy it?” Keisha kecil menunjuk es krim rasa stroberi. Mom menyuruh Keisha untuk menunggu.

“For you honey” Mom memberikan double scope s krim stroberi.

“Love you mom” Keisah kecil mencium mom dengan mulut yang belepotan eskrim.

“Too hoey, wait ne” Mom mengangkat telepon. Dari Otoosama rupanya.

“Nani? Kau tidak bisa hadir dihari ualng tahun Keisha sekali gus ulang tahun pernikahan kita?” Nada bicara Mom tampak sedih. Wajah mom murung. Perlahan air mata mom mengalir dari mata biru besarnya yang cantik. Keisha kecil hanya bisa diam, tidak mengerti apa-apa.

“Are you okay Mom?” Mom memeluk Keisha kecil yang masih sibuk dengan es krimnya.

“Let’s we go home” Mom menuntun Keisha kecil. Keisha hanya menurut

Dia benar-benar tidak datang dihari spesial ini. Seisi rumah sudah penuh dengan dekorasi, tamu yang hadirpun sudah banyak. Sampai acara selesaipun dia tidak datang.

Keisha kecil menagis dihari ulang tahunnya.

“Kenapa?” Mom memeluk tubuh kecil anak kesayangannya itu.

“Dimana dad?” Keisha kecil memang memanggil Otoosama dengan panggilan Dad.

Mom tersenyum, ada kilau bening dimatanya. “Dad sedang sibuk, sebaiknya kau tidur, ini sudah malam. Pesta sudah usai” Mom menuntun anak satu-satunya itu menuju kamar.

***

“Apa? Kau berhasil membuat Keisha menagis dihari ulang tahunnya. Kau ini kejam sekali!” Mom mencoba tenang, namun sikap Dad selalu saja membuat Mom tegang.

“Tapi aku banyak kerjaan” Dad mulai naik darah.

“Sampai kapan kau harus mementingkan pekerjaan?” Mom mambanting pintu, tanpa sadat mom membagunkan Keisha. Diam-diam Keisha mendengarkan semuanya. Air mata Keisha kecil menetes, mambasahi kepala Dori, boneka doraemon sahabanya.

#2 minggu kemudian#

“Keisha, kau ikut sama dad ya, mom harus pergi” mom memeluk erat Keisha, seperti enggan melepaskan hartanya yang paling berharga. Airmata mom membasahi pipinya. Keisha kecil hanya sibuk dengan es krimnya.

“memang Mom mau kemana?” Keisha bertanya pada Dad, Dad hanya diam, menuntun Keisha masuk kedalam mobil.

Semenjak saat itu, Keisha tidak lagi pernah bertemu dengan Mom.

***

Bersambung yaa...sekali lagi saya mau bikin beberapa part. hahahah. Jyaa. Mata ne.

Jumat, 03 Juni 2011

Story Hey!Say!JUMP In Music Station

Oke. Fanfiction mini again.


okaaay, are you ready *Keito version.


Langsung aja.




Music Station.


Hey!Say!JUMP disini bakal nampilin over. untuk liat vidionya langsung via YT aja. buakakaka saya juga liat sana soalnya, tapi nga sih, lebih tepatnya liat dari share di group OBJJ2 FB.


Fanfiction start.


Kesepuluh mamber mengganti kostum mereka.


Yuto : Ini merah? ah? merah? ya merah?


Yama : Yuto chan? Daijobuka? *langsung peluk-peluk Yuto.


Yabu : *Boo (nyoba kagetin YamaJima) Lihat aku dengan kostum ini. kakoii ne?


Hika : Nga, kakkoiian gw lah *pasang tampang so coll. jadinya malah lucu dan bikin ke tiga mamber yang laen ketawa ngakak.


Keito : Bay the way, itu rambut cuma ampe dorama selesai? *si anak Jepang yang demen Inggris ini langsung nunjuk-nunjuk rambuh blonde baru Hika.


Hika : Iya, gw kurang suka nih.


Ryu : bakal ada SNSD ne minna?


#sekarang kesepuluh mamber udah pada berkumpul jadi satu diruang ganti itu#


kesembilan mamber : Iya *kompak banget.


Chii : Gomen na, aku kurang suka dengan mereka. habis.


Yama : habis apa?


Chii : Lihat saja nanti.


*saat Pertunjukan, wawancara.


Chii : Dai, celana mereka pendek sekali ya?


Dai : iya, ayo lihat kebawah seperti Ryu. *Daiki yang duduk disebelah Chii berbisik sesekali matanya melirik pada anak kecil yang duduknya agak jauh dari Chi dan Daiki.


Chii : Aku..*Ucapan Chii menggantung.


Dai *melakukan hal aneh *saya juga nga tau dia ngapain.


Ryu : Ya Tuhan, Ya Tuhan, Lindungilah aku *sambil terus liat kebawah.


Yuto : Hmmmm.


Yabu : *Pasang muka serius mandang kekamera.


*selesai acara.


Ryu : aku tidak mau lagi.


Kesembilan mamber : Nande Ryutaro? *kompak lagi.


Ryu : Mereka, merusak diriku, aku kan masih kecil. *Dengan nada manja.


Kesembilan mamber pun tertawa mendengar ucapan polos anak itu.


End.


Ini gaze banget deh. tapi sumpah saya nga suki.nga suki.nga suki.


Hontou ni gomen nasai ne buat fansu snsd. bukan maksud apa-apa ko. gak maksud apa-apa. cuma mau gaze-gazean aja.

Hey!Say!JUMP ♥

Story Hey!Say!JUMP In Music Station

Oke. Fanfiction mini again.


okaaay, are you ready *Keito version.


Langsung aja.




Music Station.


Hey!Say!JUMP disini bakal nampilin over. untuk liat vidionya langsung via YT aja. buakakaka saya juga liat sana soalnya, tapi nga sih, lebih tepatnya liat dari share di group OBJJ2 FB.


Fanfiction start.


Kesepuluh mamber mengganti kostum mereka.


Yuto : Ini merah? ah? merah? ya merah?


Yama : Yuto chan? Daijobuka? *langsung peluk-peluk Yuto.


Yabu : *Boo (nyoba kagetin YamaJima) Lihat aku dengan kostum ini. kakoii ne?


Hika : Nga, kakkoiian gw lah *pasang tampang so coll. jadinya malah lucu dan bikin ke tiga mamber yang laen ketawa ngakak.


Keito : Bay the way, itu rambut cuma ampe dorama selesai? *si anak Jepang yang demen Inggris ini langsung nunjuk-nunjuk rambuh blonde baru Hika.


Hika : Iya, gw kurang suka nih.


Ryu : bakal ada SNSD ne minna?


#sekarang kesepuluh mamber udah pada berkumpul jadi satu diruang ganti itu#


kesembilan mamber : Iya *kompak banget.


Chii : Gomen na, aku kurang suka dengan mereka. habis.


Yama : habis apa?


Chii : Lihat saja nanti.


*saat Pertunjukan, wawancara.


Chii : Dai, celana mereka pendek sekali ya?


Dai : iya, ayo lihat kebawah seperti Ryu. *Daiki yang duduk disebelah Chii berbisik sesekali matanya melirik pada anak kecil yang duduknya agak jauh dari Chi dan Daiki.


Chii : Aku..*Ucapan Chii menggantung.


Dai *melakukan hal aneh *saya juga nga tau dia ngapain.


Ryu : Ya Tuhan, Ya Tuhan, Lindungilah aku *sambil terus liat kebawah.


Yuto : Hmmmm.


Yabu : *Pasang muka serius mandang kekamera.


*selesai acara.


Ryu : aku tidak mau lagi.


Kesembilan mamber : Nande Ryutaro? *kompak lagi.


Ryu : Mereka, merusak diriku, aku kan masih kecil. *Dengan nada manja.


Kesembilan mamber pun tertawa mendengar ucapan polos anak itu.


End.


Ini gaze banget deh. tapi sumpah saya nga suki.nga suki.nga suki.


Hontou ni gomen nasai ne buat fansu snsd. bukan maksud apa-apa ko. gak maksud apa-apa. cuma mau gaze-gazean aja.

Hey!Say!JUMP ♥

Rabu, 20 April 2011

It's Just FanFiction (RyuChan)

“Inget besok hari apa?”  Yuto bertanya kepada Chii yang sedari tadi asik bermain dangan Yama. “Eh?” Chii dan Yama tersentak, “hari Rabu nee?”  Yama menyabawab. “Bukan Yama, besok hari ulangtahun Ryu, tidak ingatkah kalian?” Yuto menjawab ucapan Yama dengan tampang muram. “Mau buat kejutan apa untuk Ryu?” Keito datang dengan membawa 4 buah minuman dingin. “hmmm buat sepertu biasa ?” Ucap Chii cepat. “Tidak, aku tak mau tahun ini begini lagi, kau tahukan sekarang Ryu berumur berapa? Walau satu angkatan, tapi umurnya lebih muda dibanding kita bukan? Sekarang dia sudah mulai dewasa dan pastinya sudah tumbuh perasaan cinta dihatinya. Aku yakin itu.” Yuto menjelaskan panjang lebar. “Un. Aku setuju apa katamu Yuto, aku akan berfikir sejenak” Keito mengambil sekaleng minuman lalu pergi keluar kelas. Mereka semua perpikir apa yang akan mereka persiapkan untuk ulang tahun Ryu hingga waktu istirahat selesai. “Chii, ini buku yang ku pinjam. Maaf baru aku kembalikan” Ryu mengeluarkan sebuah buku cinta yang dipinjam dari Chii, Sebenarnya Chii juga meminjam dari Keito sang ahli cinta.

From : Keito_Okamoto

To : HS7 Member  (kecuali ryu)

Subjec : Ide

Hey,aku punya de, kalian kenal Risa bukan? Anak perempuan dari kelas sebelah, kabarnya dia menyukai Ryu bukan? Bagaimana kita undang dia nanti malam?

Chii, Yama,  Yuto, bergegas kerumah Keito yang tak terlalu jauh letaknya. “Kau tau Keito chan diaman rumah Risa?” Chii bertanya tentang rumah Risa teman sekolah mereka yang beda kelas. “Un. Tadi aku sudah mengirim e-mail” Keito segera memakai  jaket lalu bergegas menjemput Risa.

***

“Keito kun, Ryu ulang tahun bukan ? lalu kenapa aku diajak untuk ke apartemennya?” Risa menanyakan hal yang sedari tadi membuatnya janggal. Hujan rintik mulai turun mulai membuat rambut Risa dan Keito basah. “Lebih baik kita berteduh dulu, hujannya semakin deras”. Keito menarik tangan Risa lalu membawanya kesebuah pelataran toko yang tutup. “Dingin sekali,anginya cukup kencang.” Risa memeluk tubuhnya yang sudah menggigil dari tadi. Keito membuaka jaketnya dan memberikannya pada Risa, Risa memang tak tahan akan dingin, “Kau pakai saja, aku tak merasa kedinginan.” “Arigatou Keito, ini dapat mengurangi rasa dinginnya” Tubuh Risa semakin menggigil, giginya tak berhenti untuk mengatup. Keitomendekat pada Risa, Kini tubuh Risa telah ada dideapan Keito.

From : Chii.Chii

To : Keito_Okamoto

Subjec : ada dimana

Kau ada diaman Keito? Kami sudah siap dari tadi.

Sebuah e-mail datang dari ponsel Keito. “Risa, sebaiknyakita cepat. Hujan sudah mulai rintik” Keito yang tak ingin acaranya gagal memaksa Risa untuk segera melanjutkan perjalanan. “Keitooo aku takutt” Risa menjerit mendekap tubuh Keito karena Guntur terdengar ama kencang. “Tenang Risa, ada aku disini” Keito mencoba menenangkan Risa. Keito mendekap erat tubuh Risa, “Kau sudah tenang bukan? Ayo kita jalan” Keito menggandeng tangan Risa, tak lama merekapun sampai. “Oh, kau ini lama sekali tau, kami sudah menunggu lebih dari setengah jam disini” Yuto yang kesal karena menunggu menggerutu. Merekapun naik ke apartemen Ryu. Tak lama, sampailah didepan apartemen Ryu. Bel dibunyikan oleh Yama. Ryu membuka pintu “kumohon, jangan lakukan hal seperti tahun lalu”. Mereka semua tertawa. Dengan baju yang sedikit basah, Risa hanya tersimpu menundukan wajah. “Ayo masuk, aku sudah siapkan makanan untuk kalian. Loh, ada Risa? Ogengki desuka Risa?” Ryu tampak kaget dengan kedatangan Risa. “Hai. Gengki desu. Boleh aku masuk?” WAjah Risa seketika memerah. “Tentu” Ryu mengagandeng Risa untuk masuk ke apartemannya. “Ryu, Tak aka nada permainan diulangtahunmu kali ini. Kami semua hanya ingin kau jujur semua hal tentang perasaanmu kepada kami.” Yuto  yang sudah mengerti rencananya langsung menjelaskan apa yang harus dilakukanoleh Ryu. “Un. Hal negative dan positif?” Ryu bertanya tentang peraturan atas apa yang harus ia lakukan. “Keduanya.” Chii menjawab. Chii, Yama, Keito,Yato dan Risa kini duduk di lantai menunggu apa yang ingin dikatakan oleh Ryu. “Chinen, kau yang terbaik, terimakasih telah mengajari aku tentang cinta. Tapi sampai kapan kau memendam rasa terhadap Shizuki?” Chii tersenyum mendengar pernyataan yang dikatakanoleh Ryu. “Yama, Kau yang tampan, janganlah sering menyakiti hati para wanita dengan berbohong bahwa kau telah mempunyai calon isteri” Yama tertawa terbahak mendengar pernyataan Ryu, memang selama ini Yama sering berbohong kepada wanita-wanita yang mengejarnya. “Yutokun, hmmm kau ini,nilai pr mu selalu bagus bukan? Ajari aku sedikit ilmu mu dong” Yuto tersimpu. Yuto yang terpintyar soal akademis disini. “Kau Keito kun, Sudah berapa banyak wanita yang kau pacari? Kau ahli cinta bukan? Ayolah berbagi resep percintaan pada ku” Keito tersenyum manis. “Ryu, apakah ada wanita yang kau suka?” Keito bertanya pada ryu. Wajah Risa memerah. Kini Risa tertunduk dalam. “Ada, kenapa?” Ryu menjawab dengan matang. “Apakah aku? Tapi rasanya tidak mungkin” Risa membatin. “Jika wanita yang kau suka ada disini, apa yang akan kau lakukan? Menyatakan perasaan mu? Lalu menciumnya?” Chii menantang Ryu. “A..a.. ku, akan menyatakan perasaan ku, lalu memeluknya aku tak akan menciumnya. “Hantou? Oiya, kau belum berkata apapun untuk Risa” Yabu mempercepat. “Risa, terimakasih sudah datang, kau yang tercantik disini, karena semuanya laki-laki. Chii, Yama, Yuto dan keito menepuk jidat mereka masing-masing. Aku sering mendengar gosip sekolah, katanya kau menyukai ku? Benarkah?” Risa tak berani menatap Ryu, wajahnya malah makin tertunduk lebih dalam. Ryu memeluk Risa. Namun, Risa tak membalasnya. “Aishiteru Risa. Percayalah.” Ryu membisikan kata-kata indah itu ditelinga Risa. Risa masih tak menjawab apapun. Namun Ryu merasa dadanya basah. Risa menangis. Ryu mendongkak wajah Risa. Kini Ryu dapat dengan jelas menatap wajah Risa yang masih dalam pelukannya itu. “Akuu. Risa terbatah. Maafkan aku, aku dan Keito” Risa belum melanjutkan ucapannya. “Aku mencuim Risa saat sedang dijalan, Gomen nasai Ryu” Keoto menjelaskan apa yang akan Risa jelaskan. Keempat lelaki itu tersentak kaget. Ryu melepaksan pelukannya. Buuukkkkk “Kau? Kau taukan aku menyukai Risa? Kenapa kau lakukan itu Keito?’ Ryu meninju wajah Keito. Yuto langsung melerai mereka. “Tadi dia sangat kedinginan, aku tak tega melihatnya.” Keito mencoba member penjelasan. “Apa untuk menghangatkannya harus dengan berciuman?” Ryu mengunakan nada tinggi. Risa yang tersudut masih saja menangis. “Maafkan aku ryu, aku benar-benar meminta maaf” Risa menagis lebih kencang lagi. “Aku benar-benar tidak percaya akan hal ini, Aku amat menyukai Risa, kenapa Keito? Kenapa?” Ryu mengguncang tubuh keito. “Otanjoobi Omedetoo Ryuu”Semua yang ada diruangan ini berteriak. Ryu yang tak sadar akan aksi teman-temannya benar-benar tercengang. Terlebih lagi dia sudah benar-benar menyatakan perasaan dan menunjukan rasa sukanya pada Risa. Semuanya menyalami Ryu. Untuk Risa, Ryu memeluknya “Aishiteru Risa,Percayalah.” Untuk yang keduakalinya Ryu berbisik ditelinga Risa. Namun kali ini Risa membalas pelukan Ryu dan berkata “Aishiteru mo Ryu” Sementara yang lain berteriak “Kissu.Kissu.Kissu.Kissu.” “Bakaa. Sudah kubilang aku takkan menciumnya, aku hanya ingin memeluknya. “Ryu, Lusa sehabis pulang sekolah kau teraktir kami kan?” Chii yang bersembunyi dibalik Yama merusak suasana indah itu. “Eh?” Ryu belik bertanya. “kau kan sudah tak sendiri lagi” Keito menjelaskan.”Eh, aku boleh tiduran disofa? Aku lelah bekerja tadi” Risa yang mengantuk tidur disofa. Sementara yang lain asik mengobrol. “Ryu, kau tak kasihan melihat pacarmu? Tertidur disofa? Gendonglah dia kekamar.” Yuto yang memang paling dewasa pemikirannya menyuruh Ryu membawa Risa kekamar. Ryu pun bangki,menggendong Risa menuju kamarnya. “Kau ini, manis sekali yaa”. Ucap Ryu saat meletakkan Risa dikasurnya”. “Aku sudah berciuman dengan Risa. Dia lucu sekali” Ryu mengagetkan teman-temannya yang asik dengan obrolannya. “Gimana?” Semua serentak bertanya. “Saat aku meletakkan Risa dikasur, tiba-tiba Risa Berkata “Asishiteru Ryu” Matanya memang terpejam, lalu di berkata. “Chuuuuu” ya sudah aku balas ciumannya” Semua tertawa mendengar cerita Ryu.

***

“Ohayou “ Risa membangunkan mereka semua yang tertidur bagai ikan, saling tumpang tindih. Keito bangun paling awal, Keito menyeret risa kedekat kamar mandi, “Semalam kau berciuman denga Ryu ya?” Keito memeluk Risa erat. “Kau juga pasti mau berciuman denga ku kan?” Tanpa basa-basi Risa mendorong tubuh Keito. Membuat yang lain terbangun. “Ada apa?” Yuto bertanya kepad Risa. Risa hanya diam. “Maaf, tadi Risa tersandung. Benarkan?” Keito berbohong. “Kemana Ryu?” Yama BErtanya pada Keito dan Risa. “Ini, makanan untuk kalian. Aku tadi membelinya. Kau, pasti lapar. Makanlah.” Ryu memberi sekotak nasi untuk Risa. Keito menyenggol bahu Risa. “Ryu,apa semalam kita berciuman? Aku bermimpi berciuman dengan mu, tapi rasanya sungguh nyata. Ryu hanya tersenyum mendengarnya. Tiba-tiba  ponsel seseorang menderingan ganbaretsugo dari HS7. “Itu ponselku.” Teriak Risa. “Iya, Moshi, Okaa san? Un, aku segera pulang. Gomen nee Okaa san.” Risa segera berpamitan kepada semuanya. “Aku akan antar kau” Keito menarik tangan Risa. “Eh?” Semua tersentak kaget. “Ayo Risa, kikta pulang. Ryu, makananya simpan dulu, nanti aku kesini lagi okeh.” Keito memakai jaket dan sepatu. “Tidak usah Keito Kun. Aku bisa pulang sendiri, Arigatou Ryuu Chan, Arigatou Minna” Risa pergi meninggalkan Keito, namun keito menyusul. “Ada apa dengan Keito? Lebih baik kau susul mereka.” Yama yang curiga dengan Keito menyuruh Ryu untuk menyusul mereka.

***

“Kau? Mengapa kau menerima Ryu? Keito yang berjalan disamping Risa menarik tangan Risa lalu menggandengnya. Ryu tetap membuntuti dari belakang. Memastikan kedua orang yang dia sayang tidak kenapa-kenapa. “Karena aku memang menyukai Ryu Chan. Kau, kenapa kau ingin menciumku?” Risa berbalik menjawab dengan nada lantang. “Karena aku mencintaimu Risa, dan aku cemburu pada Ryu” Keito berhenti berjalan, memaksa Risa untuk menatapnya. “Bukankah ini idemu?”. “Iya memang, ku kira Ryu tidak menyukai mu, Ku kira Ryu akan malu kau tau kan, Ryu itu penyendiri.” Jelas Keito panjang lebar. Ryu yang terus memperhatikan apa yang terjadi. Keito menggenggam kedua tangan Risa, Wajah Keito kini semakin dekat dengan wajakh Risa. Plaaakkkk !!! Sebuah tamparan mendarat di pipi Keito. “Katakan Aishiteru Risa!”Pinta Keito. “Tidak akan, aku hanya menyukai Ryu!” Risa mencoba melepaskan dirinya, namun usahanya sia-sia Keito malah mendekapnya lebih keras, memaksa mencuim Risa. “Berhenti!!!” Ryu muncul tiba-tiba. “Keito, kita ini sahabat dari kecil bukan? Kau juga tau Risa itu pacar ku, kenapa kau tega melakukan itu?” Ryu yang naik darah mendekat dan langsung melindungi Risa. “Aku suka padanya Ryu, maafkan aku.” Keito member penjelasan. Keito pergi meninggalkan Ryu dan Risa berdua. “Risa San, kau taka pa-apa? Kumohon, berhati-hatilah, dan ku mohon percayalah padaku” Ucapan Ryu membuat Risa tenang. Sepeti gosip disekolah, Risa telah menyukai Ryu sejak kelas satu SMA. Kini mereka kelas tiga SMA. Pastilah perasaanya sudah sanagt dalam.

From : Keito_Okamoto

To : HS7 Member, risa_obata

Subject : Maaf

Maafkan aku kawan, mulai hari ini sampai entah kapan, aku pindah ke Seoul. Ayahku pindah tugas, harusnya aku sudah memberi tahu kalian dari seminggu sebelumnya. Doomo arigatou nee. Sayonara.

“Kau menerima email itu?” Waktu makan siang mengumpulkan mereka. Ryu, Yama, Chii, Yuto membicarakan email yang dikirimkan oleh Keito “Baka! Tega sekali dia? Dia anggap kita ini apa?” Yabu yang memang dekat dengan Keito benar-benar kesal dengan apa yang tengah terjadi. “Keito, kau benar-benarmembuatku kesal! Kau sudah menggangu Risa, sekarang kau pergi.” Ryu menggebrak meja. “Keito? Dia benar pergi?” Risa datang membawa bento. Diberikan bento itu kepada Ryu, “Gomen naa Ryu, Yama, Chii, Yuto. Ini pasti sebabku Keito Kun pergi” Belum selesai Risa berbicara, telunjuk Ryu telah menempel dibibir Risa. “Risa san, kau ta perlu menyalahkan dirimu. Keito pergi kan mengikuti orang tuanya” Chii yang sibuk dengan susunya akhirnya angkat bicara.

3 Years letter

“Risa, tolong ambilkan cake di meja. Aku malas sekali jalan.kakiku masih nyeri.” Ryu menyuruh Risa yang baru saja sampai di apartemennya. Cake ini kini ada dihadapan mereka. Dua potong, yang satu selai stawberi dan yang satu coklat. “Aku ambil coklat ya?” Ryu sengaja memilih yang coklat, padahal dia tau kalau Risa tidak suka stwaberi dan suka sekali dengan coklat. “Eh? Nande?” Risa kaget. “aku sedang ingin makan cake coklat, kau kan tahu, semalam saat latihan karate kakiku terkilir, bolehkan tuan putri?” Ryu menggombal sambil mencium pipi Risa. Risa hanya mengacak-ngacak cake yang  harusnya dimakan. “Nande? Kau mau yang coklat?” Ryu meledek Risa dengan menyuguhkan cake coklatnya. “Daijobu janai. Kau makan saja. Aku ingin kau cepat sembuh” Risa tersenyum manis kearah Ryu. “Uso! Aaaaa” Ryu menyuapi Risa dengan cake coklat. Risapun menerima suapan cake itu. “Eh? Nanda yo? Didalam mulutku ko keras?” Risa mengeluarkan sesuatu didalammulutnya. “Cincin?” Risa bertanya sambil melirik Ryu. “Itu janjiku tuan putri. Aku akan melamarmu. Coba liat ini.” Ryu menunjukan sebuah cincin lagi. Didalam cincinmu terukir namaku, dan didalam cincin ku serta hatiku terukir namamu. Ryu menggombal.

***

From : Ryutaro_Morimoto

To : HS7 Mamber

Subject : Tunanganku

Datanglah pada pertunanganku, tanggal 4 bulan depan. 2 hari sebelum ulangtahunku. Kau harus membawa pasangan mu.

Ryu mengirimkan email bahagia itu kepada 4 temannya.

From : Keito_Okamoto

To : Ryutaro_Motimoto

Subject : Re : Tunanganku

Masih pantaskah aku datang yang telah berniat merebut Risa dari mu?

Ponsel Keito berdering mendendangkan lagu Ashiteru Hey Say Jump.

“Moshi.mosh. Keito? Tentu saja kau boleh datang ke pertunanganku. Kau tau, aku merindukan mu, sangat merindukan mu” Ryu menelpon Keito yang sepertinya masih ada di Seoul. “Un Ryu. Doomo arigatou nee” Keito membalas disebrang sana. “iya, datanglah, aku mengharapkan mu.” Tanpa suara lalu telepon itu terputus.

***

04.April.2012

“Conguration Ryuu san.” Yuto, Yama dan Chii menberi selamat dihari pertunangan. “Sumimasen. Ryu to Risa san ne?” Seorang kurir datang menemui Ryu dan Risa di gedung yang Risa merasa sangat kecewa. “Patung minnime aku dan Risa.” Ryu mencium pipi Risa. “Eh? Wajah Risa memerah, dipatung ini aku mencium pipi mu. “Aku rindu dengan mu Keito” Aku dan ifu berecana liburan ke seoul. Mau ikutkah kau?” Yabu yang sudah menikah 1 bulan yang lalu, berencana berbulan madu di seoul. Ryu melirik Risa, “baiklah” Ryu memutuskan. “Pesankan aku satu kamar dengan 2 tempat tidur terpisah, aku tak ingin menjamah dia, belum resmi menjadi isteriku.” Ryu mengacak-acak tatanan rambut Risa. Seminggu kemudian, rencana berlibur ke Seoul terlaksana. “Hello Seoul, pantainya indah bukan Risa?” Ryu memeluk Risa yang tercengang dengan keindahan pantai dipulau kecil di seoul. Ifu dan Yabu sudah memesan kamar disebuah hotel berbintang. “Aku dan Chii ingin berjalan-jalan, kalian kehotel saja duluan” Yama yang sudah tak tahan dengan rengekan Chii yang meminta untuk berjalan-jalan di pantai akhirnya menuruti permintaan Chii. “Aku ingin bertemu dengan Keito Ryu, aku ingin tahu apa yang membuatnya menjauhi kita semua” Risa dengan malu-malu meeminta ingin bertemu dengan Keito. “Eh? Nande? Aku juga rindu dengan Keito, kau bawa alamat dari paket itu bukan? besok kita cari alamat apartemennya” Ucap Ryu. Risa dan Ryu menuju hotel, dan besoknya mereka semua sepakat untuk mencari alamat apartemen Keito. Mereka berkeliling menggunakan mobil sewaan, Rencana liburan berubah menjadi pencarian orang. “Kita sepertinya sudah sampai. Lihat ini kan apartemennya? Kita tinggal cari nomernya saja” Yama yang menyetir mobil memberitahu yang lain yang sedari tadi sibuk mencari-cari alamat. Setelah menggunakan lift, merekapun sampai dilantai tiga, “Tepat, ini alamatnya.” Ryu yang nampaknya sudah sabar segera memencet bel yang ada didepan pintu. “Permisi, benar ini alamat Keito Okamoto?” Yabu bertanya kepada seorang wanita yang membukakan pintu. “Benar, itu suami saya, adaperlu apa?” Wanita cantik itu berhasil membuat Chii yang sedang minum cola tersedak. Mereka semua tercengang dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu. “Ibu, ada apa?” Tiba-tiba seorang aka kecil menghampiri wanita cantik itu. “Keito sedang bekerja, sebentar lagi dia pulang, mari sihlakan masuk” Wanita itu menyuruh mereka semua untuk masuk. Wanita itu menyuguhkan the hangat untuk mereka. Tak lama, bel berbunyi, Keito pulang. “Kalian? Kenapa bisa ada disini?” Keito sangat terkejut atas kedatangan keempat sahabat lamanya itu. Keito duduk di bangku depan mereka semua. “maafkan aku, aku sudah menikah dengan Ga Eul, dan kini kami dikaruniai seorang putra”. Semua terkejut akan penjelasan singkat Keito, “Tapi kenapa kau  samasekali tidak member tahu kami? Kau bahkan tidak pernah menanyakan kabar kami semua, kau juga tak pernah mengirim email apapun kepada kami? Sungguh kau bagai hilang ditelan bumi. Hanya paket-paket darimu saja yang kami terima. Kau tau? Betapa kami semua merindukanmu?” Yabu menjelaskan semua kesalahan Keito. Ini semua kemauan Papaku, aku sudah benar-benar bersalah pada kalian. Maafkan aku, terutama kau Ryu.” Keito mengulas kembali masalalunya. “Apa? Kau meminta maaf untuk apa?” Ryu berpura-pura tak mengeri. “Sudahlah Ryu, aku sungguh tak ingin membahas hal itu” Risa menghentikan pembicaraan tentang masalalunya. Semua terdiam sesat. “Maaf, hanya kata maaf yang pantas menggantikan semua ini. Aku tak tahu harus berbuat apa?” Keito membuka pembicaraan. “Berjanjilah kita akan tetap berkomunikasi. Ku rasa itu cukup untuk menggantikan semuanya” Yabu yang paling bijak memberikan saran. Keito mengangguk dan tersenyum kepas. Mereka berlima pun berpelukan dengan akrab. Sebulan setelah kejadian itu Ryu dan Risa pun menikah. Kali ini ada yang spesial, Keito datang dengan mengajak Isteri dan anaknya. “Risa, kali ini kau sudah benr-benar percaya 100% kepada ku kan?” Ryu berbisik ditengah keramaian pernikahan merka. “Eh? Tidak 100% Ryu. Ucapan Risa membuat Ryu terbelalak. Tapi kepercayaanku tak ternilai untukmu” Ryu memeluk tubuh Risa dengan erat. “Hentikan Ryu, kau bisa membunuhku”

The End

It's Just FanFiction (RyuChan)

“Inget besok hari apa?”  Yuto bertanya kepada Chii yang sedari tadi asik bermain dangan Yama. “Eh?” Chii dan Yama tersentak, “hari Rabu nee?”  Yama menyabawab. “Bukan Yama, besok hari ulangtahun Ryu, tidak ingatkah kalian?” Yuto menjawab ucapan Yama dengan tampang muram. “Mau buat kejutan apa untuk Ryu?” Keito datang dengan membawa 4 buah minuman dingin. “hmmm buat sepertu biasa ?” Ucap Chii cepat. “Tidak, aku tak mau tahun ini begini lagi, kau tahukan sekarang Ryu berumur berapa? Walau satu angkatan, tapi umurnya lebih muda dibanding kita bukan? Sekarang dia sudah mulai dewasa dan pastinya sudah tumbuh perasaan cinta dihatinya. Aku yakin itu.” Yuto menjelaskan panjang lebar. “Un. Aku setuju apa katamu Yuto, aku akan berfikir sejenak” Keito mengambil sekaleng minuman lalu pergi keluar kelas. Mereka semua perpikir apa yang akan mereka persiapkan untuk ulang tahun Ryu hingga waktu istirahat selesai. “Chii, ini buku yang ku pinjam. Maaf baru aku kembalikan” Ryu mengeluarkan sebuah buku cinta yang dipinjam dari Chii, Sebenarnya Chii juga meminjam dari Keito sang ahli cinta.

From : Keito_Okamoto

To : HS7 Member  (kecuali ryu)

Subjec : Ide

Hey,aku punya de, kalian kenal Risa bukan? Anak perempuan dari kelas sebelah, kabarnya dia menyukai Ryu bukan? Bagaimana kita undang dia nanti malam?

Chii, Yama,  Yuto, bergegas kerumah Keito yang tak terlalu jauh letaknya. “Kau tau Keito chan diaman rumah Risa?” Chii bertanya tentang rumah Risa teman sekolah mereka yang beda kelas. “Un. Tadi aku sudah mengirim e-mail” Keito segera memakai  jaket lalu bergegas menjemput Risa.

***

“Keito kun, Ryu ulang tahun bukan ? lalu kenapa aku diajak untuk ke apartemennya?” Risa menanyakan hal yang sedari tadi membuatnya janggal. Hujan rintik mulai turun mulai membuat rambut Risa dan Keito basah. “Lebih baik kita berteduh dulu, hujannya semakin deras”. Keito menarik tangan Risa lalu membawanya kesebuah pelataran toko yang tutup. “Dingin sekali,anginya cukup kencang.” Risa memeluk tubuhnya yang sudah menggigil dari tadi. Keito membuaka jaketnya dan memberikannya pada Risa, Risa memang tak tahan akan dingin, “Kau pakai saja, aku tak merasa kedinginan.” “Arigatou Keito, ini dapat mengurangi rasa dinginnya” Tubuh Risa semakin menggigil, giginya tak berhenti untuk mengatup. Keitomendekat pada Risa, Kini tubuh Risa telah ada dideapan Keito.

From : Chii.Chii

To : Keito_Okamoto

Subjec : ada dimana

Kau ada diaman Keito? Kami sudah siap dari tadi.

Sebuah e-mail datang dari ponsel Keito. “Risa, sebaiknyakita cepat. Hujan sudah mulai rintik” Keito yang tak ingin acaranya gagal memaksa Risa untuk segera melanjutkan perjalanan. “Keitooo aku takutt” Risa menjerit mendekap tubuh Keito karena Guntur terdengar ama kencang. “Tenang Risa, ada aku disini” Keito mencoba menenangkan Risa. Keito mendekap erat tubuh Risa, “Kau sudah tenang bukan? Ayo kita jalan” Keito menggandeng tangan Risa, tak lama merekapun sampai. “Oh, kau ini lama sekali tau, kami sudah menunggu lebih dari setengah jam disini” Yuto yang kesal karena menunggu menggerutu. Merekapun naik ke apartemen Ryu. Tak lama, sampailah didepan apartemen Ryu. Bel dibunyikan oleh Yama. Ryu membuka pintu “kumohon, jangan lakukan hal seperti tahun lalu”. Mereka semua tertawa. Dengan baju yang sedikit basah, Risa hanya tersimpu menundukan wajah. “Ayo masuk, aku sudah siapkan makanan untuk kalian. Loh, ada Risa? Ogengki desuka Risa?” Ryu tampak kaget dengan kedatangan Risa. “Hai. Gengki desu. Boleh aku masuk?” WAjah Risa seketika memerah. “Tentu” Ryu mengagandeng Risa untuk masuk ke apartemannya. “Ryu, Tak aka nada permainan diulangtahunmu kali ini. Kami semua hanya ingin kau jujur semua hal tentang perasaanmu kepada kami.” Yuto  yang sudah mengerti rencananya langsung menjelaskan apa yang harus dilakukanoleh Ryu. “Un. Hal negative dan positif?” Ryu bertanya tentang peraturan atas apa yang harus ia lakukan. “Keduanya.” Chii menjawab. Chii, Yama, Keito,Yato dan Risa kini duduk di lantai menunggu apa yang ingin dikatakan oleh Ryu. “Chinen, kau yang terbaik, terimakasih telah mengajari aku tentang cinta. Tapi sampai kapan kau memendam rasa terhadap Shizuki?” Chii tersenyum mendengar pernyataan yang dikatakanoleh Ryu. “Yama, Kau yang tampan, janganlah sering menyakiti hati para wanita dengan berbohong bahwa kau telah mempunyai calon isteri” Yama tertawa terbahak mendengar pernyataan Ryu, memang selama ini Yama sering berbohong kepada wanita-wanita yang mengejarnya. “Yutokun, hmmm kau ini,nilai pr mu selalu bagus bukan? Ajari aku sedikit ilmu mu dong” Yuto tersimpu. Yuto yang terpintyar soal akademis disini. “Kau Keito kun, Sudah berapa banyak wanita yang kau pacari? Kau ahli cinta bukan? Ayolah berbagi resep percintaan pada ku” Keito tersenyum manis. “Ryu, apakah ada wanita yang kau suka?” Keito bertanya pada ryu. Wajah Risa memerah. Kini Risa tertunduk dalam. “Ada, kenapa?” Ryu menjawab dengan matang. “Apakah aku? Tapi rasanya tidak mungkin” Risa membatin. “Jika wanita yang kau suka ada disini, apa yang akan kau lakukan? Menyatakan perasaan mu? Lalu menciumnya?” Chii menantang Ryu. “A..a.. ku, akan menyatakan perasaan ku, lalu memeluknya aku tak akan menciumnya. “Hantou? Oiya, kau belum berkata apapun untuk Risa” Yabu mempercepat. “Risa, terimakasih sudah datang, kau yang tercantik disini, karena semuanya laki-laki. Chii, Yama, Yuto dan keito menepuk jidat mereka masing-masing. Aku sering mendengar gosip sekolah, katanya kau menyukai ku? Benarkah?” Risa tak berani menatap Ryu, wajahnya malah makin tertunduk lebih dalam. Ryu memeluk Risa. Namun, Risa tak membalasnya. “Aishiteru Risa. Percayalah.” Ryu membisikan kata-kata indah itu ditelinga Risa. Risa masih tak menjawab apapun. Namun Ryu merasa dadanya basah. Risa menangis. Ryu mendongkak wajah Risa. Kini Ryu dapat dengan jelas menatap wajah Risa yang masih dalam pelukannya itu. “Akuu. Risa terbatah. Maafkan aku, aku dan Keito” Risa belum melanjutkan ucapannya. “Aku mencuim Risa saat sedang dijalan, Gomen nasai Ryu” Keoto menjelaskan apa yang akan Risa jelaskan. Keempat lelaki itu tersentak kaget. Ryu melepaksan pelukannya. Buuukkkkk “Kau? Kau taukan aku menyukai Risa? Kenapa kau lakukan itu Keito?’ Ryu meninju wajah Keito. Yuto langsung melerai mereka. “Tadi dia sangat kedinginan, aku tak tega melihatnya.” Keito mencoba member penjelasan. “Apa untuk menghangatkannya harus dengan berciuman?” Ryu mengunakan nada tinggi. Risa yang tersudut masih saja menangis. “Maafkan aku ryu, aku benar-benar meminta maaf” Risa menagis lebih kencang lagi. “Aku benar-benar tidak percaya akan hal ini, Aku amat menyukai Risa, kenapa Keito? Kenapa?” Ryu mengguncang tubuh keito. “Otanjoobi Omedetoo Ryuu”Semua yang ada diruangan ini berteriak. Ryu yang tak sadar akan aksi teman-temannya benar-benar tercengang. Terlebih lagi dia sudah benar-benar menyatakan perasaan dan menunjukan rasa sukanya pada Risa. Semuanya menyalami Ryu. Untuk Risa, Ryu memeluknya “Aishiteru Risa,Percayalah.” Untuk yang keduakalinya Ryu berbisik ditelinga Risa. Namun kali ini Risa membalas pelukan Ryu dan berkata “Aishiteru mo Ryu” Sementara yang lain berteriak “Kissu.Kissu.Kissu.Kissu.” “Bakaa. Sudah kubilang aku takkan menciumnya, aku hanya ingin memeluknya. “Ryu, Lusa sehabis pulang sekolah kau teraktir kami kan?” Chii yang bersembunyi dibalik Yama merusak suasana indah itu. “Eh?” Ryu belik bertanya. “kau kan sudah tak sendiri lagi” Keito menjelaskan.”Eh, aku boleh tiduran disofa? Aku lelah bekerja tadi” Risa yang mengantuk tidur disofa. Sementara yang lain asik mengobrol. “Ryu, kau tak kasihan melihat pacarmu? Tertidur disofa? Gendonglah dia kekamar.” Yuto yang memang paling dewasa pemikirannya menyuruh Ryu membawa Risa kekamar. Ryu pun bangki,menggendong Risa menuju kamarnya. “Kau ini, manis sekali yaa”. Ucap Ryu saat meletakkan Risa dikasurnya”. “Aku sudah berciuman dengan Risa. Dia lucu sekali” Ryu mengagetkan teman-temannya yang asik dengan obrolannya. “Gimana?” Semua serentak bertanya. “Saat aku meletakkan Risa dikasur, tiba-tiba Risa Berkata “Asishiteru Ryu” Matanya memang terpejam, lalu di berkata. “Chuuuuu” ya sudah aku balas ciumannya” Semua tertawa mendengar cerita Ryu.

***

“Ohayou “ Risa membangunkan mereka semua yang tertidur bagai ikan, saling tumpang tindih. Keito bangun paling awal, Keito menyeret risa kedekat kamar mandi, “Semalam kau berciuman denga Ryu ya?” Keito memeluk Risa erat. “Kau juga pasti mau berciuman denga ku kan?” Tanpa basa-basi Risa mendorong tubuh Keito. Membuat yang lain terbangun. “Ada apa?” Yuto bertanya kepad Risa. Risa hanya diam. “Maaf, tadi Risa tersandung. Benarkan?” Keito berbohong. “Kemana Ryu?” Yama BErtanya pada Keito dan Risa. “Ini, makanan untuk kalian. Aku tadi membelinya. Kau, pasti lapar. Makanlah.” Ryu memberi sekotak nasi untuk Risa. Keito menyenggol bahu Risa. “Ryu,apa semalam kita berciuman? Aku bermimpi berciuman dengan mu, tapi rasanya sungguh nyata. Ryu hanya tersenyum mendengarnya. Tiba-tiba  ponsel seseorang menderingan ganbaretsugo dari HS7. “Itu ponselku.” Teriak Risa. “Iya, Moshi, Okaa san? Un, aku segera pulang. Gomen nee Okaa san.” Risa segera berpamitan kepada semuanya. “Aku akan antar kau” Keito menarik tangan Risa. “Eh?” Semua tersentak kaget. “Ayo Risa, kikta pulang. Ryu, makananya simpan dulu, nanti aku kesini lagi okeh.” Keito memakai jaket dan sepatu. “Tidak usah Keito Kun. Aku bisa pulang sendiri, Arigatou Ryuu Chan, Arigatou Minna” Risa pergi meninggalkan Keito, namun keito menyusul. “Ada apa dengan Keito? Lebih baik kau susul mereka.” Yama yang curiga dengan Keito menyuruh Ryu untuk menyusul mereka.

***

“Kau? Mengapa kau menerima Ryu? Keito yang berjalan disamping Risa menarik tangan Risa lalu menggandengnya. Ryu tetap membuntuti dari belakang. Memastikan kedua orang yang dia sayang tidak kenapa-kenapa. “Karena aku memang menyukai Ryu Chan. Kau, kenapa kau ingin menciumku?” Risa berbalik menjawab dengan nada lantang. “Karena aku mencintaimu Risa, dan aku cemburu pada Ryu” Keito berhenti berjalan, memaksa Risa untuk menatapnya. “Bukankah ini idemu?”. “Iya memang, ku kira Ryu tidak menyukai mu, Ku kira Ryu akan malu kau tau kan, Ryu itu penyendiri.” Jelas Keito panjang lebar. Ryu yang terus memperhatikan apa yang terjadi. Keito menggenggam kedua tangan Risa, Wajah Keito kini semakin dekat dengan wajakh Risa. Plaaakkkk !!! Sebuah tamparan mendarat di pipi Keito. “Katakan Aishiteru Risa!”Pinta Keito. “Tidak akan, aku hanya menyukai Ryu!” Risa mencoba melepaskan dirinya, namun usahanya sia-sia Keito malah mendekapnya lebih keras, memaksa mencuim Risa. “Berhenti!!!” Ryu muncul tiba-tiba. “Keito, kita ini sahabat dari kecil bukan? Kau juga tau Risa itu pacar ku, kenapa kau tega melakukan itu?” Ryu yang naik darah mendekat dan langsung melindungi Risa. “Aku suka padanya Ryu, maafkan aku.” Keito member penjelasan. Keito pergi meninggalkan Ryu dan Risa berdua. “Risa San, kau taka pa-apa? Kumohon, berhati-hatilah, dan ku mohon percayalah padaku” Ucapan Ryu membuat Risa tenang. Sepeti gosip disekolah, Risa telah menyukai Ryu sejak kelas satu SMA. Kini mereka kelas tiga SMA. Pastilah perasaanya sudah sanagt dalam.

From : Keito_Okamoto

To : HS7 Member, risa_obata

Subject : Maaf

Maafkan aku kawan, mulai hari ini sampai entah kapan, aku pindah ke Seoul. Ayahku pindah tugas, harusnya aku sudah memberi tahu kalian dari seminggu sebelumnya. Doomo arigatou nee. Sayonara.

“Kau menerima email itu?” Waktu makan siang mengumpulkan mereka. Ryu, Yama, Chii, Yuto membicarakan email yang dikirimkan oleh Keito “Baka! Tega sekali dia? Dia anggap kita ini apa?” Yabu yang memang dekat dengan Keito benar-benar kesal dengan apa yang tengah terjadi. “Keito, kau benar-benarmembuatku kesal! Kau sudah menggangu Risa, sekarang kau pergi.” Ryu menggebrak meja. “Keito? Dia benar pergi?” Risa datang membawa bento. Diberikan bento itu kepada Ryu, “Gomen naa Ryu, Yama, Chii, Yuto. Ini pasti sebabku Keito Kun pergi” Belum selesai Risa berbicara, telunjuk Ryu telah menempel dibibir Risa. “Risa san, kau ta perlu menyalahkan dirimu. Keito pergi kan mengikuti orang tuanya” Chii yang sibuk dengan susunya akhirnya angkat bicara.

3 Years letter

“Risa, tolong ambilkan cake di meja. Aku malas sekali jalan.kakiku masih nyeri.” Ryu menyuruh Risa yang baru saja sampai di apartemennya. Cake ini kini ada dihadapan mereka. Dua potong, yang satu selai stawberi dan yang satu coklat. “Aku ambil coklat ya?” Ryu sengaja memilih yang coklat, padahal dia tau kalau Risa tidak suka stwaberi dan suka sekali dengan coklat. “Eh? Nande?” Risa kaget. “aku sedang ingin makan cake coklat, kau kan tahu, semalam saat latihan karate kakiku terkilir, bolehkan tuan putri?” Ryu menggombal sambil mencium pipi Risa. Risa hanya mengacak-ngacak cake yang  harusnya dimakan. “Nande? Kau mau yang coklat?” Ryu meledek Risa dengan menyuguhkan cake coklatnya. “Daijobu janai. Kau makan saja. Aku ingin kau cepat sembuh” Risa tersenyum manis kearah Ryu. “Uso! Aaaaa” Ryu menyuapi Risa dengan cake coklat. Risapun menerima suapan cake itu. “Eh? Nanda yo? Didalam mulutku ko keras?” Risa mengeluarkan sesuatu didalammulutnya. “Cincin?” Risa bertanya sambil melirik Ryu. “Itu janjiku tuan putri. Aku akan melamarmu. Coba liat ini.” Ryu menunjukan sebuah cincin lagi. Didalam cincinmu terukir namaku, dan didalam cincin ku serta hatiku terukir namamu. Ryu menggombal.

***

From : Ryutaro_Morimoto

To : HS7 Mamber

Subject : Tunanganku

Datanglah pada pertunanganku, tanggal 4 bulan depan. 2 hari sebelum ulangtahunku. Kau harus membawa pasangan mu.

Ryu mengirimkan email bahagia itu kepada 4 temannya.

From : Keito_Okamoto

To : Ryutaro_Motimoto

Subject : Re : Tunanganku

Masih pantaskah aku datang yang telah berniat merebut Risa dari mu?

Ponsel Keito berdering mendendangkan lagu Ashiteru Hey Say Jump.

“Moshi.mosh. Keito? Tentu saja kau boleh datang ke pertunanganku. Kau tau, aku merindukan mu, sangat merindukan mu” Ryu menelpon Keito yang sepertinya masih ada di Seoul. “Un Ryu. Doomo arigatou nee” Keito membalas disebrang sana. “iya, datanglah, aku mengharapkan mu.” Tanpa suara lalu telepon itu terputus.

***

04.April.2012

“Conguration Ryuu san.” Yuto, Yama dan Chii menberi selamat dihari pertunangan. “Sumimasen. Ryu to Risa san ne?” Seorang kurir datang menemui Ryu dan Risa di gedung yang Risa merasa sangat kecewa. “Patung minnime aku dan Risa.” Ryu mencium pipi Risa. “Eh? Wajah Risa memerah, dipatung ini aku mencium pipi mu. “Aku rindu dengan mu Keito” Aku dan ifu berecana liburan ke seoul. Mau ikutkah kau?” Yabu yang sudah menikah 1 bulan yang lalu, berencana berbulan madu di seoul. Ryu melirik Risa, “baiklah” Ryu memutuskan. “Pesankan aku satu kamar dengan 2 tempat tidur terpisah, aku tak ingin menjamah dia, belum resmi menjadi isteriku.” Ryu mengacak-acak tatanan rambut Risa. Seminggu kemudian, rencana berlibur ke Seoul terlaksana. “Hello Seoul, pantainya indah bukan Risa?” Ryu memeluk Risa yang tercengang dengan keindahan pantai dipulau kecil di seoul. Ifu dan Yabu sudah memesan kamar disebuah hotel berbintang. “Aku dan Chii ingin berjalan-jalan, kalian kehotel saja duluan” Yama yang sudah tak tahan dengan rengekan Chii yang meminta untuk berjalan-jalan di pantai akhirnya menuruti permintaan Chii. “Aku ingin bertemu dengan Keito Ryu, aku ingin tahu apa yang membuatnya menjauhi kita semua” Risa dengan malu-malu meeminta ingin bertemu dengan Keito. “Eh? Nande? Aku juga rindu dengan Keito, kau bawa alamat dari paket itu bukan? besok kita cari alamat apartemennya” Ucap Ryu. Risa dan Ryu menuju hotel, dan besoknya mereka semua sepakat untuk mencari alamat apartemen Keito. Mereka berkeliling menggunakan mobil sewaan, Rencana liburan berubah menjadi pencarian orang. “Kita sepertinya sudah sampai. Lihat ini kan apartemennya? Kita tinggal cari nomernya saja” Yama yang menyetir mobil memberitahu yang lain yang sedari tadi sibuk mencari-cari alamat. Setelah menggunakan lift, merekapun sampai dilantai tiga, “Tepat, ini alamatnya.” Ryu yang nampaknya sudah sabar segera memencet bel yang ada didepan pintu. “Permisi, benar ini alamat Keito Okamoto?” Yabu bertanya kepada seorang wanita yang membukakan pintu. “Benar, itu suami saya, adaperlu apa?” Wanita cantik itu berhasil membuat Chii yang sedang minum cola tersedak. Mereka semua tercengang dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu. “Ibu, ada apa?” Tiba-tiba seorang aka kecil menghampiri wanita cantik itu. “Keito sedang bekerja, sebentar lagi dia pulang, mari sihlakan masuk” Wanita itu menyuruh mereka semua untuk masuk. Wanita itu menyuguhkan the hangat untuk mereka. Tak lama, bel berbunyi, Keito pulang. “Kalian? Kenapa bisa ada disini?” Keito sangat terkejut atas kedatangan keempat sahabat lamanya itu. Keito duduk di bangku depan mereka semua. “maafkan aku, aku sudah menikah dengan Ga Eul, dan kini kami dikaruniai seorang putra”. Semua terkejut akan penjelasan singkat Keito, “Tapi kenapa kau  samasekali tidak member tahu kami? Kau bahkan tidak pernah menanyakan kabar kami semua, kau juga tak pernah mengirim email apapun kepada kami? Sungguh kau bagai hilang ditelan bumi. Hanya paket-paket darimu saja yang kami terima. Kau tau? Betapa kami semua merindukanmu?” Yabu menjelaskan semua kesalahan Keito. Ini semua kemauan Papaku, aku sudah benar-benar bersalah pada kalian. Maafkan aku, terutama kau Ryu.” Keito mengulas kembali masalalunya. “Apa? Kau meminta maaf untuk apa?” Ryu berpura-pura tak mengeri. “Sudahlah Ryu, aku sungguh tak ingin membahas hal itu” Risa menghentikan pembicaraan tentang masalalunya. Semua terdiam sesat. “Maaf, hanya kata maaf yang pantas menggantikan semua ini. Aku tak tahu harus berbuat apa?” Keito membuka pembicaraan. “Berjanjilah kita akan tetap berkomunikasi. Ku rasa itu cukup untuk menggantikan semuanya” Yabu yang paling bijak memberikan saran. Keito mengangguk dan tersenyum kepas. Mereka berlima pun berpelukan dengan akrab. Sebulan setelah kejadian itu Ryu dan Risa pun menikah. Kali ini ada yang spesial, Keito datang dengan mengajak Isteri dan anaknya. “Risa, kali ini kau sudah benr-benar percaya 100% kepada ku kan?” Ryu berbisik ditengah keramaian pernikahan merka. “Eh? Tidak 100% Ryu. Ucapan Risa membuat Ryu terbelalak. Tapi kepercayaanku tak ternilai untukmu” Ryu memeluk tubuh Risa dengan erat. “Hentikan Ryu, kau bisa membunuhku”

The End

Kamis, 07 April 2011

Hey! Say! Jump part 2

Ampe aja kelupaan kalo mau post tentang profilnya HSJ part.2  ya mereka semua yang tergabung didalam Hey!Say!7

Langsung aja.. Cekidot

Ryosuke Yamada




Nama : Ryosuke Yamada

Nama Panggilan : Yama-Chan

Tempat Lahir : Tokyo, Jepang

Tanggal Lahir : 9 Mei 1993

Tinggi : 163,5 cm

Berat : 54 Kg

Golongan Darah : B

Keluarga : Ayah, Ibu, Kakak Perempuan dan Adik Perempuan

About Yamada

-  Yamada masuk menjadi trainee di Jhonny & Association tahun 2004

-  Makanan favoritnya terong, daging dan strawberry,tapi tidak begitu suka dengan tomat, makanan yang pedas dan Fermented Soybean (kedelai fermentasi)

-  Hobi-nya memasak dan memancing

-  Yamada sangat suka warna putih dan orange, dia juga suka dengan sepakbola

-  Senior yang dikagumi adalah Domoto Koichi

-  Yamada pinter meniru mimic orang lain

-  Yamada paling takut dengan hantu, tempat gelap dan pesawat

-  Tipe cewek yang disukai kind dan honest

-  Anggota yang rame, jarang pake make up kalo konser, paling cepat keringatan, sering dikatai playboy

-  Lebih suka dipanggil Ryo-Chan, tidak begitu suka dikritik, dan paling gak suka kalo membahas tentang tinggi badan

-  Paling gak suka dengan musim panas dan musim dingin

-  Yamada tidak suka pelajaran matematika,sejarah dan bahasa Jepang

-  Alergi sama kepiting dan serbuk bunga

-  Yamada pernah bercita-cita menjadi dokter dan pemain sepak bola

-  Paling tidak suka kalau membahas tentang tinggi badan

-  Anggota yang paling jail dan ingin menjadikn chinen peliharaanya (aneh2 aj :P )

-  Yamada mengkoleksi lebih dari 300 komik dirumahnya

Drama

Tantei Gakuen Q SP, Tantei Gakuen Q, One-Pound Gospel, Sensei wa Erai! SP, Furuhata Chuugakusei SP, Scrap Teacher: Kyoushi Saisei, Niini no koto Wasurenaide, Hidarime Tantei Eye Special, Hidarime Tantei Eye

Yuri Chinen




Nama : Yuri Chinen

Nama Panggilan : Chinen, Chii

Tempat Lahir : Shizuoka, Jepang

Tanggal Lahir : 30 November 1993

Tinggi : 156 cm

Berat : 44 Kg

Golongan Darah : AB

Keluarga : Ayah, Ibu, Kakak Perempuan

About Chinen

-  Chinen masuk menjadi trainee di Jhonny & Association tahun 2003

-  Dia dinamai Yuri karena ibunya nge-fans dengan Oozawa Yuri dan orangtuanya ingin nama yang terdengar seperti cowok dan cewek

-  Chinen paling suka dengan Gyoza dan timun, tapi tidak suka jamur, seledri, kerang, terong dan Green Peppers

-  Hijau adalah warna favoritnya dan tidak suka warna orange

-  Hobi-nya maen sepak bola dan dancing (jazz)

-  Ayahnya adalah atlit olimpiade senam (medali perunggu tahun 1992)

-  Senior yang dikaguni adalah Ohno Satoshi

-  Tipe cewek yang disukai pintar, bisa nge-dance, nice dan cute

-  Anggota yang paling pintar acrobat dan paling manja

-  Dari mulai debut sampai sekarang dia tetap anggota yang paling pendek

-  Paling suka sama kartun Tom dan Jerry

-  Chinen jago computer dan suka nulis blog

-  Paling suka olahraga, tidak suka bahasa inggris

Drama

Scrap Teacher, Sensei wa Erai!, 1 Pound no Fukuin, Yukan Club, Nanako to Nanao

Yuto Nakajima




Nama : Yuto Nakajima

Nama Panggilan : Yuto, Nakajima, Nakayan

Tempat Lahir : Tokyo, Jepang

Tanggal Lahir : 10 Agustus 1993

Tinggi : 178 cm

Berat : 53 Kg

Golongan Darah : A

Keluarga : Ayah, Ibu, dan Adik Laki-laki

About Yuto

-  Yuto masuk menjadi trainee di Jhonny & Association tahun 2004

-  Senior yang dikagumi adalah Hideaki Takizawa

-  Yuto paling suka makanan Sashimi, Strawberry, Daging, Mangga

-  Tipe cewek yang disukai baik, lebih kecil dari dia (tingginya), tidak membosankan, berambut panjang

-  Yuto belajar karate dan bisa memegang kepala dengan kakinya. Dia juga jago maen drum

-  Anggota yang paling semangat, keras kepala, sok dewasa dan jago menari Moon Walk

-  Yuto sangat suka Naruto, penyayang binatang terutama anjing

-  Yuto punya bekas luka diatas bibir

-  Paling suka warna orange, putih, kuning

-  Yuto pernah bercita-cita menjadi dokter

-  Yuto adalah orang yang pandai menempatkan diri

Drama

Primadam, Nobuta wo Produce, Engine, Scrap Teacher, Sensei wa Erai!

Ryutaro Morimoto




Nama : Ryutaro Morimoto

Tempat Lahir : Kanagawa, Jepang

Tanggal Lahir : 6 April 1995

Tinggi : 168 cm

Berat : 56 Kg

Golongan Darah : A

Keluarga : Ayah, Ibu, Adik Laki-laki dan Perempuan

About Ryutaro

-  Ryutaro masuk menjadi trainee di Jhonny & Association tahun 2004

-  Adik laki-laki Ryutaro juga tergabung di Jhonny & Association namanya Shintaro Morimoto, mereka berdua dikenal sebagai The Morimoto Brothers

-  Senior yang dikagumi adalah Hideaki Takizawa

-  Anggota termuda di grup Hey!Say!JUMP dan anggota termuda di Jhonny & Association yang memulai debut diusia 12 tahun

-  Tipe cewek yang disukai adalah yang menyenangkan, ceria, berambut panjang dan tidak takut menghadapi tantangan

-  Ryutaro suka egois, dan berlidah tajam, tapi suka pesimis

-  Dia sangat doyan makan dan sangat suka strawberry

-  Dia suka nonton DVD dan maen game

-  Pernah dikuntit dan diancam dengan pisau sama fans-nya

(yang ini yang jadi the best buat saya)

Keito Okamoto




Nama : Keito Okamoto

Tempat Lahir : Chiba, Jepang

Tanggal Lahir : 1 April 1993

Tinggi : 175 cm

Berat : 62 Kg

Golongan Darah : O

Keluarga : Ayah, Ibu

About Keito

-  Keito masuk menjadi trainee di Jhonny & Association tahun 2006

-  Ayahnya Kenichi Okamoto adalah mantan anggota band rock Otokogumi yang juga dari Jhonny & Association, Ibunya seorang model Nishi Katsue

-  Keito di usia 10 tahun sampai 14 tahun tinggal dan belajar di Suffolk Inggris. Makanya dia lancar berbahasa Inggris dengan aksen British

-  Keito tidak makan ikan karena dia berpikiran ikan terlalu cantik untuk dimakan jadi dia memilih hanya memandangi saja

-  Makanan yang paling disukai adalah Fried Chicken, Ice Cream dan susu Strawberry, sedangkan yang tidak disukai adalah Seafood dan Leek (bawang)

-  Senior yang dikagumi Takuya Kimura dan Taguchi

-  Paling suka sama Doraemon dan paling takut sama hantu

-  Keito fans-nya Jhonny Depp

-  Sekolah di Columbia International School

-  Orangtuanya telah bercerai (2007) dan sekarang dia tinggal dengan ayahnya

Sumber : http://asianfansclub.wordpress.com/2010/12/21/profil-heysayjump-part-ii-heysay7/

Hey! Say! Jump part 2

Ampe aja kelupaan kalo mau post tentang profilnya HSJ part.2  ya mereka semua yang tergabung didalam Hey!Say!7

Langsung aja.. Cekidot

Ryosuke Yamada




Nama : Ryosuke Yamada

Nama Panggilan : Yama-Chan

Tempat Lahir : Tokyo, Jepang

Tanggal Lahir : 9 Mei 1993

Tinggi : 163,5 cm

Berat : 54 Kg

Golongan Darah : B

Keluarga : Ayah, Ibu, Kakak Perempuan dan Adik Perempuan

About Yamada

-  Yamada masuk menjadi trainee di Jhonny & Association tahun 2004

-  Makanan favoritnya terong, daging dan strawberry,tapi tidak begitu suka dengan tomat, makanan yang pedas dan Fermented Soybean (kedelai fermentasi)

-  Hobi-nya memasak dan memancing

-  Yamada sangat suka warna putih dan orange, dia juga suka dengan sepakbola

-  Senior yang dikagumi adalah Domoto Koichi

-  Yamada pinter meniru mimic orang lain

-  Yamada paling takut dengan hantu, tempat gelap dan pesawat

-  Tipe cewek yang disukai kind dan honest

-  Anggota yang rame, jarang pake make up kalo konser, paling cepat keringatan, sering dikatai playboy

-  Lebih suka dipanggil Ryo-Chan, tidak begitu suka dikritik, dan paling gak suka kalo membahas tentang tinggi badan

-  Paling gak suka dengan musim panas dan musim dingin

-  Yamada tidak suka pelajaran matematika,sejarah dan bahasa Jepang

-  Alergi sama kepiting dan serbuk bunga

-  Yamada pernah bercita-cita menjadi dokter dan pemain sepak bola

-  Paling tidak suka kalau membahas tentang tinggi badan

-  Anggota yang paling jail dan ingin menjadikn chinen peliharaanya (aneh2 aj :P )

-  Yamada mengkoleksi lebih dari 300 komik dirumahnya

Drama

Tantei Gakuen Q SP, Tantei Gakuen Q, One-Pound Gospel, Sensei wa Erai! SP, Furuhata Chuugakusei SP, Scrap Teacher: Kyoushi Saisei, Niini no koto Wasurenaide, Hidarime Tantei Eye Special, Hidarime Tantei Eye

Yuri Chinen




Nama : Yuri Chinen

Nama Panggilan : Chinen, Chii

Tempat Lahir : Shizuoka, Jepang

Tanggal Lahir : 30 November 1993

Tinggi : 156 cm

Berat : 44 Kg

Golongan Darah : AB

Keluarga : Ayah, Ibu, Kakak Perempuan

About Chinen

-  Chinen masuk menjadi trainee di Jhonny & Association tahun 2003

-  Dia dinamai Yuri karena ibunya nge-fans dengan Oozawa Yuri dan orangtuanya ingin nama yang terdengar seperti cowok dan cewek

-  Chinen paling suka dengan Gyoza dan timun, tapi tidak suka jamur, seledri, kerang, terong dan Green Peppers

-  Hijau adalah warna favoritnya dan tidak suka warna orange

-  Hobi-nya maen sepak bola dan dancing (jazz)

-  Ayahnya adalah atlit olimpiade senam (medali perunggu tahun 1992)

-  Senior yang dikaguni adalah Ohno Satoshi

-  Tipe cewek yang disukai pintar, bisa nge-dance, nice dan cute

-  Anggota yang paling pintar acrobat dan paling manja

-  Dari mulai debut sampai sekarang dia tetap anggota yang paling pendek

-  Paling suka sama kartun Tom dan Jerry

-  Chinen jago computer dan suka nulis blog

-  Paling suka olahraga, tidak suka bahasa inggris

Drama

Scrap Teacher, Sensei wa Erai!, 1 Pound no Fukuin, Yukan Club, Nanako to Nanao

Yuto Nakajima




Nama : Yuto Nakajima

Nama Panggilan : Yuto, Nakajima, Nakayan

Tempat Lahir : Tokyo, Jepang

Tanggal Lahir : 10 Agustus 1993

Tinggi : 178 cm

Berat : 53 Kg

Golongan Darah : A

Keluarga : Ayah, Ibu, dan Adik Laki-laki

About Yuto

-  Yuto masuk menjadi trainee di Jhonny & Association tahun 2004

-  Senior yang dikagumi adalah Hideaki Takizawa

-  Yuto paling suka makanan Sashimi, Strawberry, Daging, Mangga

-  Tipe cewek yang disukai baik, lebih kecil dari dia (tingginya), tidak membosankan, berambut panjang

-  Yuto belajar karate dan bisa memegang kepala dengan kakinya. Dia juga jago maen drum

-  Anggota yang paling semangat, keras kepala, sok dewasa dan jago menari Moon Walk

-  Yuto sangat suka Naruto, penyayang binatang terutama anjing

-  Yuto punya bekas luka diatas bibir

-  Paling suka warna orange, putih, kuning

-  Yuto pernah bercita-cita menjadi dokter

-  Yuto adalah orang yang pandai menempatkan diri

Drama

Primadam, Nobuta wo Produce, Engine, Scrap Teacher, Sensei wa Erai!

Ryutaro Morimoto




Nama : Ryutaro Morimoto

Tempat Lahir : Kanagawa, Jepang

Tanggal Lahir : 6 April 1995

Tinggi : 168 cm

Berat : 56 Kg

Golongan Darah : A

Keluarga : Ayah, Ibu, Adik Laki-laki dan Perempuan

About Ryutaro

-  Ryutaro masuk menjadi trainee di Jhonny & Association tahun 2004

-  Adik laki-laki Ryutaro juga tergabung di Jhonny & Association namanya Shintaro Morimoto, mereka berdua dikenal sebagai The Morimoto Brothers

-  Senior yang dikagumi adalah Hideaki Takizawa

-  Anggota termuda di grup Hey!Say!JUMP dan anggota termuda di Jhonny & Association yang memulai debut diusia 12 tahun

-  Tipe cewek yang disukai adalah yang menyenangkan, ceria, berambut panjang dan tidak takut menghadapi tantangan

-  Ryutaro suka egois, dan berlidah tajam, tapi suka pesimis

-  Dia sangat doyan makan dan sangat suka strawberry

-  Dia suka nonton DVD dan maen game

-  Pernah dikuntit dan diancam dengan pisau sama fans-nya

(yang ini yang jadi the best buat saya)

Keito Okamoto




Nama : Keito Okamoto

Tempat Lahir : Chiba, Jepang

Tanggal Lahir : 1 April 1993

Tinggi : 175 cm

Berat : 62 Kg

Golongan Darah : O

Keluarga : Ayah, Ibu

About Keito

-  Keito masuk menjadi trainee di Jhonny & Association tahun 2006

-  Ayahnya Kenichi Okamoto adalah mantan anggota band rock Otokogumi yang juga dari Jhonny & Association, Ibunya seorang model Nishi Katsue

-  Keito di usia 10 tahun sampai 14 tahun tinggal dan belajar di Suffolk Inggris. Makanya dia lancar berbahasa Inggris dengan aksen British

-  Keito tidak makan ikan karena dia berpikiran ikan terlalu cantik untuk dimakan jadi dia memilih hanya memandangi saja

-  Makanan yang paling disukai adalah Fried Chicken, Ice Cream dan susu Strawberry, sedangkan yang tidak disukai adalah Seafood dan Leek (bawang)

-  Senior yang dikagumi Takuya Kimura dan Taguchi

-  Paling suka sama Doraemon dan paling takut sama hantu

-  Keito fans-nya Jhonny Depp

-  Sekolah di Columbia International School

-  Orangtuanya telah bercerai (2007) dan sekarang dia tinggal dengan ayahnya

Sumber : http://asianfansclub.wordpress.com/2010/12/21/profil-heysayjump-part-ii-heysay7/