Tampilkan postingan dengan label morimoto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label morimoto. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2011

Shouta Like As Ryutaro

I find the picture from kenken tumblr

Yes, I thing Shouta smile like as Ryutaro,

and you know, Shouta remember me to Ryutaro.

I have the one picture. Ryutaro use the same cloth like as Shouta in this picture.

SAME NE????

OH MY GOD. Ryutaro, I miss you so much my little hamster.

Hayaku kaette koi yo! Miss you. Miss you. Miis you.

I wann you come back.

Hayaku. Hayaku. ne. ne. Hayaku yo Ryutaro.

_Morimoto Lisa_

Shouta Like As Ryutaro

I find the picture from kenken tumblr

Yes, I thing Shouta smile like as Ryutaro,

and you know, Shouta remember me to Ryutaro.

I have the one picture. Ryutaro use the same cloth like as Shouta in this picture.

SAME NE????

OH MY GOD. Ryutaro, I miss you so much my little hamster.

Hayaku kaette koi yo! Miss you. Miss you. Miis you.

I wann you come back.

Hayaku. Hayaku. ne. ne. Hayaku yo Ryutaro.

_Morimoto Lisa_

Sabtu, 16 Juli 2011

Hey!Say!JUMP NOW

Something wrong.

look the picture. 9 member

Look JUMP member face. They are NOT HAPPY.

Why? I thing coz Ryutaro not there.

Ryu, do you know?

JUMP need you.

JUMP always need you. You must know it Ryutaro!!!

Me too, I need you, I just want you in JUMP.

You'r my ichiban Ryutaro.

It make me fell sad again.

I sill wait for you.

I sill love you, until you come back for JUMP.

_Morimoto Lisa_

Hey!Say!JUMP NOW

Something wrong.

look the picture. 9 member

Look JUMP member face. They are NOT HAPPY.

Why? I thing coz Ryutaro not there.

Ryu, do you know?

JUMP need you.

JUMP always need you. You must know it Ryutaro!!!

Me too, I need you, I just want you in JUMP.

You'r my ichiban Ryutaro.

It make me fell sad again.

I sill wait for you.

I sill love you, until you come back for JUMP.

_Morimoto Lisa_

Hey!Say!JUMP NOW

Something wrong.

look the picture. 9 member


Look JUMP member face. They are NOT HAPPY.

Why? I thing coz Ryutaro not there.

Ryu, do you know?

JUMP need you.

JUMP always need you. You must know it Ryutaro!!!

Me too, I need you, I just want you in JUMP.

You'r my ichiban Ryutaro.

It make me fell sad again.

I sill wait for you.

I sill love you, until you come back for JUMP.

_Morimoto Lisa_

Senin, 11 Juli 2011

Ryutaro Morimoto Because You’re Not Worth It

Minna. Aiiihhhh

Really gaaaalllaaauuuu.

hooh.

Yay, ini ada sebuah tulisan yang nyyeehh bikin nyesek dah.

Sumpriiittt.


Because you’re not worth it


 

Ini aslinya 喫煙写真でジャニーズ事務所が恐喝されていた!? スキャンダルで見捨てられるタレントたち

Saya udah nga  mau galau lagi sumpah.

udah cukup semua berita miring tentang adek saya yang satu ini

nga mau sebenernya denger yang beginian lagi.

sumpah, saya nga mau nagis lagi.

saya cuma satu dari jutaan fans.

saya juga gak bisa berbuat apa-apa.

cuma bisa minta sama yang maha kuasa.

cuma mau Ryutaro say in JUMP.

JUMP=10. cuma itu aja. nga banyak

seterah opa jon deh mau hukum ryu berapa lama, tapi please.

bikin Ryu tetep di JUMp. cuma itu pa.

Opa, kau ini emang orang yang gak mau rugi banget ya.

sumprriiitt. minta ditabok ya?

atau dibakar?

haaalllaaahhh.

Ryutaro Morimoto Because You’re Not Worth It

Minna. Aiiihhhh

Really gaaaalllaaauuuu.

hooh.

Yay, ini ada sebuah tulisan yang nyyeehh bikin nyesek dah.

Sumpriiittt.


Because you’re not worth it


 

Ini aslinya 喫煙写真でジャニーズ事務所が恐喝されていた!? スキャンダルで見捨てられるタレントたち

Saya udah nga  mau galau lagi sumpah.

udah cukup semua berita miring tentang adek saya yang satu ini

nga mau sebenernya denger yang beginian lagi.

sumpah, saya nga mau nagis lagi.

saya cuma satu dari jutaan fans.

saya juga gak bisa berbuat apa-apa.

cuma bisa minta sama yang maha kuasa.

cuma mau Ryutaro say in JUMP.

JUMP=10. cuma itu aja. nga banyak

seterah opa jon deh mau hukum ryu berapa lama, tapi please.

bikin Ryu tetep di JUMp. cuma itu pa.

Opa, kau ini emang orang yang gak mau rugi banget ya.

sumprriiitt. minta ditabok ya?

atau dibakar?

haaalllaaahhh.

Jumat, 01 Juli 2011

Fanfiction 'Baka Kazoku'

Fanfiction

Title : Baka Kazoku part.1

Cast  : Ninomiya Kazunari  as Otoosama

Dita chan as Okaasama



Morimoto Lisa as Yui Kazunari (Neechan)

Nakayama Yuma as Nakayama Yuma (Pacar Yui Kazunari)



Chinen Yuri as Yuri Kazunari (Otouto)



Genre : Tebak sendiri

Theme Song : Ganbaretsugo (HS7)

Fanfiction 'Baka Kazoku'

Fanfiction

Title : Baka Kazoku part.1

Cast  : Ninomiya Kazunari  as Otoosama

Dita chan as Okaasama



Morimoto Lisa as Yui Kazunari (Neechan)

Nakayama Yuma as Nakayama Yuma (Pacar Yui Kazunari)



Chinen Yuri as Yuri Kazunari (Otouto)



Genre : Tebak sendiri

Theme Song : Ganbaretsugo (HS7)

Fanfiction 'Baka Kazoku'

Fanfiction

Title : Baka Kazoku part.1

Cast  : Ninomiya Kazunari  as Otoosama

Dita chan as Okaasama



Morimoto Lisa as Yui Kazunari (Neechan)

Nakayama Yuma as Nakayama Yuma (Pacar Yui Kazunari)



Chinen Yuri as Yuri Kazunari (Otouto)



Genre : Tebak sendiri

Theme Song : Ganbaretsugo (HS7)

Rabu, 15 Juni 2011

Fanfiction 'Katakan atau Tidak'

Fanfiction

Title : Katakan  atau Tidak

Cast : Nakayama Yuma (NYC), Morimoto Lisa

Genre : Aneh dan Gaze

Author : Me (Morimoto Lisa)

Disini terang sekali,

padahal sedang mati lampu.

Aku tahu, pasti karena dirimu ada disini,

hatiku tidak lagi gelap.

“Hahahahahaaha” Yuma tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit akibat lawakan dari Lii.

“Lii chan, kau ini ada-ada saja ya. Bisa saja menghibur kami yang sedang bosan” Neechan Nana mengacak rambut Lii lalu kembali tertawa.

“Hahahahaha aku kan hanya ingin menghibur, tidak salah bukan?” Lii tersenyum kecut sembari merapikan rambutnya yang berantakan.

“Jelas salah, kau berhasil membuat aku sakit perut karena tertawa. Hahahahaha”

“Gomen nasai. Bukan maksudku. Belum selesai Lii berbicara Yuma sudah menyambarnya “Kau jangan salah paham Lii chan, kau ini salah paham melulu. Hahahahhaa” Lii chan memang sering sekali salah paham, pikirannya terlalu jauh.

Kau memberiku senyuman,

memberiku tawa.

Kau ini pelangi atau cat warna sih?

Karena kau telah member warna dihatiku.

***

“Ohayou gozaimasu. Yuma chan, sini-sini” Yuma mendekat pada Airi, yang memang menyuruhnya untuk mendekat. Chuuuu~ Airi mencium pipi sebelah kiri Yuma.

“Hei, kau ini apa-apan sih?” Yuma sedikit marah.

“Ini” Airi memeberikan sekotak coklat. “Selamat hari valentine” Yuma menerima coklat itu lalu pergi meninggalkan Airi. Sementara Airi hanya senyum-senyum saja.

“Hei, Lii chan, kau tidak memerikan coklat pada orang yang kau suka?” Yuki sahabat Lii meneteng sekotak coklat yang akan diberikannya pada Kento pacarnya.

“Eh? Aku tidak suka pada siapapun” Wajah Lii memerah.

“Hontou ni?” Yuki sedikit menggoda Lii.

“Hai. Tapi aku membawa coklat persahabatan.” Lii mengagguk dengan pasti. Perlahan Lii mengelurkan beberapa bungkus coklat dari dalam tasnya. Dia membagikan pada semua teman sekelasnya dan juga pak guru Ohno selaku kepala sekolah. “Aku menyiapkan sesuatu khusus untuk Yuma, ku tambahkan cabe bubuk pada coklatnya. Hahahaha” Senyum Lii seperti iblis yang akan memangsa manusia.

“Lii chan, anata wa kirei desu” Yuma tersenyum manis pada Lii yang baru keluar dari kelasnya. Yuma mengejek Lii atau Memuji ya? Seperti biasa mereka selalu pulang bersama.

Lii menarik tangan Yuma, menggandengnya sampai keluar sekolah. “Ini” Wajah Lii sedikit memerah, namun dia berusaha menahan tawa.

“Ah? Sankyu” Yume tersenyum, perlahan membuka bungkus plastik pembungkus coklat buatan Lii chan.

Astaga, Hatiku berdebar.

Coklat pemberian darimu,

meski tidak sebesar dan secantik pemberian Airi.

Namun ini sangat berarti bagiku

“Hmmm” Yuma mengambil coklat itu dari dalam bungkusnya.

“Chotto Yuma chan” Yuma kaget, lalu memasukkan coklat itu kembali kedalam plastik. Lii menggandeng tangan Yuma, membawanya kesebuah taman. Lii duduk disebuah ayunan, dan Yuma duduk disebelahnya. “Gomen na, sebaiknya kau jangan memakan coklat itu” Wajah Lii murung, dia merasa bersalah.

“Eh? Nande Lii chan?” Yuma tampak bingung.

“Nande monai” Lii sedikit panik. Yuma bangkit. Berdiri tepat didepan Lii.

“Uso ja Lii chan” Yuma membungkuk, wajahnya kini tepat dihadapan Lii. Wajah Yuma semakin mendekat, wajah Lii sedikit memerah.

“Hahahahahahahahaha” Yuma tertawa terbahak-bahak. “Kau pikir aku akan menciummu ya? Itu tidak akan terjadi” Yuma masih tertawa dengan coklat yang dipegangnya. Bibir Lii maju 5cm, wajahnya ditekuk. Lii merampas coklat yang masih ditangan Yuma. “Eh? Nande?” Yuma bingung.

“Sudah, biar aku saja yang makan. Kau tidak memerlukan coklat ini kan?” Lagi-lagi Lii salah paham. Yuma mengambil lagi coklatnya. Lalu memakannya.

“Apa ini? Rasanya sedikit aneh, tapi enak” Yuma terus mengunyah coklatnya.

“Eh? Oishi desuka? Padahal aku memasukkan cabe bubuk kedalam adonannya” Lii menunduk. “Gomen nasai” Lii semakin menunduk. Yuma merangkul pundak Lii.

“Ini, cicipilah, ku harap tidak ada ilermu yang masuk kesini” Yuma menyuapi Lii sisa coklat yanga da didalam bungkus plastik itu.

“Hmmm, oishi desu. Namun agak aneh rasanya, mungkin karena kumasukkan cabe bubuk. Hahahahaha” Lii tertawa, wajanya manis dan aneh, semanis coklat aneh ini.

SATU BULAN KEMUDIAN

“Ini Airi chan” Yuma memberikan coklat balasan dihari white day ini. Lii melihat Yuma membalas coklat pemberian Airi. Lii langsung memalungkan wajah, Lii merasa cemburu.

“Morimoto Kun” Lii berhenti.

“Ku mohon, jauhi Yuma chan mulai saat ini. Dia sudah milikku, jadi jangan dekati dia lagi ya. Dasar gadis pengganggu” Airi menabrak Lii. Lii hanya bisa bengepalkan tangannya.

“Lii chan, daijobu ka?” Yuma menaruh makan siangnya di meja panjang tepat disamping Lii.

“Daijobu” Lii menjawab sembari memalingkan wajahnya.

“Baka janai yo Lii chan. Ceritalah” Yuma sedikit kesal akan tingkah Lii.

“Ah, sudahlah” Lii melahap habis semua makan siangnya tanpa memperdulikan Yuma.

Hey, kau tahu. Aku sungguh menyukaimu.

Namun, dapatkah kau mengerti?

Ku mohon, jangan selalu salah paham.

“Apa sih salahku? Kenapa dia jadi seperti itu?” Yuma membatin ditengah sunyinya kelas. Yuma berfikir. Sesuatu pasti terjadi sehingga membuat Lii seperti itu. “Wakatta. Tadi okaa sama menyuruhku memeberikan coklat balasan pada Airi, ini adalah hari white day. Aduuuh, aku lupa kalau aku memakan coklat pemberiannya ditaman, jadi tidak membawa pulang, lagi pula coklat white day yang diberikan sama Airi yang menyiapkan adalah okaa sama” Yuma termenung.

“Jaa Lii chan”  Yuki dan yang lain melamabikan tangan pada Lii chan yang sedang piket kelas. Dia sendiri yang belum menyelesaikan tuganya.

“Lii chan, ayo pulang.” Yuma masuk slonong boy kedalam kelas Lii.

“Kau duluan saja, aku masih banyak kerjaan” Lii masih sibuk dengan pengepelnya.

“Aa, baiklah. Jaa” Yuma keluar kelas. Meninggalkan Lii sendiri dikesepian petang ini. “Ahhh. Bodoh sekali aku ini, padahal aku ingin mengatakannya, namun kenapa aku malah mengikuti ucapannya? Kenapa berat sekali? Aku ini kemakan gengsi. Uhhhh” Yuma berjalan dikoridor sekolah, sebari menendang-nendang tak jelas keudara.

“Uhhhhh, bodoh sekali aku ini, mengapa aku menyuruhnya pulang? Padahal aku ingin emngatakan sesuatu pada mereka. Uuhhhh” Lii menggerutu dalam kelas, membanting pengepel yang tidak punya salah apa-apa.

***

“Lii chan, gomen white day nya baru hari ini. Ini coklat untukmu” Yuma memberikan sebatang coklat pada Lii.

“Tidak usah Yuma chan. Doomo arigatou, oiya, sejak kapan kau jadian dengan Yamada Airi?” Lii menggeser coklat itu menjauh darinya.

“Ahahahahah Airi chan? Jadian? Kau memang tukang salah paham ya” Yuma menggeser lagi coklat itu kearah Lii.

“Uso ja atashi no tomodachi” Lii menggeser coklat itu lagi. Yuma diam, lalu pergi meninggalakan Lii. Batin Lii serasa dicabik-cabik, mungkin Yuma tidak suka jika dia berkata seperti itu. Pikiran Lii kacau. Lii berlari menuju kamar mandi, airmata Lii mulai jatuh.

Tomodachi kau bilang?

Jadi kau sama sekali tidak menyukaiku ya?

Kau tidak mengerti sekali perasaan ku.

Kau ini! aku menyukaimu tau!

“Sini” Yuma menarik tangan Airi, Airi hanya menurut.

“Jadi, aku akan mengatakannya sekarang? Iya Yuma chan, aku juga menyukaimu” Dengan percaya diri Airi tersenyum lalu memeluk Yuma.

“Sudah pernah ku katakana padamu, aku tidak menyukaimu. Pasti kau mengatakan sesuatu kan?” Yuma mencengkram tangan Airi.

“Iya, aku mengatakan kalau aku dan Yuma chan sudah jadian, jadi kusuruh dia untuk menjauhimu” Airi menjawab dengan santai sembari tersenyum.

“Pantas!” Yuma meninggalkan Airi sendiri. Lalu mencari Lii.

“Yuki chan, kau melihat Lii chan?” Yuma mencoba berbicara meski nafasnya masih tersengal. Namun jawaban yang didapatnya hanya sebuah gelengan kepala. Yuma menusuri seluruh sekolah. “Kemana kau ini? Astaga, atap” Yuma melanjutkan larinya, berlari menusuri anak tangga yang cukup panjang itu. “hosh.hosh.hosh” Yuma mengatur nafasnya.

“Lii chan, kau disini” Yuma mendapati Lii sedang menagis di pojok atap sekolah.

“Eh? Sedang apa kau disini?” Lii menarik ingusnya dan mencoba mengelap air matanya.

“Ini, cepat hapus air matamu, ingusmu juga. Kau ini, aku disini ya sedang mencarimu” Yuma memberikan sapu tangan berwarna biru.

“Ah, untuk apa kau mencariku?” Lii mengabil sapu tangan Yuma, lalu mengeluarkan semua ingus disapu tangannya. “Ini” Lii mengembalikannya lagi.

“Eh? Sudah, untukmu saja” Yuma langsung memeluk Lii. “Aku menyukaimu” Lii langsung melepaskan pelukan Yuma.

“Hontou ni Yuma chan?” Lii menunduk dalam malu.

“Hontou, aku menyukaimu sejak SD. Maka dari itu, aku selalu ingin satu sekolah dengan mu hingga SMU” Yuma mencium kening Lii.

“Aaatashi mo Yuma chan” Lii terbata, bibir Yuma masih menepel dikeningnya. Yuma tersenyum manis.

“Untuk pertama kali aku berani mengungkapkan perasaanku yang sudah lama ku pendam. Ini hanya untuk mu Lii chan” Yume memeluk Lii.

“Hai. Gomen kalau aku selalu saja salah paham” Lii membalas pelukan Yuma.

Untuk pertama kalinya.

Aku berani menyatakan perasaanku.

Untuk Morimoto Lisa.

Gadis yang suka salah paham, yang telah berhasil membuat hatiku luluh.

End

Gomen kalo Gaze n bener2 gaze abis. uuhhhh malu sebenarnya saya buat cerita ini.

Abis ceritanya Hontou ni BAKA. sama seperti yang buat (menyesuaikan keadaan)

Fanfiction 'Katakan atau Tidak'

Fanfiction

Title : Katakan  atau Tidak

Cast : Nakayama Yuma (NYC), Morimoto Lisa

Genre : Aneh dan Gaze

Author : Me (Morimoto Lisa)

Disini terang sekali,

padahal sedang mati lampu.

Aku tahu, pasti karena dirimu ada disini,

hatiku tidak lagi gelap.

“Hahahahahaaha” Yuma tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit akibat lawakan dari Lii.

“Lii chan, kau ini ada-ada saja ya. Bisa saja menghibur kami yang sedang bosan” Neechan Nana mengacak rambut Lii lalu kembali tertawa.

“Hahahahaha aku kan hanya ingin menghibur, tidak salah bukan?” Lii tersenyum kecut sembari merapikan rambutnya yang berantakan.

“Jelas salah, kau berhasil membuat aku sakit perut karena tertawa. Hahahahaha”

“Gomen nasai. Bukan maksudku. Belum selesai Lii berbicara Yuma sudah menyambarnya “Kau jangan salah paham Lii chan, kau ini salah paham melulu. Hahahahhaa” Lii chan memang sering sekali salah paham, pikirannya terlalu jauh.

Kau memberiku senyuman,

memberiku tawa.

Kau ini pelangi atau cat warna sih?

Karena kau telah member warna dihatiku.

***

“Ohayou gozaimasu. Yuma chan, sini-sini” Yuma mendekat pada Airi, yang memang menyuruhnya untuk mendekat. Chuuuu~ Airi mencium pipi sebelah kiri Yuma.

“Hei, kau ini apa-apan sih?” Yuma sedikit marah.

“Ini” Airi memeberikan sekotak coklat. “Selamat hari valentine” Yuma menerima coklat itu lalu pergi meninggalkan Airi. Sementara Airi hanya senyum-senyum saja.

“Hei, Lii chan, kau tidak memerikan coklat pada orang yang kau suka?” Yuki sahabat Lii meneteng sekotak coklat yang akan diberikannya pada Kento pacarnya.

“Eh? Aku tidak suka pada siapapun” Wajah Lii memerah.

“Hontou ni?” Yuki sedikit menggoda Lii.

“Hai. Tapi aku membawa coklat persahabatan.” Lii mengagguk dengan pasti. Perlahan Lii mengelurkan beberapa bungkus coklat dari dalam tasnya. Dia membagikan pada semua teman sekelasnya dan juga pak guru Ohno selaku kepala sekolah. “Aku menyiapkan sesuatu khusus untuk Yuma, ku tambahkan cabe bubuk pada coklatnya. Hahahaha” Senyum Lii seperti iblis yang akan memangsa manusia.

“Lii chan, anata wa kirei desu” Yuma tersenyum manis pada Lii yang baru keluar dari kelasnya. Yuma mengejek Lii atau Memuji ya? Seperti biasa mereka selalu pulang bersama.

Lii menarik tangan Yuma, menggandengnya sampai keluar sekolah. “Ini” Wajah Lii sedikit memerah, namun dia berusaha menahan tawa.

“Ah? Sankyu” Yume tersenyum, perlahan membuka bungkus plastik pembungkus coklat buatan Lii chan.

Astaga, Hatiku berdebar.

Coklat pemberian darimu,

meski tidak sebesar dan secantik pemberian Airi.

Namun ini sangat berarti bagiku

“Hmmm” Yuma mengambil coklat itu dari dalam bungkusnya.

“Chotto Yuma chan” Yuma kaget, lalu memasukkan coklat itu kembali kedalam plastik. Lii menggandeng tangan Yuma, membawanya kesebuah taman. Lii duduk disebuah ayunan, dan Yuma duduk disebelahnya. “Gomen na, sebaiknya kau jangan memakan coklat itu” Wajah Lii murung, dia merasa bersalah.

“Eh? Nande Lii chan?” Yuma tampak bingung.

“Nande monai” Lii sedikit panik. Yuma bangkit. Berdiri tepat didepan Lii.

“Uso ja Lii chan” Yuma membungkuk, wajahnya kini tepat dihadapan Lii. Wajah Yuma semakin mendekat, wajah Lii sedikit memerah.

“Hahahahahahahahaha” Yuma tertawa terbahak-bahak. “Kau pikir aku akan menciummu ya? Itu tidak akan terjadi” Yuma masih tertawa dengan coklat yang dipegangnya. Bibir Lii maju 5cm, wajahnya ditekuk. Lii merampas coklat yang masih ditangan Yuma. “Eh? Nande?” Yuma bingung.

“Sudah, biar aku saja yang makan. Kau tidak memerlukan coklat ini kan?” Lagi-lagi Lii salah paham. Yuma mengambil lagi coklatnya. Lalu memakannya.

“Apa ini? Rasanya sedikit aneh, tapi enak” Yuma terus mengunyah coklatnya.

“Eh? Oishi desuka? Padahal aku memasukkan cabe bubuk kedalam adonannya” Lii menunduk. “Gomen nasai” Lii semakin menunduk. Yuma merangkul pundak Lii.

“Ini, cicipilah, ku harap tidak ada ilermu yang masuk kesini” Yuma menyuapi Lii sisa coklat yanga da didalam bungkus plastik itu.

“Hmmm, oishi desu. Namun agak aneh rasanya, mungkin karena kumasukkan cabe bubuk. Hahahahaha” Lii tertawa, wajanya manis dan aneh, semanis coklat aneh ini.

SATU BULAN KEMUDIAN

“Ini Airi chan” Yuma memberikan coklat balasan dihari white day ini. Lii melihat Yuma membalas coklat pemberian Airi. Lii langsung memalungkan wajah, Lii merasa cemburu.

“Morimoto Kun” Lii berhenti.

“Ku mohon, jauhi Yuma chan mulai saat ini. Dia sudah milikku, jadi jangan dekati dia lagi ya. Dasar gadis pengganggu” Airi menabrak Lii. Lii hanya bisa bengepalkan tangannya.

“Lii chan, daijobu ka?” Yuma menaruh makan siangnya di meja panjang tepat disamping Lii.

“Daijobu” Lii menjawab sembari memalingkan wajahnya.

“Baka janai yo Lii chan. Ceritalah” Yuma sedikit kesal akan tingkah Lii.

“Ah, sudahlah” Lii melahap habis semua makan siangnya tanpa memperdulikan Yuma.

Hey, kau tahu. Aku sungguh menyukaimu.

Namun, dapatkah kau mengerti?

Ku mohon, jangan selalu salah paham.

“Apa sih salahku? Kenapa dia jadi seperti itu?” Yuma membatin ditengah sunyinya kelas. Yuma berfikir. Sesuatu pasti terjadi sehingga membuat Lii seperti itu. “Wakatta. Tadi okaa sama menyuruhku memeberikan coklat balasan pada Airi, ini adalah hari white day. Aduuuh, aku lupa kalau aku memakan coklat pemberiannya ditaman, jadi tidak membawa pulang, lagi pula coklat white day yang diberikan sama Airi yang menyiapkan adalah okaa sama” Yuma termenung.

“Jaa Lii chan”  Yuki dan yang lain melamabikan tangan pada Lii chan yang sedang piket kelas. Dia sendiri yang belum menyelesaikan tuganya.

“Lii chan, ayo pulang.” Yuma masuk slonong boy kedalam kelas Lii.

“Kau duluan saja, aku masih banyak kerjaan” Lii masih sibuk dengan pengepelnya.

“Aa, baiklah. Jaa” Yuma keluar kelas. Meninggalkan Lii sendiri dikesepian petang ini. “Ahhh. Bodoh sekali aku ini, padahal aku ingin mengatakannya, namun kenapa aku malah mengikuti ucapannya? Kenapa berat sekali? Aku ini kemakan gengsi. Uhhhh” Yuma berjalan dikoridor sekolah, sebari menendang-nendang tak jelas keudara.

“Uhhhhh, bodoh sekali aku ini, mengapa aku menyuruhnya pulang? Padahal aku ingin emngatakan sesuatu pada mereka. Uuhhhh” Lii menggerutu dalam kelas, membanting pengepel yang tidak punya salah apa-apa.

***

“Lii chan, gomen white day nya baru hari ini. Ini coklat untukmu” Yuma memberikan sebatang coklat pada Lii.

“Tidak usah Yuma chan. Doomo arigatou, oiya, sejak kapan kau jadian dengan Yamada Airi?” Lii menggeser coklat itu menjauh darinya.

“Ahahahahah Airi chan? Jadian? Kau memang tukang salah paham ya” Yuma menggeser lagi coklat itu kearah Lii.

“Uso ja atashi no tomodachi” Lii menggeser coklat itu lagi. Yuma diam, lalu pergi meninggalakan Lii. Batin Lii serasa dicabik-cabik, mungkin Yuma tidak suka jika dia berkata seperti itu. Pikiran Lii kacau. Lii berlari menuju kamar mandi, airmata Lii mulai jatuh.

Tomodachi kau bilang?

Jadi kau sama sekali tidak menyukaiku ya?

Kau tidak mengerti sekali perasaan ku.

Kau ini! aku menyukaimu tau!

“Sini” Yuma menarik tangan Airi, Airi hanya menurut.

“Jadi, aku akan mengatakannya sekarang? Iya Yuma chan, aku juga menyukaimu” Dengan percaya diri Airi tersenyum lalu memeluk Yuma.

“Sudah pernah ku katakana padamu, aku tidak menyukaimu. Pasti kau mengatakan sesuatu kan?” Yuma mencengkram tangan Airi.

“Iya, aku mengatakan kalau aku dan Yuma chan sudah jadian, jadi kusuruh dia untuk menjauhimu” Airi menjawab dengan santai sembari tersenyum.

“Pantas!” Yuma meninggalkan Airi sendiri. Lalu mencari Lii.

“Yuki chan, kau melihat Lii chan?” Yuma mencoba berbicara meski nafasnya masih tersengal. Namun jawaban yang didapatnya hanya sebuah gelengan kepala. Yuma menusuri seluruh sekolah. “Kemana kau ini? Astaga, atap” Yuma melanjutkan larinya, berlari menusuri anak tangga yang cukup panjang itu. “hosh.hosh.hosh” Yuma mengatur nafasnya.

“Lii chan, kau disini” Yuma mendapati Lii sedang menagis di pojok atap sekolah.

“Eh? Sedang apa kau disini?” Lii menarik ingusnya dan mencoba mengelap air matanya.

“Ini, cepat hapus air matamu, ingusmu juga. Kau ini, aku disini ya sedang mencarimu” Yuma memberikan sapu tangan berwarna biru.

“Ah, untuk apa kau mencariku?” Lii mengabil sapu tangan Yuma, lalu mengeluarkan semua ingus disapu tangannya. “Ini” Lii mengembalikannya lagi.

“Eh? Sudah, untukmu saja” Yuma langsung memeluk Lii. “Aku menyukaimu” Lii langsung melepaskan pelukan Yuma.

“Hontou ni Yuma chan?” Lii menunduk dalam malu.

“Hontou, aku menyukaimu sejak SD. Maka dari itu, aku selalu ingin satu sekolah dengan mu hingga SMU” Yuma mencium kening Lii.

“Aaatashi mo Yuma chan” Lii terbata, bibir Yuma masih menepel dikeningnya. Yuma tersenyum manis.

“Untuk pertama kali aku berani mengungkapkan perasaanku yang sudah lama ku pendam. Ini hanya untuk mu Lii chan” Yume memeluk Lii.

“Hai. Gomen kalau aku selalu saja salah paham” Lii membalas pelukan Yuma.

Untuk pertama kalinya.

Aku berani menyatakan perasaanku.

Untuk Morimoto Lisa.

Gadis yang suka salah paham, yang telah berhasil membuat hatiku luluh.

End

Gomen kalo Gaze n bener2 gaze abis. uuhhhh malu sebenarnya saya buat cerita ini.

Abis ceritanya Hontou ni BAKA. sama seperti yang buat (menyesuaikan keadaan)

Sabtu, 04 Juni 2011

Fanfiction 'Makan Sendirian'

Mini Fanfiction
Judul : Makan Sendirian
Genre : Romantis atau apalah terserah yang baca


“Risa, capat bangun, kau harus kekolam berenang sekolah kan jam 10? Ayo cepat sarapan” Suara Okaasama terdegar kencang dimension kecil keluarga Morimotot itu. “Huaaaaammmm” Risa keluar dari kamarnya dengan tampang lusuh tak berdaya. “Ayo cepat makan, Okaasama harus beres-beres, Okaasama sudah harus pergi” Lagi-lagi Okaasama berbicara dengan cepat. “Aku selesai” Ryu sianak tengah telah selesai dengan sarapannya. “Aku bisa beres-beres sendiri ko” Risa bergeming malas menatap meja makan. “Aku pergi” Ryu melambaikan tangan setelah membenarkan posisi tas selempangnya. “Mau kemana kau Ryutaro?” Risa masih dengan tatapan malasnya encoba menyapa adiknya. “Aku sudah ada janji dengan Natsune chan dan mamanya, kami akan menonton bioskop dan Shin ada latihan baseball disekolahnya” Ryu berlalu sambil menggandeng tangan Shin. “Otoosan, tolong bereskan perlengkapan” Okaasama sibuk dengan dandanannya. “Risa, sarapan ya! Dikulkas ada yogurt jangan lupa kunci pintu kalau mau pergi. Kami berangkat” Seiring tutupan pintu karena sekarang semua penghuni mansion kecil itu telah lenyap bagai detelan bumi. “Huaaaammm, aku makan” Cluuurr Risa menuangkan susu kedalam gelasnya. “Coba aku bangun lebih pagi dan sarapan bersama” Risa melirik jam yang ada tepat didepan ruang makan. “Masih jam 8.15, tidur sebentar lagi, ah” Risa pun membaringkan dirinya di sofa ruang tamu. “Wuaaaaaahhhh! Jam 9.40 menit! Makan secuil roti aja deh, sudah harus pergi sekarang!” Dengan paniknya Risa pun berangkat kekolam renang sekolah. “Ohayou Morimoto kun” Disebrang kolam sudah ada Ryosuke dan Yuma yang sedang pemanasan. “Ohayou. Hari ini yang ikut sedikit ya?” Risa memasang topi dan kaca mata renagnya. “Iya, yang lain pergi, dan yang lainnya lagi les” Priiittttttttt peluit pa Ono terdengar tanda berkumpul. “Hari ini kita belajar berenang gaya dada!” Semua siswa dan siswipun masuk kedalam kolam dan mulai berenang. “Paaannnaaasss, aku lapar” Risa berpegangan dipinggiran kolam. “Eh? Morimoto kun wajahmu pucat!” Risa naik dari atas kolam, ukh, bruuuuuuuukk. “Morimoto kun” Semua murid serentak berteriak.
“Kau tak sarapan? Berenang itu menghabiskan banayk energi” Bu Akane adalah guru kesehatan disekolah, beliau member Risa susu sebagai pengganti makanan. “Pulang nanti, kau harus makan lalu istirahat”. “Kau nga apa-apa?” Yuma menunggu didepan pintu ruang kesehatan. “Yuma, kami dulan ya!” Ryosuke mengejek Yuma, begitulah sikap Ryosuke, sering sekali menegjek Yuma dan Risa. “Kau nga sarapan? Ko bisa nga sarapan? Kau kan gembul!” Ditengah jalan Yuma mengejek Risa. “Siapa yang gembul” Suara nyaring Risa terdengar melengking di telinga Yuma. “Habis aku sendirian, jadi nga enak makan” Wajah Risa berubah menjadi murung. “Sendirian? Oh, ibumu bekerja, ya?”. “Iya, Ryu lagi kencan, dan Shin lagi latihan baseball. Sudah sampai rumahmu. Jaa” Risa melambaikan tangan. “Jangan lupa makan” Wajah Yuma memerah entah karena malu atau karena apa. “Iya dadah” Risa terus berjalan melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. “Tadaima” Diiringi bel toko klontong milik orang tua Yuma, Yuma masuk kedalam rumah tokonya itu. “Okaeri, Yuma, ada sandwich untukmu” Okaa sama menyuruh Yuma memakan sesuatu yang sudah ia belikan untuk Yuma. “Iya” Yuma menuju meja makan, rupanya dia senasib dengan Risa, harus makan sendirian. “Ah lapar, eh ada kare. Aku harus makan nih” Risa mengambil sisa sarapannya tadi pagi. Aku harus masak kare dengan api yang kecil. Nah, selamat makan” krrriiiikkkkk *hening* “Malas ah kalau sendirian” Risa menggambil tumpukan boneka dikamarnya, lalu menaruhnya disekeliling meja makan. Tingtooong. “Uh siapa sih?” Risa menaikan dahinya. “Ini aku Nakayama” Risa membuka pintu untuk Yuma. “Ada apa?” Risa bertanya sebelum mempersihlakan Yuma masuk. “Makan siang, aku juga sendirian, kita makan bareng yuk?” wajah Risa berubah menjadi berseri “Silakan masuk” Risa langsung menuju meja makan. “Permisi” Yuma melepas sepatunya. “Makan siangmu apa Yuma chan?” Risa menyalahkan kompor. “Sandwich”. “Ku buatkan teh ya? Mau cicipi kare buatan mamaku?” Risa menaruh teko diatas kompor. “Boleh sedikit saja, apa ini?” Yuma menunjuk pada boneka yang terjejer dimeja makan. “Bukan apa-apa ko” Risa membereskan semua bonekannya, mengembalikannya kekamar. “Kau ini kan sudah kelas dua SMU, tingkahmu masih seperti anak-anak saja” Yuma memprotes Risa yang kembali kemeja makan. “Kau mau sandiwchku?” Yuma menyodorkan sandwich buatannya. “Makan berdua rasanya lebih enak ya?” Yuma tersenyum manias pad Risa. “Jam dua nanti ada film bagus”
***
“Hahahahaha” Mereka berdu asik melihat film kartun ditv, mesi sudah besar mereka tetap suka dengan kartun. “Eh? Risa tertidur dipengkuanku, hihihihi wajahnya lucu belepotan kare” Yuma mengelap wajah Risa dengan tissue. “Tadaima. Apa? Kenapa ini? Sejak kapan? Niichan Yuma dan Risa kenapa bisa begini sih?”
“Hihihihi kalian manis sekali” Yuma terkaget melihat Okaasama (ibu dari Risa) berdiri tepat disampingnya sambil tersenyum manis, sementara Risa masih saja tertidur dipangkuan Yuma. Memang Risa gebluk.
~End~

Story : Ono Eriko (Hai Miiko!)

Fanfiction 'Makan Sendirian'

Mini Fanfiction
Judul : Makan Sendirian
Genre : Romantis atau apalah terserah yang baca


“Risa, capat bangun, kau harus kekolam berenang sekolah kan jam 10? Ayo cepat sarapan” Suara Okaasama terdegar kencang dimension kecil keluarga Morimotot itu. “Huaaaaammmm” Risa keluar dari kamarnya dengan tampang lusuh tak berdaya. “Ayo cepat makan, Okaasama harus beres-beres, Okaasama sudah harus pergi” Lagi-lagi Okaasama berbicara dengan cepat. “Aku selesai” Ryu sianak tengah telah selesai dengan sarapannya. “Aku bisa beres-beres sendiri ko” Risa bergeming malas menatap meja makan. “Aku pergi” Ryu melambaikan tangan setelah membenarkan posisi tas selempangnya. “Mau kemana kau Ryutaro?” Risa masih dengan tatapan malasnya encoba menyapa adiknya. “Aku sudah ada janji dengan Natsune chan dan mamanya, kami akan menonton bioskop dan Shin ada latihan baseball disekolahnya” Ryu berlalu sambil menggandeng tangan Shin. “Otoosan, tolong bereskan perlengkapan” Okaasama sibuk dengan dandanannya. “Risa, sarapan ya! Dikulkas ada yogurt jangan lupa kunci pintu kalau mau pergi. Kami berangkat” Seiring tutupan pintu karena sekarang semua penghuni mansion kecil itu telah lenyap bagai detelan bumi. “Huaaaammm, aku makan” Cluuurr Risa menuangkan susu kedalam gelasnya. “Coba aku bangun lebih pagi dan sarapan bersama” Risa melirik jam yang ada tepat didepan ruang makan. “Masih jam 8.15, tidur sebentar lagi, ah” Risa pun membaringkan dirinya di sofa ruang tamu. “Wuaaaaaahhhh! Jam 9.40 menit! Makan secuil roti aja deh, sudah harus pergi sekarang!” Dengan paniknya Risa pun berangkat kekolam renang sekolah. “Ohayou Morimoto kun” Disebrang kolam sudah ada Ryosuke dan Yuma yang sedang pemanasan. “Ohayou. Hari ini yang ikut sedikit ya?” Risa memasang topi dan kaca mata renagnya. “Iya, yang lain pergi, dan yang lainnya lagi les” Priiittttttttt peluit pa Ono terdengar tanda berkumpul. “Hari ini kita belajar berenang gaya dada!” Semua siswa dan siswipun masuk kedalam kolam dan mulai berenang. “Paaannnaaasss, aku lapar” Risa berpegangan dipinggiran kolam. “Eh? Morimoto kun wajahmu pucat!” Risa naik dari atas kolam, ukh, bruuuuuuuukk. “Morimoto kun” Semua murid serentak berteriak.
“Kau tak sarapan? Berenang itu menghabiskan banayk energi” Bu Akane adalah guru kesehatan disekolah, beliau member Risa susu sebagai pengganti makanan. “Pulang nanti, kau harus makan lalu istirahat”. “Kau nga apa-apa?” Yuma menunggu didepan pintu ruang kesehatan. “Yuma, kami dulan ya!” Ryosuke mengejek Yuma, begitulah sikap Ryosuke, sering sekali menegjek Yuma dan Risa. “Kau nga sarapan? Ko bisa nga sarapan? Kau kan gembul!” Ditengah jalan Yuma mengejek Risa. “Siapa yang gembul” Suara nyaring Risa terdengar melengking di telinga Yuma. “Habis aku sendirian, jadi nga enak makan” Wajah Risa berubah menjadi murung. “Sendirian? Oh, ibumu bekerja, ya?”. “Iya, Ryu lagi kencan, dan Shin lagi latihan baseball. Sudah sampai rumahmu. Jaa” Risa melambaikan tangan. “Jangan lupa makan” Wajah Yuma memerah entah karena malu atau karena apa. “Iya dadah” Risa terus berjalan melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. “Tadaima” Diiringi bel toko klontong milik orang tua Yuma, Yuma masuk kedalam rumah tokonya itu. “Okaeri, Yuma, ada sandwich untukmu” Okaa sama menyuruh Yuma memakan sesuatu yang sudah ia belikan untuk Yuma. “Iya” Yuma menuju meja makan, rupanya dia senasib dengan Risa, harus makan sendirian. “Ah lapar, eh ada kare. Aku harus makan nih” Risa mengambil sisa sarapannya tadi pagi. Aku harus masak kare dengan api yang kecil. Nah, selamat makan” krrriiiikkkkk *hening* “Malas ah kalau sendirian” Risa menggambil tumpukan boneka dikamarnya, lalu menaruhnya disekeliling meja makan. Tingtooong. “Uh siapa sih?” Risa menaikan dahinya. “Ini aku Nakayama” Risa membuka pintu untuk Yuma. “Ada apa?” Risa bertanya sebelum mempersihlakan Yuma masuk. “Makan siang, aku juga sendirian, kita makan bareng yuk?” wajah Risa berubah menjadi berseri “Silakan masuk” Risa langsung menuju meja makan. “Permisi” Yuma melepas sepatunya. “Makan siangmu apa Yuma chan?” Risa menyalahkan kompor. “Sandwich”. “Ku buatkan teh ya? Mau cicipi kare buatan mamaku?” Risa menaruh teko diatas kompor. “Boleh sedikit saja, apa ini?” Yuma menunjuk pada boneka yang terjejer dimeja makan. “Bukan apa-apa ko” Risa membereskan semua bonekannya, mengembalikannya kekamar. “Kau ini kan sudah kelas dua SMU, tingkahmu masih seperti anak-anak saja” Yuma memprotes Risa yang kembali kemeja makan. “Kau mau sandiwchku?” Yuma menyodorkan sandwich buatannya. “Makan berdua rasanya lebih enak ya?” Yuma tersenyum manias pad Risa. “Jam dua nanti ada film bagus”
***
“Hahahahaha” Mereka berdu asik melihat film kartun ditv, mesi sudah besar mereka tetap suka dengan kartun. “Eh? Risa tertidur dipengkuanku, hihihihi wajahnya lucu belepotan kare” Yuma mengelap wajah Risa dengan tissue. “Tadaima. Apa? Kenapa ini? Sejak kapan? Niichan Yuma dan Risa kenapa bisa begini sih?”
“Hihihihi kalian manis sekali” Yuma terkaget melihat Okaasama (ibu dari Risa) berdiri tepat disampingnya sambil tersenyum manis, sementara Risa masih saja tertidur dipangkuan Yuma. Memang Risa gebluk.
~End~

Story : Ono Eriko (Hai Miiko!)

Jumat, 03 Juni 2011

Nakayama Yuma Girlversion

Oh noooooo memulai posting gaze lagi? iya dong, kangen gak posting gaze lagi.


cekidoootttt




M : Ayang, ini Nana Nee-chan ne? *nunjuk pikku diatas.

Y : Chigau, kore atashi desu.

M : Uso ja Yuma chan.

Y : Hontou. kore wa atashi desu.

M: Eh? Kireii desu^^

Y : Chuuu *kissu pipi kiriku. Doomo arigatou.

Udah ah. Yang lain lanjut di posting yang lain ^^


Ohayou Minna san. Ja^^


Nakayama Yuma ♥ Morimoto Lisa

Nakayama Yuma Girlversion

Oh noooooo memulai posting gaze lagi? iya dong, kangen gak posting gaze lagi.


cekidoootttt




M : Ayang, ini Nana Nee-chan ne? *nunjuk pikku diatas.

Y : Chigau, kore atashi desu.

M : Uso ja Yuma chan.

Y : Hontou. kore wa atashi desu.

M: Eh? Kireii desu^^

Y : Chuuu *kissu pipi kiriku. Doomo arigatou.

Udah ah. Yang lain lanjut di posting yang lain ^^


Ohayou Minna san. Ja^^


Nakayama Yuma ♥ Morimoto Lisa

Minggu, 29 Mei 2011

Siswa Siswi Jepang Paling Sopan di Dunia



Morimoto Ryutaro-Watashi no Otouto.

REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO - Jepang bisa membanggakan disiplin siswa-siswi negara tersebut di sekolah. Perilaku siswa Jepang di kelas itu lebih baik atau terbaik dunia. Demikian hasil penelitian internasional.

Menurut hasil penelitian tersebut, murid-murid di Jepang menempati posisi tertinggi dalam peringkat perilaku baik. Laporan dari forum kerjasama ekonomi OECD mendapati jumlah gangguan di kelas pada tahun 2009 lebih sedikit jika dibandingkan angka hasil penelitian tahun 2000.

Siswa-siswi di Inggris berperilaku lebih baik jika dibandingan perilaku rata-rata siswa di negara lain. Namun, negara dan kawasan Asia mendominasi posisi teratas di daftar peringkat perilaku terbaik.

OECD menerbitkan analisis statistik perilaku yang dihimpun sebagai bagian dari penelitian internasional forum tersebut. Penelitian itu juga membandingkan kinerja sistem pendidikan.

Penelitian OECD mencermati tingkat gangguan yang terjadi di kelas dari segi berapa lama guru harus menunggu siswa usia 15 tahun ''menjadi tenang'' dalam proses belajar. Penelitian mendapati bahwa, meski banyak pihak merisaukan perilaku buruk, kemungkinan remaja gaduh dan berulah itu menurun jika dibandingkan dengan hasil analisis internasional serupa pada 2000.

''Keyakinan umum selama ini mempercayai disiplin siswa turun dari satu angkatan ke angkatan berikutnya. Keyakinan tersebut juga mempercayai bahwa para guru kehilangan kendali atas kelas mereka. Namun, keyakinan umum itu keliru,'' kata laporan OECD. ''Antara tahun 2000 dan 2009, disiplin di sekolah ternyata tidak memburuk. Bahkan, di banyak negara disiplin siswa justru meningkat.''

Negara-negara dan kawasan di Asia menempati tujuh dari 10 tempat teratas. Tiga tempat teratas ditempati oleh negara di Eropa timur.

Dua sistem persekolahan Cina (Shangai dan Hongkong) berada di posisi empat teratas. Ini mencerminkan munculnya Cina sebagai adidaya pendidikan yang tengah bangkit.

Dalam hasil pengukuran penelitian terhadap keterampilan baca-tulis yang diterbitkan bulan Desember, sistem persekolahan Shanghai menempati posisi teratas di dunia. Dalam penelitian perilaku ini, Inggris menempati posisi ke-28 dengan skor yang menempatkan perilaku siswa Inggris di atas rata-rata. Posisi Inggris di belakang Amerika Serikat dan Jerman, tapi di atas Prancis dan Italia.

Peringkat pendidikan internasional hasil penelitian OECD ini menempatkan negara-negara Skandinavia di posisi bawah. Finlandia, yang biasanya berada di peringkat teratas urutan sekolah dunia, berada di tiga posisi terbawah. Hanya Argentina dan Yunani yang disebut mengalami gangguan lebih banyak di dalam kelas.

Siswa Siswi Jepang Paling Sopan di Dunia



Morimoto Ryutaro-Watashi no Otouto.

REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO - Jepang bisa membanggakan disiplin siswa-siswi negara tersebut di sekolah. Perilaku siswa Jepang di kelas itu lebih baik atau terbaik dunia. Demikian hasil penelitian internasional.

Menurut hasil penelitian tersebut, murid-murid di Jepang menempati posisi tertinggi dalam peringkat perilaku baik. Laporan dari forum kerjasama ekonomi OECD mendapati jumlah gangguan di kelas pada tahun 2009 lebih sedikit jika dibandingkan angka hasil penelitian tahun 2000.

Siswa-siswi di Inggris berperilaku lebih baik jika dibandingan perilaku rata-rata siswa di negara lain. Namun, negara dan kawasan Asia mendominasi posisi teratas di daftar peringkat perilaku terbaik.

OECD menerbitkan analisis statistik perilaku yang dihimpun sebagai bagian dari penelitian internasional forum tersebut. Penelitian itu juga membandingkan kinerja sistem pendidikan.

Penelitian OECD mencermati tingkat gangguan yang terjadi di kelas dari segi berapa lama guru harus menunggu siswa usia 15 tahun ''menjadi tenang'' dalam proses belajar. Penelitian mendapati bahwa, meski banyak pihak merisaukan perilaku buruk, kemungkinan remaja gaduh dan berulah itu menurun jika dibandingkan dengan hasil analisis internasional serupa pada 2000.

''Keyakinan umum selama ini mempercayai disiplin siswa turun dari satu angkatan ke angkatan berikutnya. Keyakinan tersebut juga mempercayai bahwa para guru kehilangan kendali atas kelas mereka. Namun, keyakinan umum itu keliru,'' kata laporan OECD. ''Antara tahun 2000 dan 2009, disiplin di sekolah ternyata tidak memburuk. Bahkan, di banyak negara disiplin siswa justru meningkat.''

Negara-negara dan kawasan di Asia menempati tujuh dari 10 tempat teratas. Tiga tempat teratas ditempati oleh negara di Eropa timur.

Dua sistem persekolahan Cina (Shangai dan Hongkong) berada di posisi empat teratas. Ini mencerminkan munculnya Cina sebagai adidaya pendidikan yang tengah bangkit.

Dalam hasil pengukuran penelitian terhadap keterampilan baca-tulis yang diterbitkan bulan Desember, sistem persekolahan Shanghai menempati posisi teratas di dunia. Dalam penelitian perilaku ini, Inggris menempati posisi ke-28 dengan skor yang menempatkan perilaku siswa Inggris di atas rata-rata. Posisi Inggris di belakang Amerika Serikat dan Jerman, tapi di atas Prancis dan Italia.

Peringkat pendidikan internasional hasil penelitian OECD ini menempatkan negara-negara Skandinavia di posisi bawah. Finlandia, yang biasanya berada di peringkat teratas urutan sekolah dunia, berada di tiga posisi terbawah. Hanya Argentina dan Yunani yang disebut mengalami gangguan lebih banyak di dalam kelas.

Rabu, 18 Mei 2011

Fanfiction 'Sakura Chan' Part 3

“Senpai, jadi apa keputusan mu?” Junior diclub pemandu sorak mendatangi Sakura yang sedang membaca dikursi taman sekolah. “Sore nanti temui aku dilapangan. Aku akan lihat aksi kalian dan aku akan tentukan siapa yang pantas mengantikan posisiku sebagai leader” Dengan dingin Sakura memerintah pada juniornya. “Megumi chan, Senpai Sakura itu dingin sekali ne?” Senpai.  Ya memang semua junior mengaggap Sakura hebat tetapi dingin.

Halaman 30 : Tidak ada cinta

“Dimana kasih itu? Dimana sayang itu? Pancaran cintanya tak pernah ku rasa” Sakura paham betul isi buku itu. “Nan daijobu ka? Aku mencari mu kemana-mana, pulang nanti temani aku ke toko buku ne?” Yuma datang mengagetkan Sakura yang mulai menagis. “Gomen na, aku tak bisa, aku harus menyeleksi leader pemandu sorak” Yume tersenyu. “Jadilah senpai yang hebat”. “Yuma chan, apa kau pernah merasakan cinta?” Yuma tersentak mendengar pertanyaan Sakura. “Iya, aku pernah jatuh cinta pada seorang gadis yang mempunyai sikap yang dingin, dia hebat sekali” Sakura menyeringatkan dahinya. “Maksudmu?” Tanya Sakura. “Kau. Aku menyukaimu Sakura chan”Yuma mendekat pada Sakura. Wajah Sakura datar. “Jangan Yuma chan” Sakura memberontak atas apa yang dilakukan oleh Yuma. “Hentikan!” Yuto datang seperti pahlawan ditelevisi. “Kau lelaki pengecut!” Yuma tersenyum licik melihat Yuto yang tengah memeluk Sakura. “Aku tak percaya akan hal itu Yuto chan” Sakura menjatuhkan air mata. “tapi kau harus percaya.Ini buktinya,Yuto menunjukan potongan Koran berita satu tahun yang lalu. Yuma dikeluarkan karena dia memperkosa seorang disekolah” Yuto memeluk Sakura yang masih tidak percaya dengan hal itu. “Sakura, aku akan menunggumu, aku akan mengantarkan kau pulang” Yuto menunggu disudut lapangan. Sekolah telah memproses Yuma. Dia dikeluarkan hari itu juga. “Arigatou” Sakura menuju lapangan menghampiri Seniornya yang sudah menunggu. “Baik, aku akan umumkan lusa” setelah menyeleksi dengan beberapa tahap. Sakura telah menyiapkan dua nama dan harus ia pikirkan matang-matang. “Ayo”. Sakura mengajak Yuto yang mulai mengantuk menunggu. Yuto tersenyum tampak gigi gingsulnya, membuat senyumnya terlihat kawaii. “Kau hebat ne Sakura chan, tapi tadi siang kau tidak apa-apa bukan?” Yuto mecoba mencairkan suasana. “Tidak apa-apa. Eh, aku sangat suka dengan buku pemberian mu. Thanks you ne” Yuto tersenyum. Yuto mencoba mengenggam tangan Sakura. “Baka desu yo Yuto Chan!” Yuto mengurungkan niatnya lagi. “Hmm, biasanya aku bertemu dengan Kento” Yuto melirik kesana kemari mencoba mencari adiknya. “Kento siapa?” Tanya Sakura. “Watashi no Otouto desu” Jawab Yuto. “Niichan, wah kau bersama pacar mu ne?” Kento datang mengagetkan Yuto. “Eh. Baka yo. Ini teman ku. Sakura chan”. “Un. Yoroshiku. Sepertinya aku mengenalmu, kau ketua pemandu sorak ya? Aku sering melihatmu.” Kento yang memang anak basket langsung mengetahui jati diri sakura. “hai. Yoroshiku. Sudah tidak lagi. Aku sudah turun jabatan. Sebentar lagi kami naik kekelas tiga dan akan lulus” Sakura menjelaskan dengan malu. “Ayo pulang” Kento menarik tangan Yuto. “Aku akan mengantar Sakura chan dulu. Sudah sana kau pulang duluan” Kento meluncur menghampiri fuma sahabatnya. “Kento mirip sekali dengan mu. Ja” Sakura tersenyum merapihkan seragamnya sebelum memasuki rumah. “Hai. Dewa mata ashita” Yuto melambaikan tangan dengan tersenyum manis.

Halaman 111 : Satu Cinta Yang Terpendam.

“Indah sekali melihat keluarga itu. Tetapi terlalu menyayat hati” Sakura membuka halaman demi halaman. Hingga air matanya terjatuh.

Halaman 150 : Tanya dan Keraguan

“Mengapa? Mengapa kau melahirkan ku kedunia ini?”

***

Fanfiction 'Sakura Chan' Part 3

“Senpai, jadi apa keputusan mu?” Junior diclub pemandu sorak mendatangi Sakura yang sedang membaca dikursi taman sekolah. “Sore nanti temui aku dilapangan. Aku akan lihat aksi kalian dan aku akan tentukan siapa yang pantas mengantikan posisiku sebagai leader” Dengan dingin Sakura memerintah pada juniornya. “Megumi chan, Senpai Sakura itu dingin sekali ne?” Senpai.  Ya memang semua junior mengaggap Sakura hebat tetapi dingin.

Halaman 30 : Tidak ada cinta

“Dimana kasih itu? Dimana sayang itu? Pancaran cintanya tak pernah ku rasa” Sakura paham betul isi buku itu. “Nan daijobu ka? Aku mencari mu kemana-mana, pulang nanti temani aku ke toko buku ne?” Yuma datang mengagetkan Sakura yang mulai menagis. “Gomen na, aku tak bisa, aku harus menyeleksi leader pemandu sorak” Yume tersenyu. “Jadilah senpai yang hebat”. “Yuma chan, apa kau pernah merasakan cinta?” Yuma tersentak mendengar pertanyaan Sakura. “Iya, aku pernah jatuh cinta pada seorang gadis yang mempunyai sikap yang dingin, dia hebat sekali” Sakura menyeringatkan dahinya. “Maksudmu?” Tanya Sakura. “Kau. Aku menyukaimu Sakura chan”Yuma mendekat pada Sakura. Wajah Sakura datar. “Jangan Yuma chan” Sakura memberontak atas apa yang dilakukan oleh Yuma. “Hentikan!” Yuto datang seperti pahlawan ditelevisi. “Kau lelaki pengecut!” Yuma tersenyum licik melihat Yuto yang tengah memeluk Sakura. “Aku tak percaya akan hal itu Yuto chan” Sakura menjatuhkan air mata. “tapi kau harus percaya.Ini buktinya,Yuto menunjukan potongan Koran berita satu tahun yang lalu. Yuma dikeluarkan karena dia memperkosa seorang disekolah” Yuto memeluk Sakura yang masih tidak percaya dengan hal itu. “Sakura, aku akan menunggumu, aku akan mengantarkan kau pulang” Yuto menunggu disudut lapangan. Sekolah telah memproses Yuma. Dia dikeluarkan hari itu juga. “Arigatou” Sakura menuju lapangan menghampiri Seniornya yang sudah menunggu. “Baik, aku akan umumkan lusa” setelah menyeleksi dengan beberapa tahap. Sakura telah menyiapkan dua nama dan harus ia pikirkan matang-matang. “Ayo”. Sakura mengajak Yuto yang mulai mengantuk menunggu. Yuto tersenyum tampak gigi gingsulnya, membuat senyumnya terlihat kawaii. “Kau hebat ne Sakura chan, tapi tadi siang kau tidak apa-apa bukan?” Yuto mecoba mencairkan suasana. “Tidak apa-apa. Eh, aku sangat suka dengan buku pemberian mu. Thanks you ne” Yuto tersenyum. Yuto mencoba mengenggam tangan Sakura. “Baka desu yo Yuto Chan!” Yuto mengurungkan niatnya lagi. “Hmm, biasanya aku bertemu dengan Kento” Yuto melirik kesana kemari mencoba mencari adiknya. “Kento siapa?” Tanya Sakura. “Watashi no Otouto desu” Jawab Yuto. “Niichan, wah kau bersama pacar mu ne?” Kento datang mengagetkan Yuto. “Eh. Baka yo. Ini teman ku. Sakura chan”. “Un. Yoroshiku. Sepertinya aku mengenalmu, kau ketua pemandu sorak ya? Aku sering melihatmu.” Kento yang memang anak basket langsung mengetahui jati diri sakura. “hai. Yoroshiku. Sudah tidak lagi. Aku sudah turun jabatan. Sebentar lagi kami naik kekelas tiga dan akan lulus” Sakura menjelaskan dengan malu. “Ayo pulang” Kento menarik tangan Yuto. “Aku akan mengantar Sakura chan dulu. Sudah sana kau pulang duluan” Kento meluncur menghampiri fuma sahabatnya. “Kento mirip sekali dengan mu. Ja” Sakura tersenyum merapihkan seragamnya sebelum memasuki rumah. “Hai. Dewa mata ashita” Yuto melambaikan tangan dengan tersenyum manis.

Halaman 111 : Satu Cinta Yang Terpendam.

“Indah sekali melihat keluarga itu. Tetapi terlalu menyayat hati” Sakura membuka halaman demi halaman. Hingga air matanya terjatuh.

Halaman 150 : Tanya dan Keraguan

“Mengapa? Mengapa kau melahirkan ku kedunia ini?”

***